Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nadia Ardiyanti Mulyana

Makan Mie Kocok Sambil Karaokean? Coba Serunya di Warung Ngonten Bandung Timur!

Kuliner | 2025-10-10 00:27:35
Suasana Warung Ngonten di Kp. Sukamanah, Desa Langensari, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung.

Bandung memang nggak pernah kehabisan ide soal kuliner. Dari kafe estetik, warung kopi sederhana, hingga tempat makan unik yang bikin penasaran. Salah satunya adalah Warung Ngonten, sebuah kedai makanan baru di Kp. Sukamanah, Desa Langensari, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, yang hadir dengan konsep berbeda. Di sini pengunjung bisa menikmati hidangan lezat sambil karaokean bareng teman atau keluarga.

Kedai kuliner ini baru berdiri sekitar tiga minggu. Sang pemilik, Dini Herlina, bercerita bahwa ide nama itu muncul karena ia dan suaminya hobi membuat konten. “Sekarang kan jamannya orang suka ngonten, kebetulan saya dan bapak juga seneng, jadi kepikiran pakai nama itu,” ujarnya.

Meski baru seumur jagung, Warung Ngonten sudah punya menu andalan, yakni mie kocok dengan kuah kaldu yang gurih dan potongan kikil empuk. Selain mie kocok, tersedia juga menu seperti nasi timbel khas Sunda, aneka jus, kopi, es kelapa, hingga sop buah yang dapat menghilangkan dahaga dan cocok untuk teman bersantai. Harga yang terjangkau mulai dari Rp5.000 membuat tempat ini ramai dikunjungi, terutama pada sore hingga malam hari.

Meski sederhana, Warung Ngonten memiliki konsep yang dekat dengan generasi muda. Beberapa sudutnya dihiasi lampu-lampu hias yang menarik untuk dijadikan spot foto. Dini mengaku ingin menghadirkan suasana santai agar pengunjung betah berlama-lama. Hal yang membuat Warung Ngonten berbeda, pengunjung bisa makan sambil karaokean. “Jarang ada tempat makan yang bisa sambil karaoke, jadi pengunjung biasanya betah,” kata Dini. Tak heran, banyak pelanggan datang dari luar daerah maupun dari relasi-relasi sang pemilik.

Bagi warga sekitar, keberadaan Warung Ngonten menjadi warna baru di kawasan pedesaan. Selain bisa menikmati kuliner khas Bandung tanpa harus jauh ke kota, mereka juga merasa tempat ini jadi wadah berkumpul yang menyenangkan.

Warung ini buka setiap hari dari jam 09.00 pagi hingga 22.00 malam. Khusus malam Minggu, jam operasional bisa sampai pukul 23.00 atau bahkan tengah malam. Dengan omzet harian sekitar Rp500 ribu, Dini berharap usahanya makin berkembang. “Harapannya pelanggan makin banyak, dagangan tambah laris, dan hasilnya berkah,” ujarnya.

Dengan perpaduan cita rasa mie kocok yang menggugah selera dan konsep hiburan yang kreatif, Warung Ngonten menjadi bukti bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja, bahkan dari sebuah desa kecil di Bandung timur.

Reporter: Nadia Ardiyanti Mulyana, KPI 5/B

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image