Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ramon Momon

Daftar Agenda Sepak Bola yang Terganggu Akibat Serangan Rusia ke Ukraina

Olahraga | Thursday, 24 Feb 2022, 21:06 WIB

Serangan Rusia ke Ukraina berdampak pada sejumlah agenda sepak bola bagi kedua negara. Mulai dari kompetisi sepak bola tingkat lokal, Liga Champions, Liga Europa hingga agenda Piala Dunia terganggu akibat serangan Rusia ke Ukraina.

Fasilitas militer Ukraina mengalami kerusakan akibat serangan Rusia.

Liga Lokal Ukraina

PascaPresiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invaksi pada Kamis (24/2/2022) pagi, Presiden Ukraina Volodymr Zelenskyy langsung memberlakukan darurat militer di negara itu. Dikutip dari Mirror, kondisi darurat militer memaksa kompetisi Liga Primer Ukraina harus dihentikan sementara waktu.

Kemungkinan kompetisi Liga Primer Ukraina akan terhenti minimal 30 hari ke depan. Namun, tentu saja kondisi ini tergantung dengan situasi yang berkembang. Manajer Dynamo Kyiv Mirceu Lucescu menyerukan agar perang dihentikan. Lucescu juga menegaskan tidak akan meninggalkan Ukraina dan kembali ke Rumania.

"Saya tidak akan meninggalkan Kyiv dan kembali ke Rumania, saya bukan pengecut," kata manajer Dynamo Kyiv Mirceu Lucescu.

"Saya berharap perang yang dimulai oleh orang-orang yang tidak memiliki otak ini akan dihentikan secepat mungkin. Saya tidak pernah berpikir mungkin bahwa perang ini akan dimulai," tegasnya.

Liga Champions dan Liga Europa

Invansi Rusia ke Ukraina juga mengganggu agenda Liga Champions dan kompetisi Liga Europa. Dilaporkan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, telah mengagendakan pertemuan darurat dengan komite eksektutif UEFA.

"Menyusul perkembangan situasi antara Rusia dan Ukraina dalam 24 jam terakhir, Presiden UEFA telah memutuskan untuk mengadakan pertemuan luar biasa dari Komite Eksekutif untuk mengevaluasi situasi dan mengambil semua keputusan yang diperlukan," bunyi pernyataan UEFA.

UEFA akan memutuskan untuk mencoret St Petersburg sebagai tempat digelarnya final Liga Champions musim ini. UEFA akan mencari lokasi baru untuk pertandingan yang akan digelar pada 28 Mei mendatang.

Dikabarkan, Stadion Wemble dan Stadion Tottenham Hotspur menjadi kandidat sebagai tempat final Liga Champions musim 2021/2022.

Selain itu, UEFA telah menunda pertandingan babak 16 besar Liga Pemuda antara Dynamo Kyiv dan Sporting Lisbon, yang dijadwalkan akan dimainkan di ibukota Ukraina pada 2 Maret.

Liga Europa juga bisa terpengaruh, dengan tim Rusia Zenit St Petersburg akan menghadapi Real Betis di leg kedua babak 16 besar pada hari Kamis.

Betis membawa keunggulan agregat 3-2 ke leg kedua, tetapi UEFA dapat memutuskan penundaan pertandingan atau bahkan mengeluarkan Zenit dari kompetisi.

UEFA juga memiliki kesepakatan sponsorship yang menguntungkan dengan Gazprom, sebuah perusahaan energi yang didukung oleh negara Rusia. UEFA telah mendapat tekanan serius dari berbagai pihak untuk membatalkan sponsorship dengan perusahaan asal Rusia itu.

Piala Dunia

Agenda sepak bola lain yang terganggu adalah babak playoff kualifikasi Piala Dunia. Saat ini Ukraina dan Rusia tengah menjalani playoff untuk memperebutkan tiket lolos ke Qatar.

Timnas Ukraina dijadwalkan akan bertandang ke Skotlandia untuk menjalani laga playoff Piala Dunia. Sementara Rusia akan menjamu Polandia. Kedua pertandingan tersebut terancam akan dibatalkan jika krisis Rusia dan Ukraina semakin parah.

Jika Rusia berhasil mengalahkan Polandia, tim beruang merah berpotensi menghadapi Swedia atau Republik Ceko pada babak playoff lanjutan. Namun, pascainvasi terjadi, Ketua Asosiasi Sepak Bola Swedia (SvFF) menolak untuk bertanding dengan timnas Rusia.

"Perasaan yang kami miliki saat bangun pagi ini adalah hampir tidak terpikirkan bahwa kami dalam beberapa minggu akan memainkan pertandingan sepak bola di Rusia," kata Karl-Erik Nilsson kepada Reuters.

"Seperti yang terlihat di sini dan sekarang, hari ini, sama sekali tidak ada keinginan untuk memainkan pertandingan sepak bola di Rusia. Pikiran kami tertuju pada teman-teman kami di Ukraina atas situasi yang mereka alami hari ini, ini mengerikan," tegasnya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image