Ramadhan Menuju Metamorfosa Peradaban #1
Khazanah | 2025-03-07 01:12:21
Ramadan Menuju Metamorfosa Peradaban #1
Oleh: Asep Saeful Azhar
(Guru SMP YMB Rancaekek)
Sebulan yang lalu tepatnya di bulan Sya’ban (Red. Bulan Hijriyyah) do’a-do’a terlantun dalam kalimat permohonan “Allahumma sallimni li romadhona wa sallim romadhona lii wa sallimhu minni mutaqobbalan” yang artinya “Ya Allah selamatkanlah aku untuk bulan Ramadan dan selamatkanlah bulan Ramadan untukku, serta selamatkanlah Ramadhan dariku demi amal ibadah yang diterima."
Kini Ramadan tiba dan sedang membersamai para pendambanya. Tepat di hari ke-7 atau sudah berjalan seminggu. Berbahagialah orang-orang yang diseru untuk melaksanakan saum di bulan penuh ampunan ini. Seruan Ilahi Robbi atas hamba-hambaNya yang terpilih; orang-orang yang beriman.
Ada orang yang sudah puluhan tahun berjumpa dan menunaikan saum di bulan Ramadan, ada juga yang belasan tahun, bahkan ada yang baru tahun ini melaksanakan saumnya. Terlepas dari hal itu, Ramadan begitu istimewa, di mana saum sebagai sarana mengasah lahir dan batin seorang hamba yang beriman supaya menjadi pribadi-pribadi yang mempunyai usaha untuk menaikkan grade keberimanannya menjadi orang-orang bertaqwa sebagai titel gelar yang diberikan Sang Ilahi Rabbi; Allah Subhana Wa Ta’ala.
Selain dari pada itu, saum Ramadan juga sebagai sarana untuk menata ulang kembali dan memperbaharui sistem keberimanan, sistem peribadatan, sistem sosial, dan sistem individu itu sendiri. Menakar pada keberimanan dan keberislaman seorang hamba pada setiap detik, jam, hari, bulan bahkan tahun selalu mengalami fluktuasi, di mana hal itu memang sudah menjadi suatu yang lumrah terjadi dalam kehidupan. Maka Ramadan adalah bulan di mana upaya-upaya itu dilakukan secara bersama-sama (kolektif komunal).
Ramadan menuju metamorfosa peradaban. Mungkin redaksi dari judul ini seolah metaforis atau juga umum digunakan pada acara-acara kegiatan Ramadan. Tetapi, sebelum beranjak kepada pemaparan mengenai hal itu, perlu diingat pula bahwa di bulan Ramadan yang di dalamnya ada perintah untuk melaksanakan saum ini, merupakan bagian dari rukun Islam yang ke-4.
Bersambung
Rancaekek, 7 Ramadan 1446 H / 7 Maret 2025
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
