Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Marketing DT Peduli 2

Secercah Senyum di Tepi Barat Kala Bingkisan Lebaran Mengetuk Pintu Jenin

Info Terkini | 2026-04-17 13:52:35
DT Peduli Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Warga Palestina di Wilayah Jenin, Tepi Barat (Sumber : DT Peduli)

DTPEDULI.ORG | JENIN - Angin musim semi di Palestina membawa aroma yang berbeda tahun ini. Di antara sisa-sisa reruntuhan dan gema ketidakpastian yang mengepung wilayah Tepi Barat, bantuan berupa Bingkisan lebaran dan paket berbuka datang seakan menjadi jawaban atad doa lirih penduduknya yang terus dilangitkan.

DT Peduli Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Warga Palestina di Wilayah Jenin, Tepi Barat (Sumber : DT Peduli)

Jumat (13/3/2026), bertepatan dengan 22 Ramadhan 1447 H, saat matahari mulai condong ke ufuk barat, kesibukan luar biasa tampak di sebuah sudut kota Jenin. Di sana, para relawan dengan rompi DT Peduli sedang berpacu dengan waktu. Mereka bukan sekadar menyusun paket bingkisan lebaran melainkan sedang merajut kembali martabat saudara-saudara seiman yang terluka konflik.

Menembus Batas, Menghadirkan Bahagia

DT Peduli, berkolaborasi dengan Bridge of Civilization/Medkop yang berpusat di Turki, kembali menunjukkan komitmennya bagi Palestina. Dana sebesar 10.000 USD yang diamanahkan para donatur, telah mewujud menjadi paket berbuka dan food basket (bingkisan lebaran) yang disalurkan kepada 1.027 Penerima Manfaat (PM).

"Sebagian besar dari kita mengetahui kondisi politik dan ekonomi yang sedang diderita oleh rakyat Palestina," ujar salah seorang relawan saat proses pengemasan bingkisan di Jenin. Suaranya mantap, meski matanya tak bisa menyembunyikan rasa haru.

"Hari ini kami di sini untuk menyiapkan bantuan pangan bagi keluarga yang membutuhkan dan para pengungsi. Terima kasih kepada DT Peduli atas inisiatif yang sangat baik ini," tambahnya.

DT Peduli Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Warga Palestina di Wilayah Jenin, Tepi Barat (Sumber : DT Peduli)

Perjalanan distribusi membawa tim relawan menuju Desa Al-Mutilla, sebelah barat laut Kota Jenin. Di sana, wajah penderitaan akibat konflik terpampang nyata. Relawan memasuki sebuah rumah yang nyaris tak layak disebut hunian. Dinding-dindingnya menghitam karena kelembapan yang parah, merusak struktur bangunan.

Di salah satu sudut, tim menemui sepasang lansia yang hidup dalam kesunyian. Kondisi fisik yang renta membuat sang kakek tak lagi mampu menaiki tangga tinggi menuju kamar mandi asli. Akhirnya, sebuah toilet darurat dibuat di sudut ruangan demi memudahkan langkah-langkah kecilnya yang gemetar.

"Standar hidup minimum pun tidak terpenuhi di sini," bisik relawan sembari menunjukkan atap yang sudah rapuh.

DT Peduli Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Warga Palestina di Wilayah Jenin, Tepi Barat (Sumber : DT Peduli)

Di ruangan lain yang sempit, fungsi ruang tamu dan dapur melebur jadi satu. Jangankan kemewahan, untuk sekadar mengganti tabung gas saja, keluarga ini kerap tak mampu.

Saat bingkisan lebaran diserahkan, suasana berubah haru dan bahagia. Ada binar yang menyala di mata yang semula redup.

"Semoga Allah memberikan kekuatan. Kami dari Yayasan DT Peduli membawakan paket bantuan untuk Anda," ucap relawan lembut saat menyerahkan bantuan kepada salah satu keluarga.

DT Peduli Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Warga Palestina di Wilayah Jenin, Tepi Barat (Sumber : DT Peduli)

Bantuan ini mungkin tidak langsung menghapus seluruh penderitaan di Tepi Barat. Namun, di tengah blokade dan keterbatasan, kehadiran bingkisan lebaran dan menu buka puasa ini adalah pesan kuat bahwa mereka tidak sendirian, masih ada saudara mereka yang peduli. Setiap butir beras dan liter minyak yang disalurkan adalah bukti bahwa kasih sayang umat melampaui batas geografis.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DT Peduli," ucap Relawan mewakili warga Palestina. Melalui DT Peduli, kepedulian telah berubah menjadi senyum syukur di wajah-wajah tangguh para penjaga Al-Aqsha. (Agus ID)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image