Puluhan Ribu Pelajar Palestina Meninggal Akibat Genosida
Politik | 2026-10-21 10:18:40
Oleh: Dhevi Firdausi, S.T.
Thufan al Aqsa (operasi militer pejuang Palestina) melawan penjajahan zionis Israel telah berlangsung tiga tahun lamanya. Kementerian Pendidikan Palestina telah merilis data bahwa sebanyak 20.748 pelajar telah menjadi korban genosida. Para tenaga pendidik Palestina pun banyak yang meninggal, jumlahnya sekitar 1.058 orang (Kompasiana.com, 13/10/2026).
Khusus untuk wilayah Tepi Barat Palestina, tercatat puluhan ribu warga telah menjadi korban penjajahan Israel. Selama Thufan Al-Aqsha berlangsung, diberitakan sebanyak 1.210 warga meninggal. Selain itu, juga terdapat sekitar 13.350 rakyat mengalami luka-luka dan 24.600 orang ditahan di penjara Israel.
Sekolah Menjadi Sasaran Genosida Israel
Sejak awal, tujuan pendudukan zionis Israel di tanah Palestina adalah untuk merampas seluruh wilayahnya. Demi tercapainya tujuan tersebut, Israel melakukan serangan brutal dan genosida terhadap warga Palestina. Paradigma perang bagi negara barat pengusung kapitalisme adalah penjajahan.
Kondisi yang sedang terjadi antara Palestina dan Israel bukan hanya sekedar konflik biasa. Israel telah melakukan penjajahan terhadap rakyat Palestina melalui serangan genosida. Salah satu bukti kejahatan perang tersebut adalah pelajar dan sekolah yang seharusnya dilindungi justru menjadi sasaran serangan zionis.
Para penguasa negeri muslim telah gagal menghentikan kejahatan Israel. Penyebab dari kegagalan tersebut dikarenakan zionis memiliki pendukung negara adidaya di belakangnya yaitu Amerika Serikat. Bahkan, lembaga internasional seperti PBB pun dibuat tak berdaya, hanya bisa memberikan kecaman tanpa disertai sanksi politik.
Jika tidak segera dibebaskan, negara Palestina akan menghilang dari peta dunia. Tujuan Israel adalah mewujudkan Israel Raya di atas tanah Palestina. Palestina membutuhkan adanya sebuah kekuatan global baru dari umat IsIam yang mampu membebaskan mereka.
Fasilitas Umum Dilindungi dalam Jihad
Berbeda dengan sistem kapitalisme, paradigma perang dalam sistem IsIam adalah membebaskan manusia dari kekufuran. IsIam merupakan agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan, termasuk jihad di dalamnya. Konsep jihad dalam IsIam bertentangan dengan prinsip penjajahan dan genosida yang dilakukan oleh negara barat.
Jihad, menurut makna syariat diartikan sebagai perang. Dakwah dan jihad biasanya dilakukan secara ofensif, untuk menyebarkan syariat IsIam ke seluruh dunia. Jihad juga bisa bersifat defensif, untuk melawan penjajahan dan membela kehormatan kaum muslimin.
Syariat IsIam sangat mulai karena berasal dari Alloh SWT, Sang Maha Kuasa. Syariat yang berkaitan dengan jihad memiliki beberapa prinsip, diantaranya tidak boleh menyerang warga sipil, perempuan, anak-anak, dan lansia. Berbeda dengan genosida, perang dalam IsIam dilarang untuk menghancurkan fasilitas umum seperti sekolah dan tempat ibadah.
Kepemimpinan umum atas seluruh umat IsIam dunia sangat dibutuhkan untuk bisa menerapkan syariat IsIam secara sempurna. Khilafah merupakan sebuah kekuatan global umat IsIam, tanpa ada sekat nasionalisme antar bangsa. Khilafah mampu menghentikan kejahatan perang zionis Israel dan negara barat pendukungnya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
