Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Zakiyyah Agustiana

Trend Fashion Korea Mendominasi Remaja Pekalongan

Gaya Hidup | Friday, 24 Dec 2021, 23:25 WIB

Perubahan sosial dan budaya disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya berupa perbedaan budaya disetiap negara satu dengan negara lainnya. Pengaruh dari perubahan sosial dapat kita temui disekitar kita yaitu perubahan dari segi berpakaian atau fashion. Contohnya saja pengaruh budaya yang dibawa negara Korea ke Indonesia, tidak hanya dari segi musik, drama, bahasa, make up, makanan, Korean skincare, fashion korea pun ikut digemari dan menjadi dampak dari perubahan sosial budaya pada kalangan remaja. Fashion korea saat ini merajalela dimana-mana termasuk di Pekalongan.

Gaya busana korea menjadi sebuah trend yang bisa dibilang sebagai inspirasi outfit. Berbagai event baik dipesta, dijalan, tempat nongkrong, kampus, dan kondangan, remaja meniru gaya berbusana korea. Dimana mereka memadupadankan antara warna kulit dengan baju dan bentuk baju yang mereka miliki. Tidak hanya dari segi baju saja, melainkan aksesoris juga mendukung dalam hal trend fashion seperti kalung, gesper, anting, dan tambahan alas kaki seperti sepatu maupun sandal.Jenis fashion korea sendiri setiap tahun selalu berganti-ganti. Pada tahun 2020 trend fashion korea yang membooming yaitu romantic ruffles, leather, fringe, Frill, statement blazer, crop top, baggy jeans, athleisure dan oversized top, dikutip dari salah satu artikel trend fashion korea 2020.

Dan yang paling sering kita jumpai trend fashion korea di Indonesia adalah perpaduan antara baju crop top, ditambah leather yang menampilkan kesan klasik dan futuristic dimana leather berbahan kulit dan biasanya berwarna hitam. Serta mix and math antara Frill dengan statement blazer yang paling sering menjadi inspirasi outfit bagi remaja maupun kalangan orang dewasa. Perpaduan tersebut sangat cocok dipakai kemana pun. Bagi yang tidak suka ribet menjadi solusi yang sangat efektif. Apalagi ketika berkerja ingin tampil trendi tapi tidak berkesan alay. Biasanya yang mengenakan inpirasi perpaduan tersebut adalah para pekerja kantoran, berpakaian seperti itu dengan ditambah aksesori berupa celana span atau jeans yang higwaigh, lalu tak tertinggal big shades sunglasses dan sepatu kulit hak tinggi.

Mayoritas remaja di Pekalongan juga sudah mendominasi trend fashion korea. Dimana mereka mengikuti trend fashion korea dengan memadupadankan antara kaos oversized dengan celana cargo. Perpaduan tersebut menonjolkan efek yang simple namun terlihat elegan. Bagi hijabers biasanya ditambah dengan mengenakan manset atau dalaman baju yang ketat apabila kaos oversized yang lengan pendek. Kaos oversized untuk para hijabers juga memberikan aksen ingin tampil trendi namun tidak menonjolkan bagian-bagian tubuh. Pekalongan sendiri mendapat julukan sebagai kota santri, karena mayoritas warga pekalongan merupakan santriwan dan santriwati.

Mereka juga berkeinginan untuk berpenampilan trendi namun harus memperhatikan adab berpakaian. Biasanya remaja di Pekalongan selain dengan kaos oversized juga yang paling mendominasi yaitu memadupadankan antara hoodie, jumpsuit Panjang atau sweater dengan celana baggy jeans atau rok plisket dengan ditambah aksen snakers dan juga aksesoris anting untuk mempercantik hijab atau kalung guna menunjukan kesan ramai didada namun tetap menjaga kesopanan. Dimana ciri khas trend korea adalah simple agak nyetrik sehingga kalung memberikan kesan nyetrik. Dengan hoodie atau kaos oversized bisa menutupi bagian pinggang. Itulah beberapa perpaduan yang digunakan bagi para hijabers di Pekalongan. Bisa dibawa untuk pesta, ngampus, nongkrong dll.

Kembali lagi dari banyaknya penelitian , mayoritas remaja di Pekalongan mengikuti atau ikut serta mendominasi trend fashion korea karena menurut mereka style modis yang ditampilkan oleh fashion korea menjadi daya tarik tersendiri bagi para kaum remaja. Dan kebanyakan juga dari efek drama korea yang menampilkan cara berpakain idola mereka, yang menunjukan kesan keren dan diimbangi dengan paras cantik serta tampan dari pemain drakor sehingga menjadikan mereka tertarik untuk menirunya. Tak dipungkiri tidak hanya dari kalangan remaja perempuan saja, kalangan remaja laki-laki pun mendominasi trend fashion korea. Mereka mengenakan hoodie atau thrifted yang didalamnya ditambah kemeja berkerah dengan mix and match topi, celana oversized, kacamata, dan gesper yang memperindah pinggang. Untuk kalangan remaja laki-laki biasanya lebih memadupadankan dengan warna monokrom, sedangkan perempuan lebih kearah warna pastel. Alasan lain remaja pekalongan mendominasi trend fashion korea juga bisa dilihat dari berkembangnya banyak toko baik offline maupun online serta reseller yang menjual berbagai jenis trend fashion korea.

Mendominasinya trend fashion korea remaja pekalongan tidak membuat mereka berpaling sepenuhnya dari ciri pekalongan yaitu batik. Mix and match dengan batik pun sering digunakan, tanpa mengurangi kesan antara elegan dan juga menghidupkan ciri khas pekalongan yaitu batik. Dengan adanya trend fashion korea tidak meluluhlantahkan berdampak negative, namun juga berdampak positif baik dari segi penampilan maupun penambahan faktor ekonomi dari bisnis. Tidak ada salahnya dan tidak ada yang melarang kita untuk meniru gaya para idola drama korea masing-masing. Tetapi tanpa mengurangi rasa sopan, dan sesuai apa yang sudah dianjurkan atau yang sudah menjadi aturan agama. Hal tersebut kenapa tidak? Selagi tak melanggar, dan setiap orang juga mempunyai hak nya masing-masing. Jangan lupa, gunakan aksesoris-aksesoris tambahan untuk mempercantik serta memperindah penampilan. Efek feminisme, casual, sporty semua tergantung kalian yang mix and match.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image