Dasi dan Gincu
Sana Sini | 2023-03-18 00:15:27
Bagi pecinta dangdut mungkin istilah dasi dan gincu tidak asing ditelinga karena dua kata tersebut merupakan salah satu judul lagu yang dibawakan oleh raja dangdut Rhoma irama serta tidak lekang dimakan waktu karena lagu tersebut banyak dinyanyikan oleh orkestra dalam berbagai hiburan.
Dasi dan Gincu disini bukan untuk membahas tentang sang raja dangdut Rhoma irama yang beberapa waktu lalu ikut mengisi konser Deep Purple Dan terjadi insiden dihentikan oleh kru Deep Purple karena bang Rhoma irama membawakan intro dari salah satu lagu Deep Purple.
Dasi dan gincu di sini sebuah istilah yang erat kaitannya dengan bangsa kita saat-saat ini, kejadian demi kejadian yang menghebohkan mewarnai berita – berita utama tidak lepas dari Dasi dan Gincu. Dari Mega berita Fredy Sambo yang dengan tega membunuh ajudannya sendiri, disusul berita Anak pejabat Mario Dandi menganiaya David yang sampai sekarang David tak sadarkan diri, Juga seorang kepala desa curuggong disuntik mati oleh mantri kesehatan Serta banyak lagi yang tidak dapat disusun secara sistematis semuanya.
Kejadian dan peristiwa tersebut tidak lepas dari Dasi dan Gincu, Dasi merupakan perlambang jabatan dan kekuasaan serta kekayaan yang dimilikinya oleh seseorang sedangkan Gincu digambarkan sebagai perwakilan kemolekan kaum hawa.
Para pejabat dengan kekuasaan dan kekayaannya tidak dapat dipungkiri pasti akan terlibat dengan gincu atau urusan kewanitaan. Keterkaitan para pemangku kekuasaan/pejabat dengan wanita sudah menjadi kodrat bukan hanya dalam hal negatif saja seperti perselingkuhan, tetapi dengan istri sendiri gincu diartikan sebagai pelengkap ataupun gaya hidup. Sehingga tidak jarang istri para pejabat yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan pasti akan menampilkan gaya hidup yang berbeda dengan yang bukan pejabat.
Tidak dipungkiri juga sisi ketertarikan pejabat yang mempunyai kekuasaan dan kekayaan dengan perempuan lain yang berujung pada perselingkuhan juga tidak dapat dielakkan.
Apakah memang dasi dan gincu sudah menjadi kodrat illahi atau dasi dan gincu merupakan pencerminan sifat kerakusan manusia atau dasi dan gincu merupakan gaya hidup, yang jelas dasi dan gincu tidak akan dapat dilepaskan, apalagi di negara kita.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
