Perkuat Pendidikan Berbasis Nilai, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul Ikuti MGMP dengan Fokus Kurikulum Cinta
Pendidikan | 2026-01-29 11:37:52
Bantul (MAN 2 Bantul) — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi Madrasah Aliyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali digelar sebagai wadah penguatan kompetensi dan profesionalisme guru. Kegiatan MGMP Ekonomi MA DIY tersebut dilaksanakan pada Rabu (28/1/26), bertempat di Aula MAN 3 Bantul, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, dan diikuti oleh guru ekonomi dari berbagai madrasah aliyah se-DIY.
Dalam kegiatan tersebut, Guru Ekonomi MAN 2 Bantul turut berpartisipasi aktif. Guru yang hadir mewakili MAN 2 Bantul adalah Fitria Endang Susana dan Mas Indah Murdanigrum. Keikutsertaan guru MAN 2 Bantul menunjukkan komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta kesiapan guru dalam mengimplementasikan kebijakan kurikulum terbaru di lingkungan madrasah.
MGMP Ekonomi MA DIY kali ini menghadirkan Septy Andari Putri, Kepala MTsN 3 Kulon Progo, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau mengangkat tema Kurikulum Cinta dan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), yang saat ini menjadi perhatian penting dalam pengembangan pendidikan madrasah di bawah naungan Kementerian Agama.
Dalam penyampaian materi, Septy Andari Putri menjelaskan bahwa Kurikulum Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang berlandaskan kasih sayang, empati, kepedulian, dan akhlak mulia. Kurikulum ini bertujuan membentuk peserta didik yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, spiritual, dan kemanusiaan.
Kurikulum Cinta menempatkan guru sebagai figur pendidik sekaligus pembimbing yang mampu membangun hubungan positif dengan peserta didik. Proses pembelajaran diharapkan berlangsung dalam suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan, sehingga peserta didik merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar.
Dalam konteks mata pelajaran Ekonomi, Kurikulum Cinta dapat diimplementasikan melalui pembelajaran yang mengedepankan kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Materi ekonomi tidak hanya disampaikan sebagai teori, tetapi dikaitkan dengan praktik kehidupan nyata, seperti etika dalam kegiatan ekonomi, ekonomi kerakyatan, peran UMKM, serta dampak sosial dari aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi.
Selain Kurikulum Cinta, narasumber juga memaparkan konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk memahami materi secara lebih utuh dan bermakna. Pembelajaran mendalam menuntut siswa untuk tidak sekadar menghafal konsep, tetapi mampu menganalisis, mengaitkan, dan menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks kehidupan.
Dalam pembelajaran ekonomi, pendekatan ini dapat diterapkan melalui studi kasus isu ekonomi aktual, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, serta analisis permasalahan ekonomi yang terjadi di lingkungan sekitar peserta didik. Dengan metode ini, siswa dilatih berpikir kritis, kreatif, dan solutif.
Septy Andari Putri menegaskan bahwa pembelajaran mendalam sangat relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Guru dituntut mampu merancang pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), kolaborasi, komunikasi, serta literasi sosial dan digital.
Selama kegiatan MGMP berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi diskusi. Guru-guru saling berbagi pengalaman, strategi pembelajaran, serta praktik baik yang telah diterapkan di madrasah masing-masing.
Guru Ekonomi MAN 2 Bantul memanfaatkan forum MGMP ini untuk memperdalam pemahaman terkait penerapan Kurikulum Cinta dan pembelajaran mendalam dalam mata pelajaran ekonomi. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di MAN 2 Bantul, sehingga kualitas pembelajaran ekonomi semakin meningkat dan berdampak positif pada perkembangan karakter peserta didik.
Melalui MGMP Ekonomi MA DIY ini, guru-guru ekonomi diharapkan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan visi madrasah dalam mencetak generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat. (FES)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
