Wajah Islam Nahdlatul Ulama di Mata Dunia
Lomba | 2023-02-09 23:48:13Dahulu Islam pernah berada pada masa kejayaannya, namun seiring berjalannya waktu dan adanya perubahan politik dunia, masa kejayaan itu sekarang hanya tercatat dalam buku sejarah. Islam pernah menjadi yang paling ahli dalam segala bidang ilmu pengetahuan, seperti ilmu kedokteran, ilmu astronomi, matematika, dan banyak ilmu lainnya. Namun, setelah itu dunia mengenal Islam sebagai agama yang menakutkan, Islam dinilai identik dengan aksi terorisme dan kekerasan. Banyak aksi-aksi teror yang memakan jutaan nyawa manusia dan berbagai ancaman yang mengatasnamakan Islam. Bahkan, perempuan dengan jilbabnya di berbagai negara, banyak yang mendapatkan perilaku diskriminasi, akibat dari bagaimana dunia memandang Islam pada saat itu.
Islam di Indonesia menjadi berbeda salah satunya dikarenakan Indonesia memiliki Nahdlatul ‘Ulama didalamnya. Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di dunia dan berdiri sejak tahun 1926 M. Nahdlatul ‘Ulama menunjukkan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang penuh cinta kasih, agama yang menghargai perbedaan, dan mampu berkomitmen untuk turut serta menjaga keutuhan bangsa dan negaranya. Hubbul Wathon Minal Iman, merupakan resolusi jihad yang disampaikan oleh beliau pendiri Nahdlatul ‘Ulama, Hadratus Syeh Hasyim Asy’ari, yang kemudian oleh para nahdliyin (sebutan bagi warga NU) dijadikan sebagai dasar kecintaannya terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut sudah di buktikan oleh para santri dalam peristiwa berdarah di Surabaya. Seperti yang sering disampaikan oleh K.H Ahmad Muwafiq dalam ceramahnya di berbagai kesempatan, bahwa tanpa adanya resolusi jihad oleh K.H. Hasyim ASy‘ari, maka tidak akan terjadi peristiwa 10 November 1945.
Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat memudahkan masyarakat dunia mendapatkan akses informasi sebanyak-banyaknya, tidak terkecuali informasi terkait Nahdlatul ‘Ulama. Kemudahan IPTEK memang seperti dua mata pisau, banyak ditemukan informasi yang bersifat negatif dan positif, sehingga NU akhir-akhir ini mulai menunjukkan eksistensinya dengan memanfaatkan teknologi informasi, untuk menebar kebermanfaatan melalui kemajuan IPTEK tersebut. Berbagai kegiatan yang sudah biasa dilaksanakan oleh Nahdlatul ‘Ulama banyak dibagikan melalui berbagai macam platform media sosial. Sehingga dunia bisa melihat bagaimana masyarakat Indonesia dengan berbagai macam agama, suku dan perbedaan lainnya, dapat dengan tenang dan nyaman dalam beribadah sesuai dengan agama masing-masing. Dunia melihat bagaimana antar agama yang berbeda dapat saling bekerja sama membantu menyukseskan suatu acara keagamaan tertentu, walaupun dengan kontribusi yang sangat sederhana. Keberagaman yang ada di Indonesia menjadi kekuatan tersendiri yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, dan NU sangat menyadari hal tersebut. Dengan yang berbeda agama atau keyakinan, serta perbedaan lainnya, mereka dianggap sebagai saudara sesama manusia atau saudara sebangsa dan setanah air, sehingga tidak dibenarkan apabila sesama saudara saling menyakiti atau bahkan saling membunuh. Maka, Islamnya Nahdlatul ‘Ulama adalah Islam yang penuh cinta kasih, Islam yang ramah terhadap siapa saja.
Para tokoh NU sejak dulu sudah ikut melibatkan diri dalam membantu menyelesaikan permasalahan dunia secara global, melaksanakan aksi-aksi atas dasar kemanusiaan dan persaudaan sesama umat manusia. Selain itu, para tokoh NU juga berupaya untuk mengenalkan Islam-nya NU yang penuh dengan cinta kasih dan keramahan, sehingga banyak ditemukan di berbagai negara di dunia, bahwa masyarakat dunia mulai menerima Islam dan tidak sedikit yang memberikan apresiasi terhadap hal tersebut, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Banyak tokoh-tokoh NU diundang atau diajak berdiskusi terkait NU dan bagaimana ber-Islam menurut NU, atau diskusi terkait agama dan kebangsaan. Peran-peran yang sudah dilakukan oleh Nahdlatul ‘Ulama baik yang besar atau kecil, sedikit banyak sudah membawa perubahan terhadap bagaimana dunia memandang Islam. Nahdlatul ‘Ulama dengan prinsip yang dimiliki, yaitu moderat (tawasuth), berimbang (tawazun), dan berkeadilan (i‘tidal) sekarang sudah mencapai usia 1 (satu) abad kalender hijriyah. Semoga kedepannya, Nahdlatul ‘Ulama bisa terus menebarkan Islam yang penuh cinta kasih dan keramahan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
