Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Indra M

Pengalaman beralih ke Tembakau Alternatif

Gaya Hidup | Monday, 28 Nov 2022, 21:44 WIB

Para peneliti mulai banyak mengkaji mengenai produk tembakau alternatif, seperti tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan kantong nikotin. Sebab, produk tembakau alternatif dinilai memiliki peran dalam mengubah kebiasaan merokok dengan rokok konvensional ke produk yang lebih rendah risiko.Direktur Eksekutif International Network of Nicotine Cunsumer Organization (INNCO), Charles Gardner mengatakan, jika perokok dewasa tidak diberikan pilihan untuk beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, maka ini adalah sebuah kelalaian. Karena produk tembakau alternatif sudah terbukti secara ilmiah memiliki profil risiko yang jauh lebih rendah dari rokok.“Produk tembakau alternatif masih banyak dicap sebagai produk dengan risiko yang sama dengan rokok. Padahal produk tembakau alternatif tidak menghasilkan zat TAR sehingga risikonya jauh lebih rendah dari rokok konvensional”, ucap Johan Sumantri Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI).Saat ini sedikitnya sudah ada 29 penelitian megenai rokok elektrik, satu penelitian yang mengulas mengenai produk tembakau yang dipanaskan, dan lima studi difokuskan pada kantong nikotin. Selain itu, ada sembilan studi yang mengevaluasi Nicotin Replacement Therapy dalam bentuk nikotin, permen karet.Dengan adanya produk tembakau alternatif, tentu para pembuat kebijakan harus mengintegrasikan konsep pengurangan bahaya tembakau. Sebab, hasil penelitian serta bukti menunjukan bahwa perokok dewasa akan lebih mungkin beralih dari kebiasaan merokok jika diberi pilihan produk alternatif yang lebih rendah akan risiko.Bukti ini juga dikemukakan oleh Bayu Oktra, seorang aktor yang juga presenter. Ia mengatakan, niat untuk berhenti dari kebiasaan merokok menjadi dorongan besar untuk beralih ke produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik. “Setelah beralih, saya merasa jarang batuk. Lalu baju dan tangan saya tidak bau lagi, sehingga tidak menggangu saat bersama orang lain,” ungkapnya.Pengalaman lain juga dirasakan oleh Budiyanto Imam Suyanto, seorang mantan pembalap Indonesia yang berhasil beralih ke produk tembakau alternatif. “Saya merasakan dampak yang baik untuk kesehatan saya. Selain terbebas dari bau rokok yang menyengat, saya juga dapat menghemat biaya dokter gigi karena tidak lagi mengalami penumpukan karang gigi,” ujarnya.Budiyanto menambahkan, tembakau alternatif harus lebih disosialisasikan agar masyarakat mulai beralih dan lebih sadar akan risiko kesehatan.(*)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image