Pengaruh Penggunaan Media Komunikasi tidak Tepat Guna Terhadap Tumbuh Kembang Anak dan Peran Manajem

Image
Cut Nahra Putri Rizqya
Edukasi | Thursday, 24 Nov 2022, 19:01 WIB
Anak di bawah umur telah terpapar teknologi digital

Dewasa ini, perkembangan teknologi sudah semakin ke arah maju dan canggih. Salah satu bukti dari perkembangan teknologi adalah gadget. Hampir semua orang sudah memiliki gadget untuk menunjang kegiatan, pekerjaan, ataupun sebagai sumber hiburan. Harga gadget yang semakin hari semakin murah membuat lebih mudah untuk dijangkau orang-orang dari berbagai kalangan. Hadirnya gadget ini dapat memberikan dampak positif dan juga negatif, terutama pada anak.

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat. Peranan anggota keluarga akan menentukan bentuk manajemen untuk mengelola sumberdaya. Manajemen sumber daya keluarga adalah kemampuan keluarga untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya melalui kegiatan masing-masing anggota keluarganya yaitu suami, istri, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya yang tinggal dalam satu rumah. Hal yang berpengaruh terhadap manajemen sumber daya keluarga adalah status sosial dan ekonom, pola bekerja anggota, tahapan kehidupan keluarga, dan komunikasi. Canggihnya teknologi dapat membuat manajemen sumber daya menjadi lebih terarah. Manajemen sumber daya keluarga juga dipengaruhi oleh peran masing-masing anggota keluarga di masyarakat dan juga oleh perubahan dalam keluarga, misalnya adanya keluarga yang meninggal atau ada anggota keluarga yang baru lahir.

Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan maka didapatkan bahwa responden pertama mempunyai intensitas bermain gadget yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan responden jarang berkomunikasi dengan keluarga karena merasa bahwa bermain gadget lebih memberikan sensasi kebahagiaan dan relaksasi. Orang tua responden sudah sering menegur jika responden bermain gadget terlalu lama namun tetap saja bermain gadget. Hasil wawancara terhadap responden kedua yang merupakan anak SD mempunyai waktu untuk bermain gadget yang relatif lebih sebentar jika dibandingkan responden pertama. Hal tersebut karena pengawasan ibu terhadap anaknya ketat dan gadget responden pun yang menyimpan adalah sang ibu. Oleh karena itu meskipun responden bermain gadget namun tetap berkomunikasi dengan keluarga.

Gadget yang menjadi salah satu bentuk manifestasi perkembangan teknologi dapat memberikan dampak positif dan juga negatif bagi para penggunanya. Walaupun perkembangan teknologi ini terkesan memberikan manfaat-manfaat positif, namun ternyata teknologi juga dapat memberikan dampak negatif. Dalam menyikapi perkembangan teknologi ini, orang tua harus mengawasi anaknya agar tidak terjerumus kepada dampak negatif. Karena akibat mudahnya mengakses berbagai hal, anak-anak juga dapat lebih mudah mengakses banyak hal yang tidak pantas untuk mereka lihat atau hal yang ditujukan untuk orang dewasa, hal ini dapat memengaruhi kinerja otak anak.

Anak terutama anak yang masih di bawah umur mungkin belum memiliki kontrol diri yang baik sehingga jika tidak diawasi dengan baik dan benar, anak dapat menggunakan gadget secara berlebihan dikarenakan kecanduan. Apabila sudah mengalami kecanduan, maka untuk melepaskan gadget akan sulit dilakukan.

Keharmonisan keluarga merupakan sarana pembentuk akhlak, karakter, dan kepribadian anak. Oleh karena itu, keluarga yang memiliki latar belakang baik akan mampu membimbing dan mengarahkan anak-anaknya menjadi orang yang mempunyai akhlak baik dan cita-citanya dapat terwujud. Pemilik gadget yang juga merupakan penggunanya saat ini lebih sering menghabiskan waktu dengan gadget-nya daripada berkomunikasi atau menghabiskan waktu dengan anggota keluarga yang lainnya. Penggunaan gadget yang tidak terkontrol akan mengganggu proses interaksi antar anggota keluarga dan bahkan menimbulkan masalah dalam keluarga seperti merusak keharmonisan keluarga (Yudida dan Wijaya 2021). Kehadiran gadget pada kebanyakan rumah tangga telah mengubah pola interaksi keluarga, sehingga tidak tercapai keluarga yang harmonis dikarenakan komunikasi sosial keluarganya kurang. Lingkungan keluarga yang anggota keluarganya aktif menggunakan gadget aktivitas hariannya akan didominasi dengan bermain gadget dibandingkan dengan berinteraksi langsung dengan anggota keluarga maupun masyarakat (Septiana 2021).

Dampak gadget yang sering kali muncul dan terlihat pengaruhnya adalah pengaruh gadget pada kesehatan mata. Semakin lama durasi penggunaan gadget, semakin buruh terhadap kesehatan mata. Hal yang menyebabkan semakin tingginya angka durasi penggunaan gadget adalah semakin canggihnya gadget untuk dipakai. Hal tersebut membuat pengguna merasa semakin dipermudah dan kecanduan akan manfaat serta kegunaan yang ditawarkan. Pengaruh kesehatan lain sebagai akibat dari terpaparnya gadget yang terlalu lama adalah terganggunya pertumbuhan otak anak, obesitas, kurang tidur, kelainan mental, sifat agresif serta radiasi emisi. Untuk itu perlu adanya batasan dalam menggunakan gadget pada anak. Perilaku penggunaan gadget dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan. Kurangnya pemahaman tentang dampak penggunaan gadget menjadikan anak-anak berperilaku menggunakan gadget secara berlebihan (Tanjung et al. 2017).

Masa perkembangan anak menjadi penting untuk ditelah lebih lanjut karena di dalamnya terdiri dari peristiwa-peristiwa yang sangat perlu untuk diperhatikan agar dia memiliki kualitas sumber daya manusia yang bagus. Salah satu faktor yang memengaruhi kualitasnya adalah perkembangan emosi. Hasil wawancara menunjukkan anak memiliki emosi sosial yang rendah dimana dia lebih serig menghabiskan waktu luangnya untuk bermain gadget dan kurang komunikasi dengan orang tuanya. Saat ditanya alasannya, efek terlalu lama tidak mengobrol dengan orang tuanya sehingga saat ingin bercerita dia merasa canggung dan malu dan lebih baik dia menyelesaikan masalahnya sendiri apabila bisa diselesaikan sendiri. Sikap individualis menjadi menonjol bagi anak yang terlalu kecanduan gadget.

Orang tidak boleh lengah terhadap penggunaan gadget yang berlebihan pada anak, penggunaan yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan dapat membawa pengaruh dan kebiasaan buruk seperti bersosialisasi antar anggota keluarga yang lain, selalu menyendiri, asik dengan gadget, dan emosi yang tidak terkontrol. Orang tua sebagai pendamping anak yang setiap harinya bertemu harus tahu perkembangan anak setiap harinya, meskipun ayah harus mencari nafkah dan ibu rumah tangga namun pengawasan ayah dan ibu harus sama.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

INDONESIA MASUK DALAM DAFTAR WISATA HALAL TERBAIK DIDUNIA

Image

Download Video YouTube ke Lagu MP3 Gratis 2022 YTMP3

Image

Karutan Prabumulih Ikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Tahun 2022

Image

Jadi Negara Arab yang Lolos Perempat Final Piala Dunia 2022, Begini Fakta The Lion Atlas

Image

Kebijakan Fiskal Dalam Perspektif Islam

Image

UMKM SEBAGAI SOLUSI DALAM MENGHADAPI RESESI GLOBAL 2023

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image