Kajian Surat Al-Ashr: Waktu Sebagai Tanda Kehidupan Manusia I

Image
Mohamad Su'ud
Agama | Friday, 13 May 2022, 01:04 WIB

Menurut tafsir Kementerian Agama, Surat Al Ashr menjelaskan bahwa Allah bersumpah dengan masa yang terjadi di dalamnya bermacam-macam kejadian dan pengalaman yang menjadi bukti atas kekuasaan Allah yang mutlak, hikmah-Nya yang tinggi, dan Ilmu-Nya yang sangat luas.

Waktu adalah penanda. Seseorang bisa mengenal sebuah peristiwa, kapan terjadi, di mana, karena ada masa sebagai bukti. Kapan seseorang milad-ulang tahun, tanggal berapa kematian seseorang, semua diingat dengan sebuah waktu. Waktu akan terus berjalan, ia tidak mempedulikan apakah seseorang siap atau tidak. Kehidupan pasti berlanjut sesuai sunnah.

Ilustrasi (M. Su'ud/DokPri)

Menurut M. Quraish Shibab, dalam tafsirnya, menyatakan bahwa waktu itu bersifat netral. Waktu tidak condong ke kanan atau ke kiri. Waktu juga tidak memihak kepada siapapun. Semua berjalan sesuai sunnatullah.

Tidak ada waktu-waktu yang dimuliakan kecuali yang sudah disyariatkan oleh Allah dan Rosul-Nya, semisal hari Jumat, Ramadhan, Rajab, Sya'ban, dan seterusnya.

Spirit apa yang bisa kita ambil dari ayat ini? Semoga tulisan sederhana ini, mampu memberikan kepada kita, tentang hakekat waktu dan penggunaannya.

1. Kedisiplinan

Matahari, bulan, planet dan benda-benda langit lainnya beredar sesuai kehendak Allah. Tepat waktu dan tidak akan berubah, sampai Allah menghendaki lain.Mereka patuh, tunduk dan disiplin. Tanpa membantah.

"....(Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala ciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam. (Q.S. Al-A’raaf : 54)

Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Membiasakan tepat waktu menghadiri undangan, rapat. Tepat waktu dalam menunaikan amanah. Tepat waktu dalam janji yang diucapkan. Disiplin dalam menegakkan sholat, dan seterusnya.

2. Kepastian

Surat ini mengajarkan kepada kita, bahwa hidup itu kepastian, bukan perkiraan apalagi abal-abal. Gerhana matahari dan bulan tepat datang dan berakhirnya, bahkan terhitung sampai detik perdetik. Waktu sholat lima dan sunnah juga telah ditentukan mulai dan batasnya. Perjalanan kereta api dan pesawat bisa dipastikan keberangkatan dan kedatangannya. Bahkan sekarang ada maps menemani perjalanan kita.

Masihkah kita ragu-ragu dalam menjalankan aktifitas? Mati itu pasti, kita hanya berupaya agar berakhir khusnul khotimah. Rizqi sudah terjamin, namun kita pastikan usaha dan jalannya dalam ridho-Nya. Celaka dan bahagia keniscayaan, namun kita berupaya memilih yang terbaik.

Inilah ayat Allah, bukti bahwa Allah menciptakan apa yang ada di langit-bumi, dengan penuh kepastian.

"Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui," Surat Yunus ayat 5.

3. Perencanaan

Lihatlah desaign dan perencanaan Allah. Tidak ada celah dan cacat sedikitpun.

Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? (QS. [67] Al-Mulk : 3)

Melakukan kegiatan sehari-hari, harus diawali dengan perencanaan. Tidak asal berjalan, tidak setengah-setengah, tapi sepenuh jiwa. Perencanaan menentukan tingkat kesuksesan.

Semisal, merencanakan rapat/meeting. Apa yang perlu disiapkan? Siapa yang bertanggungjawab? Siapa pesertanya? Sudah siapkan bahan rapat?. Semakin besar kegiatan, semakin matang perencanaan. "Kegagalan perencanaan, seperti merencanakan kegagalan," demikian kata ahli manajemen.

4. Produktifitas

Menghabiskan waktu dan menggunakan waktu itu sangat berbeda. Ada orang berpuasa, seharian di dalam kamar, mendengarkan musik, setelah itu ngabuburit, menjelang adzan maghrib pulang. Ini kategori sekedar menghabiskan waktu. Di waktu yang sama, ada temannya yang sudah menamatkan tilawah 5 juz, membaca buku 10 halaman, membersihkan kamar.

“Ada dua nikmat, di mana banyak manusia tertipu di dalamnya, yakni kesehatan dan waktu luang.” (HR Bukhari)

Setiap kita memiliki 24 jam, tidak kurang dan tidak lebih. Tentang pemanfaatannya tergantung kemampuan mengelola individu yang bersangkutan. Ada orang yang memiliki waktu sempit, tapi bisa melakukan banyak hal.

Apakah waktu kita penuh keberkahan? Mari muhasabah diri. Jangan sampai kita menyesal, setelah semua berlalu!!

InsaAllah berlanjut ke kajian berikutnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Aktifis Muhammadiyah. Saat ini aktif menulis dan editor beberapa buku. Juga mengelola beberapa channel kajian di telegram.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Ekspresikan Dengan Buku

Image

Menjadi Bangsa yang Terdidik

Image

Sepucuk Malam

Image

Mp3 Juice: Converter Paling Gampang 2022 Hanya Masukkan Link

Image

Peradaban Buku

Image

Waspada Saat Libur, Kalapas Kelas I Palembang Periksa Kesiapan Petugas Pengamanan

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image