Mengenal Surat Roya dan Fungsinya!

Image
SUGENG
Eduaksi | Saturday, 12 Jun 2021, 20:47 WIB
Surat roya sangatlah penting dilakukan sebab sertifikat yang dimiliki tidak akan bernilai karena masih sepenuhnya milik bank. (Foto: SG)

JAKARTA, Retizen - Surat roya adalah dokumen yang penting dan bermanfaat untuk bukti beban hutang kredit rumah. Dokumen ini sangat penting yang menyatakan bahwa utang kredit dari cicilan rumah yang dilakukan sudah berakhir.

BACA JUGA: Rumah Subsidi Jadi Pendongkrak Pasar Properti 2021

Kemudian, surat roya juga tidak dikeluarkan secara otomatis ketika cicilan KPR selesai karena suratnya tidak dikeluarkan oleh pihak bank, namun diterbitkan oleh kantor BPN sehingga harus mengurusnya secara mandiri.

Sesuai dasar hukum yang diatur melalui UU No.4 Tahun 1996 terkait Hak Tanggungan Atas Tanah dan Benda yang Berkaitan dengan Tanah, roya merupakan pencoretan pada buku tanah Hak Tanggungan dikarenakan hak tanggungan telah dihapus.

BACA JUGA: Apartemen di Depok Kurang Diminati Konsumen, Ini Penyebabnya!

Sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) UU Hak Tanggungan, penghapusan ini didasarkan atas dihapusnya utang yang dijamin dengan Hak Tanggungan, dilepaskannya Hak Tanggungan oleh pemegang Hak Tanggungan, pembersihan Hak Tanggungan menurut penetapan peringkat oleh Pengadilan Negeri, serta dihapuskan hak atas tanah yang dibebani Hak Tanggungan.

Fungsi surat roya sangat penting. Berangkat dari legalitas di atas, maka pembuatan surat roya sangatlah penting dilakukan sebab sertifikat yang dimiliki tidak akan bernilai karena masih sepenuhnya milik bank atau kreditur dan dianggap sebagai jaminan hutang.

Oleh sebab itu, debitur wajib mengurus pembuatan surat roya setelah melunasi KPR di mana prosesnya sendiri bisa dilakukan secara mudah dan cepat.

BACA JUGA: Industri Properti Bakal Kembali Bangkit

Kemudian bagaimana cara mengurusnya? Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengurus surat roya. Pertama, bisa mendatangi kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terdekat dengan membawa dokumen, seperti:

- Surat permohonan surat roya (lampiran 13).

- Dokumen sertifikat tanah asli.

- Dokumen sertifikat hak tanggungan asli.

- Satu lembar fotokopi KTP.

- Surat permohonan roya dari bank yang diberikan saat pelunasan KPR.

Selanjutnya, bisa menyerahkan dokumen tersebut kepada petugas dan memasukkan seluruh dokumen ke dalam map berwarna oranye yang tersedia di koperasi ATR/BPN. Sementara itu, biaya kepengurusannya sendiri sebesar Rp50.000. Nah, begitulah pengertian surat roya hingga tata cara pengurusannya semoga bermanfaat. Selamat mencoba!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Artikel Lainnya

Image

Pembelajaran Abad 21

Image

Tim Misi Kemanusiaan feat OSIS SMA Malahayati, Berbagi Masker Gratis Untuk Masyarakat

Image

Partai Politik: Dapatkah Memperkuat Demokrasi?

Image

Beli Rumah Secara Online, Tidak Cocok Uang Booking Bisa Direfund 100%

Image

Perkuat Ketahanan Pangan, Provinsi Banten Perluas 37 Hektare

Image

3 Langkah Mudah Menebus Saham Right Issue dan Warrant

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image