Industri Properti Bakal Kembali Bangkit

Image
SUGENG
Bisnis | Saturday, 12 Jun 2021, 09:50 WIB
Pengembang perumahan optimis karena permintaan hunian terus meningkat. (Foto: SG)

JAKARTA, Retizen - Seiring gencarnya upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Virus Corona melalui program vaksinasi, membuat kalangan pengembang ikut optimis mendongrak pasar properti.

Direktur Komersial PT. Adhouse Clarion Event Helmi meyakini, dipertengahan tahun 2021 ini industri properti membuktikan akan kembali bangkit.

"Hal itu terlihat tingginya antusias pengembang perumahan yang ikut sebagai peserta Indonesia Properti Expo di Jakarta Covention Center (JCC) pada 14 - 22 Agustus 2021 mendatang," ungkap Helmi kepada Retizen di Jakarta, Sabtu (12/6/2021).

Menurutnya, ajang pameran properti bekerjasama dengan Bank BTN tesebut bertepatan pada momen di bulan Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia. "Momen ini akan menjadi tonggak sejarah bangkitnya kembali industri properti setelah dihantam pandemi yang melanda di tanah air," tambah Helmi.

Helmi meyakini, para pelaku industri properti akan mampu mendongrak penjualan melalui ajang pameran properti tersebut.

"Saya optimis masyarakat masih merindukan event offline, apalagi sejak pandemi bagi mereka yang belum dapat hunian inilah momen tepat untuk mencari rumah idaman," ujarnya.

Kendati demikian, Helmi menegaskan, event yang akan berlangsung selama 9 hari tersebut akan tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes).

"Jadi sirkulasi pengunjung pameran tetap akan diatur oleh penyelenggara yang telah berkoordinasi dengan satgas Covid-19 serta membatasi sirkulasinya hanya 300 orang," katanya.

Secara terpisah, rasa optimis terkait pulihnya industri properti juga dibeberkan Marketing Manager PT. Sri Pertiwi Sejati (SPS) Tuti Mugiastuti.

"Saya optimis pasar properti akan kembali pulih, walaupun bisa kita sadari setiap keputusan tak lepas dari tanganan dan resiko," katanya.

Dalam kesempatan itu, Tuti juga menanggapi adanya backlog (angka kebutuhan rumah) yang masih terganjal oleh kondisi pandemi.

Ia mencontohkan kebutuhan rumah sederhana bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih begitu besar, tapi kalau cicilan rumah sangat terjangkau dipastikan bagi yang belum memiliki hunian akan mampu beli rumah sendiri.

Lebih lanjut dikatakan Tuti, membangun rumah sederhana tidak akan habis peminatnya karena konsumen di segmen ini terus meningkat.

"Selama masih ada cinta, selama masih ada pernikahan, berarti rumah akan laku terus. Maka saya menyebut rumah sederhana adalah proyek cinta karena pernikahan akan mendorong orang memiliki rumah sendiri," pungkasnya.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Optimis Raih AIPT Unggul, Unismuh Gelar Rapat Evaluasi Persiapan Akreditasi

Image

Peduli Banjir Pati, Wadja Group Salurkan Bantuan Logistik

Image

Bantu Korban Gempa Cianjur, Mapala Umri Salurkan Bantuan Donasi dan Kirim Relawan

Image

Darurat Penggunaan Gadget pada Anak, Ibu Profesional Depok Ajak Orang Tua Melek Teknologi

Image

Kegiatan Ibadah Rohani Kristen Di Lapas Brebes

Image

Gelar Expo Program Wirausaha Merdeka, Unismuh Sukses Cetak Ribuan Enterpreneur Baru

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image