Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Justin Philip

Nuansa Alam dalam Ruangan: Ketika Prinsip Biofilik Menjadi Desain Rumah Impian

Properti | 2025-12-20 10:50:47

Apakah anda pernah mendengar tentang konsep Biofilik? Inovasi desain ini memang cukup populer pada saat ini, terutama seiring dengan kesadaran akan pentingnya nuansa alam dalam hunian. Desain biofilik berfokus untuk memadukan konsep alam dengan manusia melalui sebuah ruang tinggal. Berbeda dengan gaya natural, desain biofilik memiliki ikatan yang lebih kuat dengan alam. Hasilnya tentu membuat hunian menjadi lebih nyaman dan menenangkan.

Kabar baiknya, Anda dapat menciptakan lingkungan yang mampu meningkatkan kenyamanan rumah dengan mengintegrasikan elemen-elemen alami, salah satunya melalui penerapan konsep biophilic design! Konsep biofilik merupakan desain arsitektur yang semakin disukai. Lalu, apa saja sisi menarik yang mencuri perhatian banyak orang?

Mari jelajahi lebih dalam mengenai desain biofilik dan penerapannya melalui artikel berikut ini!

Manfaat Biofilik

Tahukah anda bahwa eksperimen yang dilakukan oleh Chelsea Flower Show di Amerika Serikat menemukan bahwa para staff kantor mereka yang diberi kesempatan untuk mengambil keputusan di dalam kantor yang dipenuhi oleh tanaman buatan (artifisial) dengan ruangan yang bernuansa hijau ternyata mengalami peningkatan hormon kebahagiaan (Well Being Healthiness) sebesar 47% serta peningkatan kreativitas sebesar 45% dan produktivitas kerja sebesar 38%.

Penelitan dari Universitas Harvard di Massachuset, Amerika serikat turut mendukung penelitian diatas dengan menunjukkan bahwa para pekerja yang menghabiskan waktu antara 20 hingga 30 menit di lingkungan hijau sesudah bekerja, sambil berinteraksi dengan alam seperti menginjak rumput atau bebatuan, mengalami penurunan kadar hormon penyebab stress secara signifikan.

Melihat beberapa hasil penelitian diatas, dapat dipastikan bahwa desain biofilik sangat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih kreatif dan produktif serta meningkatkan kesehatan mental, sebuah kebutuhan psikologis yang sangat penting bagi para pekerja kantoran saat ini bukan?

Prinsip Utama Desain Biofilik

Nuansa alami dan fresh dalam sebuah ruangan dapat ditunjang melalui keberadaan 3 prinsip dasar biofilik. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berfokus pada keindahan semata, namun juga proyek atau desain pembangunan yang berkelanjutan serta manfaat nyata dari hubungan antara manusia dan alam melalui media ruangan. Ketiga prinsip tersebut antara lain:

 

  • Mengintegrasikan Elemen Alam dalam Desain (Nature in Space)
Ilustrasi Nature in Space. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Nature in Space merupakan salah satu prinsip yang paling mudah untuk diterapkan di tempat kerja maupun ruang hunian. Penerapannya bisa sesederhana meletakkan tanaman pot di atas meja kerja, atau mungkin bila mempunyai dana lebih, anda dapat menggunakan desainer interior dalam merancang ruangan anda yang langsung terinspirasi dari alam. Pada dasarnya, semakin banyak penerapan elemen-elemen biofilik dalam suatu ruangan maka hasilnya tegak lurus pada semakin tingginya efek psikologis yang didapatkan dari melihat atau merasakan elemen-elemen tersebut.

 

  • Prinsip Desain Berbasis Alam (Nature Analogues)
Ilustrasi Nature Analogues. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Biophilik juga dapat berarti mewujudkan pendekatan desain yang membawa pola dan kompleksitas alami ke dalam desain interior. Hal ini dapat diwujudkan melalui motif biomorfik. Motif tersebut menyerupai bentuk-bentuk alami seperti daun, gelombang, atau sarang lebah. Tak lupa penggunaan tekstur yang menyerupai elemen alam, seperti kayu kasar atau batu alam. Variasi ini memberikan kesan dinamis yang membuat ruang terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Namun, penerapannya tidak hanya berhenti sampai di situ. Keterkaitan dengan alam juga dapat mencakup kehadiran hewan, seperti akuarium ikan, anjing rumahan, atau hewan peliharaan lainnya. Selain itu, pemandangan ke arah alam dari dalam bangunan, pencahayaan alami, serta akses langsung ke alam seperti halaman dalam ruangan (courtyard), taman, dan ruang terbuka hijau (RTH) yang ditanami juga termasuk dalam kategori ini. Hubungan langsung dengan alam inilah yang memberikan dampak psikologis paling kuat bagi manusia.

Selain koneksi visual dengan alam, aspek koneksi non-visual juga memberikan dampak yang tak kalah kuatnya. Beberapa contoh penerapannya yang mudah dilakukan antara lain; menghadirkan suara air yang mengalir melalui air mancur buatan di sebuah ruangan, atau angin sepoi-sepoi sebagai aliran udara alami melalui jendela yang terbuka. Selain itu, penggunaan sentuhan atau tekstur alami sebagai pengaruh sensorik seperti elemen kayu dan batu serta memperkaya ornament alami pada ruangan turut memberikan dampak yang signifikan pula dalam prinsip ini.

 

  • Kondisi Spasial dan Alamiah (Nature of the Space)
Ilustrasi Nature of the Space. Foto: Rawpixel.com/Shutterstock

Prinsip ini berfokus pada desain lingkungan yang memberikan rasa aman (perlindungan/refuge) sekaligus kemampuan untuk mengamati (pandangan/prospect) dan meniru preferensi habitat alami manusia. Secara intuitif, kita tertarik pada lingkungan hunian yang dapat mendukung pekerjaan kita. Oleh karena itu, kondisi spasial dan alamiah hadir sebagai ruang yang menyediakan perasaan luas atau lapang, sehingga kita dapat berpikir secara fresh atau merasa lega. Contohnya, lapang sabana dengan pemandangan terbuka berupa padang rumput yang luas serta adanya sumber air seperti danau atau pemandangan laut yang dianggap sebagai pemandangan yang paling menarik bagi manusia.

Terinspirasi dari konsep tersebut, tercetuslah ide yang saat ini sedang digemari khususnya oleh masyarakat Indonesia, yaitu Open Space Design. Open Space design berarti menghadirkan suatu ruangan/hunian tanpa sekat yang memberikan kesan lapang dan luas, sehingga hunian sempit dapat terasa lega dalam kondisi minimalis. Saat ini, open space design sangat digemari oleh keluarga muda yang memilih rumah subsidi sebagai hunian minimalis mereka.

Kesimpulan

Tiga pilar dalam Desain Biophilik saling bekerja secara berkaitan dan tidak ada yang lebih “next level” antara satu dengan yang lain. Sebaliknya, ketiganya berperan sangat penting dan saling melengkapi dalam perancangan desain interior. Ingatlah untuk mempertimbangkan pendekatan multisensorik, dengan menggunakan material alami beserta teksturnya, aliran udara, hingga menghadirkan suara-suara natural seperti angin atau serangga malam.

Selain aspek-aspek tersebut, menghadirkan elemen hijau ke dalam ruang sering kali menjadi cara yang paling mudah untuk menghadirkan elemen biofilik. Hal ini dapat dilakukan sendiri dalam skala kecil, hingga anda menjadikan desain biofilik sebagai konsep utama perencanaan hunian/tempat kerja anda!

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image