Ketahui Bahayanya disini, Narkoba jenis Putaw
Info Terkini | 2022-03-30 17:05:30
Sudah beberapa kali penyanyi dan pemusik Fariz RM tertangkap karena menggunakan heroin. Heroin adalah jenis narkoba yang juga populer dengan sebutan putau. Efek kecanduan yang ditimbulkan putaw memang dahsyat. Tanpa perjuangan keras mengikuti rehabilitasi narkoba, mustahil pecandu dapat lepas dari jeratnya. Lalu apa saja efek buruk menggunakan heroin?
Sumber artikel cek disini
Cek juga artikel Efek Samping Berbahaya Putau
Ketahui juga apa itu petidin
Baca juga narkoba jenis lsd dan bahayanya disini
Pusat rehabilitasi narkoba hadir untuk membantu korban penyalahguna pulih, untuk hidup lebih baik.
Heroin adalah obat yang sangat adiktif. Sebagaimana morfin, heroin memiliki efek narkotika yang kuat dan bisa membuat penggunanya linglung. Heroin alias putaw memberikan perasaan bahagia dan mampu meredam rasa sakit fisik dan mental. Karena tubuh cepat terbiasa dengan zat tersebut, pecandu membutuhkan lebih banyak dan lebih banyak lagi dosis agar mendapatkan efek yang sama. Hal itulah yang berpotensi memperbesar peluang overdosis. Selain itu, gejala putus obat atau sakau yang parah membuat penggunanya sulit untuk berhenti.
Heroin terbuat dari ekstrak tanaman poppy. Opium mentah diekstraksi dari jus kering dan diproses menjadi heroin. Heroin terlihat seperti bubuk abu-abu atau coklat. Kadang-kadang tersedia sebagai zat lengket hitam (heroin tar hitam) atau sebagai gumpalan keras. Beberapa nama umum untuk obat terlarang ini seperti: horse, smack, junk atau brown. Kualitas heroin bisa sangat bervariasi tergantung dari mana asalnya dan cara pembuatannya. Setiap tahun banyak orang meninggal karena overdosis heroin.
Heroin memberikan perasaan euforia, lebih kuat dibandingkan dengan jenis opiat lainnya. Obat ini memiliki efek pada sistem otak dan mematikan rasa sakit fisik. Hal tersebut yang membuat peluang kecanduan heroin sangatlah tinggi. Selain perasaan euforia, penggunaan heroin juga memiliki banyak efek yang tidak menyenangkan. Misalnya, pengguna mengalami mulut kering, menderita hot flashes dan juga kantuk. Narkoba juga bisa membuat sulit untuk berpikir jernih. Secara fisik, heroin juga bisa menyebabkan mual dan gatal. Namun efek penggunaan heroin yang paling mengancam jiwa adalah memperlambat detak jantung dan pernapasan.
Selain overdosis, ada risiko kesehatan serius lainnya yang terkait dengan penggunaan heroin. Misalnya, dapat menyebabkan keguguran dan bila disuntikkan dapat menyebabkan penyakit menular seperti hepatitis dan HIV. Penggunaannya yang kronis juga dapat menyebabkan:
- pembuluh darah pecah
- infeksi perikardium atau katup jantung
- abses
- sembelit dan kram usus
- kerusakan hati atau ginjal
- penyakit paru-paru, seperti pneumonia
Selain efek obat itu sendiri, heroin sering juga dicampur dengan berbagai zat (yang terkadang beracun). Itu akan menimbulkan risiko tambahan seperti penyumbatan pembuluh darah dan kerusakan serius pada organ. Juga, pecandu heroin sering kehilangan nafsu makan. Malnutrisi yang dihasilkan pada gilirannya akan menyebabkan penyakit lain.
Salah satu efek jangka panjang heroin yang paling merusak adalah kecanduan itu sendiri. Tubuh pecandu akan membangun toleransi yang tinggi, yang menciptakan dorongan kuat untuk menggunakan lebih banyak dan lebih sering. Saat berhenti, gejala sakau akan parah. Pada pecandu yang telah sering menggunakan heroin untuk waktu yang lama, gejala sakau pertama muncul setelah beberapa jam dari asupan terakhir.
Beberapa gejala sakau heroin meliputi:
- keinginan yang kuat untuk mengkonsumsi narkoba.
- kegelisahan
- nyeri tulang dan otot
- insomnia
- diare
- muntah,
- kedinginan
- kejang
Gejala sakau heroin terburuk terjadi antara 48 dan 72 jam setelah asupan terakhir dan secara bertahap mereda setelah sekitar satu minggu. Penghentian penggunaan akut pada individu yang sangat kecanduan dalam kondisi fisik yang buruk akan mengancam jiwa. Itulah mengapa penting bagi pengguna untuk mencari bantuan dari seorang profesional ketika mereka kecanduan heroin. Pengguna akan dipantau oleh para profesional selama periode kritis. Gejala-gejala fisik dari pantang dengan demikian sebagian besar dapat diatasi dengan perawatan medis (detoksifikasi).
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
