Menata Kembali Asa di Antara Puing Kebakaran Batu Ceper
Info Terkini | 2026-10-22 11:12:44JAKARTA, — Enam belas hari setelah kebakaran melanda permukiman padat di Jalan Batu Ceper, Kelurahan Kebon Kelapa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, warga masih terus berupaya memulihkan kehidupan mereka di sekitar lokasi terdampak. Sejumlah warga terlihat memilah material bangunan serta membersihkan sisa-sisa puing kebakaran yang melahap tempat tinggal mereka.
Kebakaran hebat yang terjadi pada Senin (31/8/2026) lalu menghanguskan sedikitnya 114 rumah dan berdampak pada 310 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 880 jiwa. Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kerugian materiil membuat ratusan warga kehilangan tempat bernaung.
Aktivitas pembersihan puing menjadi gambaran ketabahan warga di tengah duka. Dengan peralatan seadanya seperti palu dan linggis, warga bergotong royong memecah coran beton serta mengumpulkan sisa batu bata yang masih bisa dimanfaatkan.
Salah seorang warga terdampak yang ditemui di lokasi, tampak telaten membersihkan sisa semen dari tumpukan bata merah. Ia mengungkapkan bahwa pembersihan ini dilakukan secara swadaya sembari menunggu kepastian bantuan pembangunan kembali.
"Ya begini mas, kita bersihkan pelan-pelan mana bata yang masih utuh dan bisa dipakai lagi nanti. Kalau cuma diam saja kan sedih, jadi mending bergerak sambil rapi-rapi sisa rumah," ujar Warga saat diwawancarai di lokasi.
Di sudut lain area pemukiman, sebagian warga yang rumahnya rusak total terpaksa mendirikan tenda darurat atau memanfaatkan sisa dinding bangunan yang masih berdiri sebagai tempat berlindung sementara dari terik matahari dan hujan.
Warga terdampak lainnya, menceritakan beratnya bertahan hidup di tengah keterbatasan fasilitas dan tempat tinggal darurat pascakebakaran.
"Barang-barang habis semua tak bersisa, cuma baju di badan pas kejadian. Sekarang ya tidur beralas seadanya dulu di bawah terpal. Harapan kami cuma satu, semoga ada bantuan modal atau perbaikan rumah dari pemerintah supaya kami punya tempat tinggal yang layak lagi," tutur Warga Setempat.
Di beberapa titik, garis polisi masih terpasang membatasi lokasi terdampak. Puing-puing material bangunan berupa seng, pecahan bata, dan kayu berarang masih memenuhi gang-gang sempit di kawasan padat penduduk tersebut.
pascakebakaran, proses pemulihan sosial dan fisik di Jalan Batu Ceper belum sepenuhnya selesai. Namun, di tengah sisa puing dan reruntuhan, warga perlahan-lahan mulai menata kembali lingkungan, mencari nafkah, dan merajut kembali harapan masa depan mereka.
Penulis: Raja Ravanda
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
