Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Azzahra SaskiyahPutri

Kesulitan Siswa dalam Mengemukakan Pendapat di Kelas

Sekolah | 2026-10-12 15:17:11

Kesulitan Siswa dalam Mengemukakan Pendapat di Kelas, Apa Penyebabnya?Pentingnya Keberanian Menyampaikan Pendapat

Saat proses pembelajaran berlangsung, siswa tidak hanya perlu memahami materi yang dijelaskan oleh guru, tetapi juga perlu memiliki keberanian untuk menyampaikan ide atau pendapatnya. Kemampuan ini penting karena dapat membantu siswa belajar berpikir lebih terbuka, membangun rasa percaya diri, dan melatih cara berkomunikasi dengan orang lain.
Meskipun begitu, masih banyak siswa MI/SD yang merasa kurang nyaman ketika harus berbicara di depan kelas. Kondisi ini sering terlihat ketika guru memberikan pertanyaan, saat diskusi kelompok, atau ketika siswa diminta menjelaskan hasil pemikirannya di depan teman-temannya.

Siswa yang memilih untuk diam bukan berarti tidak memiliki pemahaman terhadap materi. Ada kemungkinan mereka sebenarnya mengetahui jawabannya, tetapi masih merasa ragu untuk berbicara. Rasa takut jika jawabannya salah, khawatir mendapat komentar dari teman, atau kurang yakin terhadap kemampuan diri sering menjadi alasan siswa enggan menyampaikan pendapat. Karena itu, keberanian berbicara perlu dibangun melalui proses pembelajaran yang membuat siswa merasa aman dan dihargai.

Penyebab Siswa Mengalami Kesulitan Berpendapat

Kesulitan siswa dalam mengemukakan pendapat dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah rendahnya rasa percaya diri. Siswa terkadang sudah memiliki ide, tetapi memilih menyimpannya karena takut pendapatnya berbeda atau dianggap kurang tepat.

Selain rasa percaya diri, kemampuan dalam menyusun kata-kata juga menjadi tantangan bagi sebagian siswa. Mereka mungkin memahami isi materi, tetapi belum terbiasa menjelaskan pemikirannya secara lisan. Oleh sebab itu, kemampuan berbicara perlu sering dilatih melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung.

Penelitian Elvina, Efendi, Putri, dan Safrudin (2023) menjelaskan bahwa strategi Video Comment dapat membantu meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar. Melalui strategi tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan gagasan dengan cara yang lebih menarik sehingga mereka dapat lebih terbiasa dalam mengutarakan pendapat.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Astuti, Sukamto, dan Purnamasari (2023) bahwa kegiatan diskusi kelompok dapat membantu siswa menjadi lebih aktif dalam menyampaikan pemikiran. Melalui diskusi, siswa dapat bertukar pendapat dengan teman terlebih dahulu sebelum berbicara di depan kelas. Hal ini membuat siswa memiliki waktu untuk mempersiapkan ide sehingga lebih percaya diri ketika menyampaikan hasil diskusi.

Selain faktor dari diri siswa, lingkungan kelas juga dapat memengaruhi keberanian mereka. Kelas yang membuat siswa takut salah atau takut mendapatkan ejekan dapat menyebabkan mereka memilih diam. Akibatnya, guru menjadi lebih sulit mengetahui apakah siswa sudah memahami materi atau masih membutuhkan bantuan.

Upaya Meningkatkan Keberanian Siswa dalam Berpendapat

Untuk membantu siswa lebih berani berbicara, guru dapat memberikan kesempatan secara bertahap. Siswa tidak harus langsung diminta menyampaikan pendapat di depan seluruh kelas, tetapi dapat memulai dari kegiatan sederhana seperti berbicara dengan teman sebangku atau berdiskusi dalam kelompok kecil.

Kebiasaan untuk berdiskusi dan menyampaikan pendapat secara rutin dapat membantu siswa menjadi lebih terbiasa. Selain itu, guru juga perlu memberikan apresiasi terhadap usaha siswa ketika mereka berani mencoba. Dukungan sederhana dari guru dapat membuat siswa merasa bahwa pendapat mereka dihargai.

Pembelajaran yang melibatkan keaktifan siswa juga menjadi salah satu cara untuk melatih kemampuan komunikasi. Kegiatan seperti diskusi, tanya jawab, dan presentasi dapat memberikan ruang bagi siswa untuk belajar menyampaikan gagasan.

Lestari (2023) menjelaskan bahwa model pembelajaran Think Pair Share dapat digunakan untuk melatih keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat. Melalui model ini, siswa memiliki kesempatan untuk berpikir secara mandiri, berdiskusi dengan pasangan, kemudian menyampaikan hasil pemikirannya. Tahapan tersebut membantu siswa lebih siap karena mereka sudah memiliki waktu untuk menyusun ide sebelum berbicara.

Guru juga perlu memberikan tanggapan yang membangun ketika siswa menyampaikan pendapat. Jika jawaban yang diberikan belum tepat, guru dapat membantu mengarahkan tanpa membuat siswa merasa takut untuk mencoba kembali.

Keberanian Berpendapat Perlu Dilatih Sejak DiniKemampuan menyampaikan pendapat merupakan keterampilan yang penting untuk dikembangkan sejak sekolah dasar. Keterampilan ini tidak hanya membantu siswa dalam kegiatan belajar, tetapi juga berguna dalam kehidupan sehari-hari.Keberanian berbicara membutuhkan latihan dan dukungan dari lingkungan sekitar.

Dengan adanya kesempatan untuk mencoba, suasana kelas yang nyaman, serta dukungan dari guru dan teman, siswa akan lebih terbiasa dalam menyampaikan pendapat. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya menjadi tempat untuk memahami materi, tetapi juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan dirinya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image