Palestina Terkini, Bukti Solusi Dua Negara Hanya Ilusi
Politik | 2026-10-11 23:39:13
Palestina Terkini, Bukti Solusi Dua Negara Hanya Ilusi
Septa Anitawati, S.I.P.Founder SMP SMA Tahfizh Khoiru Ummah Purwakarta dan Alumnus FISIPOL UGM
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir mengklaim bahwa seluruh tiga wilayah administratif di Tepi Barat adalah “milik Israel . Berdasarkan Kesepakatan Oslo II 1995, Tepi Barat dibagi menjadi Area A, B, dan C. Area A berada di bawah kendali penuh Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali sipil Palestina dan kendali keamanan Israel. Area C, yang mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat, berada di bawah kendali penuh Israel. Tetapi Ben-Gvir menyatakan area A, B, dan C adalah milik zionis Israel (minanews.net/11/10/2026).
Analisis ProblematisSetidaknya terdapat tiga hal penting analisis dari fakta di atas. Pertama, keinginan Zionis Israel yang sebenarnya adalah menguasai seluruh wilayah Palestina termasuk Tepi Barat dan Gaza demi mewujudkan Israel Raya. Namun semua keinginan tersebut dibalut dengan perundingan demi perundingan tak berujung. Untuk menutupi maksud yang sebenarnya.
Kedua, genosida, penghancuran Gaza, perampasan pemukiman Palestina di Tepi Barat, pembakaran puluhan masjid di Tepi Barat, pendudukan komplek Al Aqsha, pengusiran penduduk dari rumahnya, pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap para wanita, perilaku keji terhadap anak-anak adalah kejahatan besar zionis Israel kepada Islam dan umat Islam. Bukan sekedar pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
Ketiga, solusi dua negara yang digembar-gemborkan oleh Amerika Serikat (AS), negara Sekutu dan para penguasa negeri muslim hanyalah kebohongan dan ilusi. Tak akan menjadi solusi yang hakiki. Hal tersebut hanyalah kedok atas penguasaan negara kafir terhadap Islam dan umat Islam.
Solusi Konstruktif dan KomprehensifDari analisis problematis tersebut maka kita temukan lima hal penting solusi yang konstruktif dan komprehensif berikut. Pertama, meyakinkan umat Islam dan masyarakat internasional, membuka kesadaran mereka, bahwa Zionis Israel benar-benar akan merampas seluruh wilayah Palestina. Demikian pula menyempurnakan genosida dan pengusiran demi mewujudkan impiannya yakni terbentuknya Israel Raya.
Mengapa Zionis Israel begitu berani penuh percaya diri untuk mewujudkan impiannya? Padahal pada masa Khilafah IsIam, mereka menyuap pun tak digubris oleh Khalifah. Karena tanah itu adalah milik kaum muslimin. Namun setelah Khilafah runtuh, tak ada lagi sang pelindung bagi tanah kaum muslimin.
Kedua, kejahatan Zionis Israel tidak bisa ditolerir. Solusinya tentu bukan melalui two state solution (solusi dua negara). Karena jelas merupakan penindasan dan penjajahan episode kedua. Beranjak dari satu penjajahan ke penjajahan berikutnya. Juga tidak bisa dengan jalur diplomasi. Namun wajib diperangi dengan menerapkan syariat, berupa jihad fii sabilillah sekaligus mengusir mereka dari bumi Palestina telah dirampas secara keji. Sebagaimana dalam Al-Quran surat Al-Baqarah aya 120. Orang-orang Nasrani dan Yahudi tidak akan pernah selamanya ridho terhadap kaum muslimin sampai kaum muslimin mengikuti milah atau gaya hidup mereka.
Ketiga, memahami bentuk pengkhianatan para pemimpin negara Arab, dengan kepatuhan yang mereka lakukan terhadap orang dan sistem yang jelas-jelas memusuhi IsIam dan kaum muslimin. Yakni bertemu Netanyahu dengan segala bentuk diplomasi. Sebagaimana dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 141. Dan janganlah menjadikan kaum kafir menguasai kaum muslimin. Dari sini jelas, Allah mengharamkan orang dan sistem kufur menyetir kaum muslimin.
Keempat, jihad melawan Zionis Israel hanya bisa sempurna jika ada persatuan umat Islam. Dan tentunya di bawah kepemimpinan yang mampu menyatukan kaum muslimin. Bukan seperti yang terjadi sekarang. Tercerai berai karena sistem kepemimpinannya bukan berasal dari Sang Pencipta. Jika sesuai dengan apa yang diridhoi oleh Allah, dengan keseluruhan sistem yang sempurna, di bawah naungan Khilafah Islamiyah 'ala minhajin nubuwwah, persatuan umat IsIam akan terwujud. Penjajahan disingkirkan dengan mudah dan saudara-saudara di belahan bumi manapun akan terlindungi.
Inilah IsIam rahmatan lil'alamin. IsIam tidak hanya mengasihi warga negara yang beragama Islam. Namun juga mengayomi warga negara non-muslim dengan ketundukannya terhadap hukum publik. Sementara dalam hukum individu, negara membiarkan non-muslim beragama sesuai keyakinannya.
Kelima, perjuangan menegakkan Khilafah menjadi sangat penting untuk menggerakkan Jihad fii sabilillah. Hal ini terbukti dari sekian gerakan internasional yang tak berhasil menembus pertahanan militer kekuasaan yang menghalangi sampainya bantuan bahkan sekedar bantuan makanan dan kesehatan agar bertahan hidup. Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana mengubah kondisi jahiliyah, kemusyrikan, penyembahan berhala, kejahatan dan kedzaliman menjadi pentauhidan dan penyempurnaan syariat IsIam secara kaffah.
Ada tiga tahapan yang beliau lakukan bersama para shahabat untuk perubahan. Pertama, tahapan pembinaan dan pengkaderan. Kedua, tahapan interaksi dengan masyarakat dan perjuangan. Ketiga, tahapan pelaksanaan seluruh hukum IsIam secara sempurna. Laqad kaana lakum fii Rasulillahi uswatun hasanatun. Sungguh pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam perubahan sistem. Wallahu a'lam bish-shawab.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
