Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image siti rusmiyati

Bukan Sekadar Cek Resi: Begini Peran Teknologi Digital dalam Layanan JT Express

Teknologi | 2026-10-09 18:37:03

Oleh: Muhammad Fairuz Dhiyaz, Siti Rusmiyanti, dan Siti Sopiah

Pernahkah kamu membuka aplikasi atau situs pelacakan berkali-kali hanya untuk memastikan paket yang ditunggu sudah sampai di mana? Kebiasaan sederhana ini menunjukkan bahwa teknologi digital telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam layanan pengiriman barang.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat dan praktis, perusahaan logistik dituntut untuk terus beradaptasi. Pelanggan tidak hanya ingin barangnya sampai ke tujuan, tetapi juga ingin mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses pengiriman. Salah satu perusahaan yang memanfaatkan teknologi digital dalam layanan pengirimannya adalah J&T Express.

Namun, penggunaan teknologi dalam jasa pengiriman sebenarnya tidak hanya sebatas fitur untuk mengecek resi. Digitalisasi juga berperan dalam pengelolaan data paket, pendataan kendala pengiriman, hingga mendukung pekerjaan kurir di lapangan.

Teknologi Digital Memudahkan Pelanggan Memantau Paket

Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi yang paling mudah ditemukan dalam layanan J&T Express adalah sistem online tracking atau pelacakan paket secara daring.

Melalui sistem ini, pelanggan dapat memeriksa perkembangan status pengiriman tanpa harus datang langsung ke kantor layanan atau menghubungi petugas berulang kali. Informasi tersebut membantu pelanggan mengetahui tahapan perjalanan paket dan memberikan gambaran mengenai proses pengiriman yang sedang berlangsung.

Penelitian Huda dan Anisa (2020) membahas hubungan sistem pelacakan berbasis web, kualitas layanan elektronik, kepercayaan, dan kepuasan pengguna J&T Express. Kajian tersebut memperlihatkan pentingnya teknologi pelacakan dalam pengalaman pelanggan ketika menggunakan jasa pengiriman.

Meski demikian, sistem pelacakan tidak hanya dinilai dari kemudahan penggunaannya. Informasi yang ditampilkan juga perlu akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Apabila status paket tidak diperbarui secara tepat waktu, pelanggan bisa merasa khawatir dan mempertanyakan kualitas layanan yang diterima.

Karena itu, teknologi pelacakan perlu didukung oleh proses operasional yang tertata agar informasi yang diterima pelanggan benar-benar bermanfaat.

Pengelolaan Data Menjadi Bagian Penting dalam Pengiriman

Di balik informasi status paket yang dapat dilihat pelanggan, terdapat proses pengelolaan data yang tidak kalah penting. Setiap paket membutuhkan pencatatan agar pergerakannya dapat ditelusuri selama proses distribusi.

Pengelolaan data secara digital dapat membantu petugas mencari informasi, memantau status paket, serta menangani permasalahan yang muncul dalam proses pengiriman.

Hal ini sejalan dengan penelitian Murningsih dan Parini (2022) mengenai pengembangan aplikasi berbasis web untuk pendataan paket gagal kirim pada J&T Express CP Arvino Hessa.

Kajian tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan data paket yang mengalami kendala. Dengan pencatatan yang lebih terstruktur, informasi mengenai paket bermasalah dapat dikelola dengan lebih sistematis.

Dalam praktiknya, pendataan yang baik juga penting agar perusahaan dapat mengevaluasi kendala pengiriman. Ketika informasi tersedia dengan jelas, petugas memiliki dasar yang lebih baik untuk menelusuri permasalahan dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Artinya, digitalisasi tidak hanya bertujuan membuat layanan terlihat modern, tetapi juga membantu perusahaan mengelola proses kerja secara lebih terorganisasi.

Kurir Juga Membutuhkan Dukungan Teknologi

Selain pelanggan dan petugas pengelola data, kurir merupakan bagian penting dalam sistem pengiriman barang. Mereka berhadapan langsung dengan proses distribusi hingga paket diterima oleh pelanggan.

Agar pekerjaan berjalan dengan baik, kurir membutuhkan informasi yang jelas dan sistem pendukung yang memudahkan aktivitas operasional di lapangan.

Penelitian Nur dan Muqorobin (2020) membahas pengembangan aplikasi pendukung kerja bagi kurir J&T Express di cabang Juwiring, Klaten. Kajian tersebut memberikan gambaran mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung aktivitas kerja kurir.

Hal ini memperlihatkan bahwa penerapan teknologi dalam jasa pengiriman seharusnya tidak hanya berfokus pada layanan yang dilihat pelanggan. Kebutuhan tenaga operasional juga perlu diperhatikan karena mereka menjadi bagian langsung dari proses pengantaran.

Ketika sistem informasi dan aktivitas operasional dapat berjalan selaras, proses pengiriman berpeluang menjadi lebih terorganisasi. Namun, hasilnya tetap bergantung pada ketepatan data, kesiapan sistem, dan pengelolaan pekerjaan di lapangan.

Apakah Teknologi Selalu Menjamin Pengiriman Tepat Waktu?

Kemudahan melacak paket belum tentu berarti pengiriman akan selalu berlangsung tepat waktu. Sistem digital dapat memberikan informasi mengenai status paket, tetapi keberhasilan pengiriman juga dipengaruhi oleh pelaksanaan operasional.

Oetama, Susanto, dan Rizwannur (2024) mengkaji sistem pelacakan daring dan ketepatan waktu pengiriman dalam kaitannya dengan kepuasan pelanggan J&T Express di Sampit.

Kajian tersebut mengangkat dua aspek yang penting dalam layanan pengiriman, yaitu ketersediaan informasi dan ketepatan waktu. Keduanya perlu diperhatikan karena pelanggan membutuhkan kepastian mengenai perkembangan paket sekaligus berharap barang diterima sesuai dengan perkiraan waktu.

Oleh sebab itu, perusahaan perlu memastikan bahwa penggunaan teknologi berjalan beriringan dengan pengelolaan operasional yang baik. Sistem yang mudah digunakan akan lebih bermanfaat apabila didukung informasi yang akurat dan proses distribusi yang terorganisasi.

Teknologi juga dapat menjadi sarana evaluasi. Informasi mengenai status pengiriman dan keluhan pelanggan dapat membantu perusahaan mengenali bagian layanan yang masih perlu diperbaiki.

Digitalisasi Harus Diikuti Peningkatan Kualitas Layanan

Perkembangan teknologi telah mengubah cara perusahaan logistik mengelola informasi dan melayani pelanggan. Ricardianto dan rekan-rekannya (2023), misalnya, membahas digitalisasi dan kualitas layanan logistik pada perusahaan pelayaran nasional di Indonesia. Sementara itu, Albrecht dan rekan-rekannya (2023) mengkaji pemanfaatan teknologi digital dalam konsep Logistics 4.0.

Kajian-kajian tersebut memberikan konteks bahwa digitalisasi menjadi bagian dari perkembangan industri logistik yang lebih luas.

Dalam konteks J&T Express, pemanfaatan sistem pelacakan, aplikasi pendataan paket, dan teknologi pendukung kurir menunjukkan berbagai cara teknologi dapat membantu proses pengiriman.

Meskipun demikian, keberadaan teknologi saja tidak cukup untuk menjamin kepuasan pelanggan. Keandalan sistem, ketepatan informasi, kecepatan penanganan kendala, dan kualitas pelayanan tetap menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Perusahaan juga perlu mendengarkan tanggapan pengguna. Keluhan maupun pengalaman pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian layanan yang sudah berjalan baik dan bagian yang masih membutuhkan perbaikan.

Dengan demikian, digitalisasi sebaiknya dipandang sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar penggunaan aplikasi atau penerapan sistem baru.

Penutup: Teknologi dan Pelayanan Harus Berjalan Beriringan

Pemanfaatan teknologi digital pada J&T Express menunjukkan bahwa layanan pengiriman modern tidak hanya bergantung pada proses memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Di dalamnya terdapat kebutuhan untuk mengelola data, menyediakan informasi kepada pelanggan, dan mendukung pekerjaan kurir.

Sistem pelacakan membantu pelanggan mengetahui perkembangan paket, sedangkan teknologi pendukung operasional dapat membantu perusahaan mengelola informasi dan menangani kendala pengiriman secara lebih terstruktur.

Namun, teknologi tetap perlu diimbangi dengan ketepatan data, keandalan sistem, serta pelaksanaan operasional yang baik. Pada akhirnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh manfaat nyata yang dirasakan pelanggan.

Bagi industri logistik, tantangan ke depan bukan sekadar menyediakan layanan digital, melainkan memastikan bahwa teknologi benar-benar membantu menghadirkan layanan yang informatif, efisien, dan dapat diandalkan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image