Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dannu Cahyo

Malaysia Perkuat Layanan Kesehatan di Kuching untuk Tarik Wisatawan Medis RI

Wisata | 2026-08-17 19:28:08

JAKARTA - Malaysia terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata medis terkemuka di Asia Tenggara, khususnya di wilayah Sarawak. Peningkatan ini seiring dengan meningkatnya minat pasien internasional terhadap pelayanan kesehatan spesialis.

Menangkap peluang tersebut, HMI Medical Group secara resmi memulai pembangunan Regency Specialist Hospital Kuching. Rumah sakit swasta tersier dengan kapasitas 300 tempat tidur ini ditargetkan beroperasi pada 2029. Investasi tahap awal proyek ini mencapai lebih dari RM400 juta atau sekitar Rp1,4 triliun.

Peresmian peletakan batu pertama dilakukan oleh Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg. Fasilitas ini akan menjadi rumah sakit swasta pertama milik HMI Medical di Sarawak yang mengusung konsep SMART Tertiary Hospital.

Berlokasi strategis di kawasan Northbank, Kuching, rumah sakit ini akan mengintegrasikan teknologi medis mutakhir, sistem digital terintegrasi, dan alur kerja klinis cerdas. Pembangunan akan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama fokus pada layanan spesialis, termasuk pusat kanker, smart-wards, ruang operasi berteknologi tinggi, Intensive Care Unit (ICU), serta fasilitas diagnostik multidisiplin. Tahap kedua akan mengembangkan kapasitas tambahan dan pusat layanan unggulan sesuai kebutuhan kesehatan masa depan.

CEO HMI Medical Group, Chin Wei Jia, menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit ini merupakan respons terhadap pertumbuhan ekonomi dan populasi di Sarawak. "Regency Specialist Hospital Kuching adalah jawaban kami untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas dan mendukung kesejahteraan masyarakat jangka panjang," ujar Chin dalam keterangan resminya, dikutip Senin (17/8/2026).

Sektor medical tourism di Sarawak sendiri mencatat pertumbuhan signifikan. Data menunjukkan jumlah healthcare travellers meningkat dari 64.393 orang pada 2023 menjadi lebih dari 104.000 pasien pada 2025, dengan Kuching menjadi kontributor utama lonjakan tersebut.

HMI Medical secara khusus membidik pasar Indonesia sebagai salah satu basis pasien internasional terbesar. Untuk mempermudah akses, grup ini telah mengoperasikan 12 kantor perwakilan di Indonesia.

Proyek ini diproyeksikan menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru bagi tenaga medis dan staf pendukung. Selain infrastruktur, HMI Medical mengalokasikan dana sebesar RM50 juta melalui HMI Malaysia Healthcare Workforce 2030 Fund. Dana ini akan digunakan selama lima tahun ke depan untuk program beasiswa, pelatihan klinis, dan pengembangan tenaga spesialis.

"Kami membangun jalur tenaga profesional terampil untuk membentuk generasi layanan kesehatan berikutnya di Sarawak," pungkas CEO HMI Malaysia, Stanley Lam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image