Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image MAN 2 Bantul

Kepala MAN 2 Bantul Tanam Bakau di Pantai Baros

Eduaksi | 2026-08-11 14:43:19

Bantul (MAN 2 Bantul) – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan diwujudkan secara nyata oleh Kepala MAN 2 Bantul, Nur Hasanah Rahmawati, S.Ag., M.M., melalui kegiatan penanaman pohon bakau di kawasan Pantai Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan penanaman bakau tersebut diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul sebagai bagian dari gerakan kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian ekosistem pesisir. Kegiatan diinisiasi oleh Ketua DWP Kemenag Kabupaten Bantul, Siti Zulaeha, didukung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, H. Muntolib, S.Ag., M.S.I.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala MAN 2 Bantul Nur Hasanah Rahmawati turut ambil bagian secara langsung dengan menanam bibit bakau. Ia didampingi oleh Staf Tata Usaha MAN 2 Bantul, Nurjanah.

Pantai Baros dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kawasan ini memiliki ekosistem mangrove yang penting bagi lingkungan pesisir. Kawasan mangrove Baros berada di sekitar muara Sungai Opak dan dikenal sebagai kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis, antara lain membantu mencegah abrasi serta menjadi habitat berbagai biota. Pemerintah Kabupaten Bantul juga mencatat kawasan Baros sebagai bagian dari kawasan konservasi pesisir.

Nur Hasanah Rahmawati menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bakau bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk edukasi dan keteladanan dalam membangun kesadaran lingkungan.

"Menanam satu pohon hari ini adalah menanam harapan untuk masa depan. Sebagai madrasah yang memiliki komitmen sebagai madrasah ramah lingkungan, kami ingin terus menghadirkan aksi nyata, bukan hanya mengajarkan kepedulian lingkungan melalui pembelajaran, tetapi juga memberikan keteladanan melalui tindakan,” ungkapnya.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Lingkungan yang lestari membutuhkan kesadaran dan kolaborasi semua pihak, termasuk lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah. “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama. Anak-anak harus kita warisi bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga lingkungan yang sehat dan lestari,” tambah Nur Hasanah.

Sementara itu, Ketua DWP Kemenag Kabupaten Bantul, Siti Zulaeha, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman bakau menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian DWP terhadap kelestarian lingkungan. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya peduli lingkungan, baik di keluarga maupun masyarakat. “Kegiatan ini menjadi momentum bagi kita untuk bergerak bersama menjaga lingkungan. Menanam bakau mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar bagi ekosistem pesisir dan generasi yang akan datang,” tutur Siti Zulaeha.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada penanaman bibit, tetapi dilanjutkan dengan kepedulian dan pemeliharaan agar tanaman dapat tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, H. Muntolib, S.Ag., M.S.I., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diinisiasi DWP Kemenag Bantul tersebut. Ia menilai gerakan kepedulian lingkungan sejalan dengan semangat Kementerian Agama dalam membangun kehidupan yang harmonis, termasuk hubungan manusia dengan alam. “Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari nilai-nilai kehidupan yang harus kita tanamkan. Menjaga alam adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai manusia. Karena itu, kegiatan penanaman bakau seperti ini perlu terus didukung dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar Muntolib.

Muntolib juga mengapresiasi keterlibatan satuan kerja dan madrasah dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan madrasah sangat strategis karena pendidikan lingkungan akan semakin bermakna ketika diwujudkan melalui praktik nyata.

Kegiatan penanaman bakau di Pantai Baros tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DWP Kemenag Bantul, jajaran Kementerian Agama, dan madrasah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

Bagi MAN 2 Bantul, aksi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen mewujudkan madrasah yang ramah lingkungan dan berkarakter. Semangat tersebut sejalan dengan identitas MAN 2 Bantul sebagai madrasah yang terus mengembangkan budaya peduli lingkungan melalui berbagai program dan aksi nyata.

Dari Pantai Baros, sebuah pesan sederhana kembali ditegaskan "merawat alam hari ini adalah menyiapkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi esok". (nhr)

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image