Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hayatun Nufus

Go Green Dimulai dari Hal Kecil: Menanam, Merawat, dan Peduli Lingkungan

Edukasi | 2026-08-11 12:09:34
Ilustrasi

Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Perubahan justru dapat lahir dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, menghemat air, hingga menanam satu bibit di tanah. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah kesadaran untuk menjaga lingkungan dapat tumbuh, terutama apabila ditanamkan sejak usia dini.

Semangat tersebut menjadi salah satu perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMT Koang Jaya melalui program kerja bertajuk “Go Green: Anak Cerdas Peduli Lingkungan.” Kegiatan ini dilaksanakan di Taman Belajar Bermain (Tamberin) dengan melibatkan anak-anak dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak untuk belajar sekaligus praktik menanam berbagai jenis bibit, seperti cabai, caisim, dan tanaman lainnya. Kegiatan tidak hanya berfokus pada bagaimana cara menanam, tetapi juga memperkenalkan pentingnya merawat tanaman dan menjaga lingkungan di sekitar.

Menanam mungkin terlihat sebagai kegiatan sederhana. Namun, di balik satu bibit yang ditanam terdapat banyak nilai yang dapat dipelajari anak-anak. Mereka belajar bahwa sebuah tanaman membutuhkan waktu untuk tumbuh. Ada proses menyiram, merawat, menunggu, dan memberikan perhatian secara rutin. Dari proses tersebut, anak-anak secara tidak langsung belajar mengenai tanggung jawab, kesabaran, dan konsistensi.

Pendidikan lingkungan memang tidak cukup hanya disampaikan melalui teori. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ketika seorang anak memegang tanah, menanam bibit, menyiram tanaman, dan melihat pertumbuhannya dari waktu ke waktu, proses tersebut dapat memberikan pengalaman yang lebih bermakna.

Taman Belajar Bermain menjadi ruang yang tepat untuk menghadirkan pembelajaran semacam itu. Lingkungan tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga dapat menjadi ruang pendidikan yang mengajarkan banyak hal. Tanah, tanaman, air, dan lingkungan sekitar dapat menjadi media belajar yang sederhana sekaligus dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan anak-anak dari jenjang TK hingga SMP juga menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dikenalkan pada berbagai kelompok usia. Anak-anak usia dini dapat diperkenalkan pada tanaman melalui kegiatan sederhana dan menyenangkan, sementara anak-anak yang lebih besar dapat diberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tanggung jawab dalam merawat lingkungan dan menjaga keberlangsungan tanaman.

Di sisi lain, kegiatan ini menunjukkan bahwa program kerja KKN tidak harus selalu berupa kegiatan yang bersifat seremonial. Program yang sederhana pun dapat memberikan dampak apabila dirancang sesuai dengan kebutuhan dan melibatkan masyarakat secara langsung. Melalui kegiatan menanam bersama, mahasiswa KKN UMT Koang Jaya tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan anak-anak dengan lingkungan mereka.

Hal yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan setelah kegiatan selesai. Bibit yang telah ditanam tentu membutuhkan perawatan agar dapat tumbuh dengan baik. Begitu pula dengan kepedulian lingkungan yang ditanamkan kepada anak-anak. Nilai tersebut membutuhkan kebiasaan dan pendampingan agar tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

Karena itu, kegiatan menanam dapat dilanjutkan dengan aktivitas sederhana seperti menyiram tanaman secara bergantian, membersihkan area taman, mengamati pertumbuhan tanaman, hingga memanfaatkan hasil panen apabila tanaman telah tumbuh. Dengan cara tersebut, anak-anak dapat memahami bahwa menjaga lingkungan bukanlah kegiatan yang dilakukan hanya pada satu kesempatan, melainkan sebuah kebiasaan yang perlu dilakukan secara terus-menerus.

Pada akhirnya, gerakan go green tidak harus selalu dimulai dengan proyek besar. Gerakan tersebut dapat dimulai dari satu anak yang belajar menanam, satu tangan yang menyiram tanaman, dan satu kebiasaan kecil untuk menjaga lingkungan.

Dari Tamberin, sebuah pelajaran sederhana kembali diingatkan, ketika sebuah bibit ditanam, yang diharapkan tumbuh bukan hanya tanaman, tetapi juga kesadaran, tanggung jawab, kesabaran, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Sebab, menjaga bumi tidak selalu membutuhkan langkah yang besar. Terkadang, cukup dimulai dari sebuah bibit kecil yang ditanam hari ini untuk menumbuhkan harapan akan generasi yang lebih cerdas dan peduli lingkungan di masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image