Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rere Chiwee

Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus: Fakta, Sejarah, dan Kewaspadaan

Info Terkini | 2026-09-30 16:39:30

Oleh: fitria amir

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan kekuatannya. Pada awal September 2026, gunung berapi legendaris ini mengalami erupsi menerus yang berlangsung sekitar 25 jam, mengeluarkan abu vulkanik yang meluas hingga ke Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, bahkan Bengkulu . Peristiwa ini mengingatkan kita pada kekuatan alam yang luar biasa, sekaligus mengajak kita tetap waspada tanpa perlu panik.

???? Jejak Sejarah yang Menggetarkan Dunia

Krakatau bukan sekadar gunung biasa. Pada 26–27 Agustus 1883, letusannya dianggap salah satu yang terbesar dalam catatan sejarah manusia. Suara ledakannya terdengar hingga jarak lebih dari 4.000 kilometer, didengar di Australia, Jepang, hingga Filipina. Tsunami setinggi puluhan meter menyapu pesisir Selat Sunda, menelan lebih dari 36.000 jiwa . Hampir seluruh tubuh pulau Krakatau hancur dan runtuh ke dasar laut.

Dari sisa kehancuran itulah, perlahan lahir kehidupan baru. Pada tahun 1927, muncul daratan yang kemudian dikenal sebagai Anak Krakatau — "anak" dari gunung yang dahsyat itu . Sejak saat itu, ia terus tumbuh dan berkembang, sesekali meletus, mengingatkan bahwa kawasan ini tetap hidup dan aktif.

???? Apa yang Terjadi Saat Ini?

Sejak 2 Juli 2026, status Anak Krakatau naik ke Level III (Siaga) . Puncaknya terjadi pada 4–6 September 2026, ketika erupsi berlangsung tanpa henti selama sekitar 25 jam. Lava memancar seperti air mancur, abu vulkanik membumbung tinggi dan terbawa angin ke berbagai arah .

Akibatnya:

- ✈️ Beberapa bandara sempat tutup,

mengganggu lebih dari 2.300 penerbangan

- ????️ Abu vulkanik terlihat di Jakarta, Banten, hingga Lampung

- ???? Tubuh gunung meluas 32,8 hektar akibat tumpukan material vulkanik

- ????️ Dua gundukan daratan baru terlihat di sekitarnya, masih dipelajari Badan Geologi

Saat ini status telah turun ke Level II (Waspada), namun aktivitas belum sepenuhnya berhenti .

⚠️ Bagaimana Sikap Kita?

Tetap tenang, tetap waspada:

- Jangan mendekat ke radius 3 km dari kawah

- ???? Gunakan masker jika berada di luar saat abu turun

- Tutup jendela, kurangi aktivitas di luar ruangan

- Pantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, atau MAGMA Indonesia

- Jangan percaya video/foto yang belum jelas sumbernya — banyak hoaks beredar

- Siapkan tas siaga jika tinggal di kawasan pesisir sekitar...

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image