Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Falasifah Ani Yuniarti

Membangun Kepedulian Masyarakat diantara Penurunan Interaksi Sosial

Rembuk | 2026-08-05 22:21:51

Dasawisma merupakan kelompok masyarakat terkecil yang umumnya terdiri atas sekitar sepuluh rumah tangga, meskipun dalam praktiknya jumlah anggotanya dapat lebih dari sepuluh. Dalam satu RT dapat terdapat beberapa kelompok dasawisma yang biasanya dibentuk berdasarkan kedekatan letak rumah sehingga anggotanya saling mengenal dan mudah berinteraksi.

Salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh dasawisma adalah arisan. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan sebulan sekali secara bergiliran dari rumah ke rumah anggota. Selain menjadi sarana mempererat silaturahmi, arisan dasawisma juga berfungsi sebagai media penyebaran informasi dari pemerintah. Berbagai program dan kebijakan pemerintah biasanya disampaikan melalui forum ini. Alur penyampaian informasi dapat berasal dari pemerintah desa kepada pedukuhan, kemudian diteruskan ke RW, RT, hingga dasawisma. Pada program pemberdayaan keluarga, informasi juga dapat disampaikan dari PKK kelurahan langsung kepada kelompok dasawisma.

Lebih dari sekadar wadah berkumpul, dasawisma merupakan bentuk ketahanan sosial masyarakat pada tingkat paling dasar. Ketika ada anggota masyarakat yang mengalami musibah, seperti meninggal dunia, seluruh anggota dasawisma akan bergotong royong membantu keluarga yang berduka. Bentuk bantuan yang diberikan antara lain menyiapkan konsumsi, menerima dan melayani tamu, serta memberikan bantuan lain sesuai kebutuhan keluarga.

Demikian pula ketika ada anggota masyarakat yang sakit, anggota dasawisma akan memberikan dukungan, baik berupa bantuan tenaga, perhatian, maupun dukungan moral. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong yang tumbuh dalam dasawisma menjadikannya sebagai salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.

Arisan Dasawisma, ajang tukar informasi dan silaturrahmi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image