Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Anjar Miska Prayoga

Semangat Guru Mengikuti PKGSD-MBI Demi Masa Depan Cerah Murid

Guru Menulis | 2026-07-28 09:45:54
Ilustrasi Guru SD mengajar di Kelas (sumber: Republika online)

Pendahuluan Guru bahasa Inggris saya sewaktu masa sekolah SMA dulu pernah berujar,”jika ingin menguasai dunia, maka kuasailah bahasa Inggris.” Ucapan beliau terbukti benar saat ini, melalui berbagai platform media sosial, akal imitasi, dan teknologi digital yang hampir kesemuanya menggunakan pengantar bahasa Inggris, dunia semakin terhubung melintasi garis geografis dan ekonomi suatu negara. Kita harus selalu menebarkan mimpi indah untuk generasi penerus bangsa, jika merekalah, murid-murid yang saat ini menempuh pendidikan adalah generasi emas negara ini kelak. Untuk bisa bersaing secara global, mereka perlu dibekali kemampun bahasa asing yang mumpuni, khususnya bahasa Inggris.

Berdasar hal tersebut, maka pembelajaran bahasa Inggris sangat krusial dalam membekali murid untuk memiliki kemampuan komunikasi bahasa asing yang baik. Namun, kita mesti ingat, menginginkan murid berhasil artinya perlu menyiapkan sumber daya guru yang sudah mahir pula dalam berbahasa Inggris. Untungnya, Kemendikdasmen meluncurkan Program Peningkatan Kompetensi Guru SD Mengajar Bahasa Inggris (selanjutnya dibaca PKGSD-MBI).

Pembahasan

Sebagai bahasa komunikasi utama di level internasional, bahasa Inggris sangat penting untuk sudah disampaikan kepada murid sejak jenjang pendidikan dasar. Kelak mereka akan menghadapi tuntutan zaman yang lebih kompleks dari generasi saat ini. Murid-murid itu kita persiapkan agar mampu menjaga daya saing bangsa bergelut pengaruh dengan negara lain dalam sudut pandang kaca mata global.

Kita sebagai guru mesti memiliki persepsi jika murid yang mahir berbahasa Inggris nantinya akan lebih mudah mengikuti alur perubahan yang begitu cepat, mengakses informasi yang lebih luas, berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, dan membuka pintu bagi peluang karir di tingkat internasional.

Penguasaan bahasa Inggris memiliki makna yang strategis. Sebagai lingua franca internasional, bahasa Inggris telah menjadi aspek yang tak terpisahkan di berbagai bidang kehidupan saat ini (Tri Endar Yogi Setiadi Saputra, 2026). Pemerintah menangkap perihal tantangan ini dengan meluncurkan program PKGSD-MBI dengan harapan menyasar ribuan guru SD yang nantinya dapat menjadi fasilitator dan juga mentor untuk proses memuliakan murid agar mahir berbahasa Inggris sejak level dasar.

Sebagai guru tampaknya kita perlu tahu, beberapa alasan yang mendesak mengapa murid era saat ini perlu menguasai bahasa Inggris. Pertama) Penguasaan teknologi. Mayoritas aplikasi, perangkat lunak, bahasa pemorgraman, inovasi artificial intelligence semua menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa default pengantarnya. Kedua) Persiapan karir global. Dengan menguasai bahasa Inggris, murid-murid kita kelak dapat bersaing menjadi penggerak penting di perusahaan besar multinasional. Perusahaan ternama dunia pastinya akan lebih memprioritaskan kandidat yang fasih berbahasa Inggris. Ketiga) Akses ilmu pengetahuan. Sebagian besar jurnal ilmiah internasional, riset ilmuwan terkini, dan literatur pendidikan terkemuka ditulis dalam bahasa Inggris. Keempat) Peluang beasiswa dan studi lanjutan. Skor uji kemahiran seperti TOEFL atau IELTS sering kali menjadi syarat utama untuk meraih beasiswa bergengsi dari kampus-kampus ternama dunia.

Tentu kita ingat, ingin murid kita menjadi mahir akan sesuatu, maka sebagai guru idealnya kita juga mahir dalam bidang tersebut. Sebagaimana Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan "pamong" atau penuntun, filosofi Ing Ngarso Sung Tulodo (memberi teladan), Ing Madya Mangun Karso (membangkitkan semangat), dan Tut Wuri Handayani (memberikan dorongan), dalam konteks ini maksudnya adalah kemahiran dalam berbahasa Inggris.

PKGSD-MBI (Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris) hadir sebagai solusi konkret dari pemerintah melalui Kemendikdasmen untuk memberikan bekal kemahiran bagi guru dalam memberikan pembelajaran bahasa Inggris bagi murid sekolah dasar. Pelatihan ini menargetkan ribuan guru kelas SD agar mahir berbahasa Inggris level CEFR A1-B1 sebagai persiapan diwajibkannya mata pelajaran bahasa Inggris mulai tahun ajaran 2027/2028.

Kemahiran berbahasa Inggris yang dimaksud di sini memuat dua aspek, yaitu kemahiran substansi dan kemahiran metodologi. Menguasai materi dan memahaminya secara mendalam dan tuntas yang dibarengi dengan penguasaan cara mengajar yang efektif, adaptif, dan mudah dipahami murid (Sr. Sipayung. R, 2024). Strategi mendasarnya adalah pembelajaran bahasa Inggris dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning for young learners).

Agar program PKGSD-MBI ini sukses, setidaknya ada empat luaran atau capaian kompetensi utama yang harus dikuasai guru. Yakni:

1. Penguasaan kosakata dan sapaan dasar

Dilansir dari laman resmi Kemendikdasmen yang rilis tanggal 2 April 2026, nantinya murid diharapkan dapat menggunakan kosakata sederhana bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari.

Oleh karena itu, sebetulnya penting juga bagi guru atau sekolah membuat program yang selaras dengan PKGSD-MBI, misalnya program satu hari berbahasa Inggris. Guru-guru saling berdialog dengan bahasa Inggris di program satu hari berbahasa Inggris ini. Hal ini penting khususnya bagi guru-guru yang telah mengikuti pelatihan PKGSD-MBI, agar materi yang telah didapat digunakan secara konsisten.

2. Pendekatan Total Physical Response (TPR)

Pendekatan ini menyelaraskan antara kosakata baru yang didapat murid dengan gerakan fisik sehari-hari sehingga menjadikan mudah dipahami. Mengaitkan gerakan dengan instruksi verbal dalam bahasa Inggris agar murid lebih mudah menyerap kosakata.

3. Pembelajaran komunikatif

Metode communicative language teaching diterapkan agar murid tidak sekadar menghafal tata bahasa atau gramatikal, tetapi juga mampu menerapkannya dalam praktik komunikasi lisan. Ketika murid sudah menguasai komunikasi lisan nantinya dapat diuji dengan outing class di tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara, seperti candi Prambanan dan candi Borobudur.

Dalam outing class ini, guru hanya sebagai pengantar saja untuk memperkenalkan diri pada wisatawan asing yang berkunjung, selanjutnya menjadi tugas murid untuk me-interview wisatawan luar negeri tersebut.

4. Penggunaan media interaktif

Guru mesti mahir memanfaatkan PID yang telah diberikan oleh pemerintah ke satuan pendidikannya, pembelajaran bahasa Inggris dengan memanfaatkan PID mampu untuk menjaga antusiasme dan konsentrasi murid. Selain itu, dengan memanfaatkan PID pembelajaran bahasa Inggris akan semakin menarik dan berkesan bagi murid.

Ketika guru telah memenuhi capaian kompetensi ini maka diharapkan murid nantinya cepat mahir dalam penguasaan bahasa Inggris.

Keempat capaian kompetensi ini selanjutnya didukung dengan pendekatan metodologis yang tepat dalam pembelajaran bahasa Inggris di SD. Kemendikdasmen mendorong para pendidik atau guru saat ini untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam ketika proses memuliakan murid atau pembelajaran dilaksanakan.

Pendekatan pembelajaran mendalam sebelumnya telah lebih dulu diseminasi oleh Kemendikdasmen tertuju kepada sekolah sasaran. Secara pribadi, sekolah tempat saya mengabdi tidak termasuk dalam sasaran tersebut. Akan tetapi, saya telah mendapatkan berbagi praktik baik dari rekan guru yang lulus mengikuti pelatihan pembelajaran mendalam tersebut. Saya mendapatkan materi dari berbagi praktik baik ini sebanyak dua kali. Yang pertama dilaksanakan oleh tingkat gugus, yang kedua dilaksanakan oleh Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) bidang dikbud.

Berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (2025), pembelajaran Bahasa Inggris diselenggarakan pada kelas III-VI (fase B dan C). Merujuk pada Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (Nomor 46, 2025), fase tersebut menekankan pada kemampuan Bahasa Inggris tulisan dan lisan mengenai topik kehidupan sehari-hari dengan hasil pembelajaran pada tingkat kemampuan A1 CEFR (Fatoni, 2025).

Pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam bahasa Inggris adalah pendekatan pembelajaran yang berkonsentrasi pada pengalaman aktif siswa dalam memahami, mengaplikasi, dan merefleksi materi bahasa Inggris. Konsep ini berlandaskan tiga pilar utama deep learning, yaitu mindful (sadar penuh), meaningful (bermakna/kontekstual), dan joyful (menyenangkan) untuk menciptakan komunikasi bahasa Inggris yang aktif dan produktif.

Berkesadaran penuh adalah sebelum pembelajaran dimulai murid diajak untuk menyentuh rasa emosional dengan berbagai trik yang dapat dilakukan guru sembari menyajikan informasi tentang tujuan belajar bahasa Inggris pada hari itu. Bermakna, maksudnya menyentuh pembelajaran yang sehari-hari juga dilakukan murid atau konstektual. Menyenangkan, artinya murid terlibat secara aktif dan interaktif dalam proses pembelajaran. Joyfull learning bukan berarti harus selalu dengan game atau permainan, tetapi titik tekannya ada pada keterlibatan langsung murid.

Pada ranah praktis, guru dapat menggunakan berbagai jenis metode atau strategi pembelajaran yang mendukung garis besar pembelajaran mendalam. Seperti pembelajaran berbasis projek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran inkuiri, dan pembelajaran kolaboratif yang dapat diterapkan dalam mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.

Sebagai guru, perhatian pemerintah melalui Kemendikdasmen terkait kemahiran berbahasa Inggris ini patut kita apresiasi. Pihak berwenang telah memberi fasilitas kepada kita untuk berkembang, meskipun belum semua guru di sekolah dasar menjadi peserta dalam PKGSD-MBI ini. Kita mafhum, jika ini adalah program rintisan yang sedang bertumbuh. Oleh karena itu, sebagai guru kita tentu harus belajar secara mandiri pula agar kemahiran berbahasa Inggris itu dapat senantiasa meningkat.

Tahun ajaran 2026/2027 ini bahasa Inggris masih menjadi mapel pilihan, sedangkan mulai tahun ajaran mendatang menjadi mata pelajaran wajib sehingga masa transisi satu tahun ajaran ini dapat guru manfaatkan untuk terus meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris kita.

Guru dapat memanfaatkan berbagai platform untuk memperkaya kompetensinya secara mandiri. Terlebih, hampir semua sekolah dasar saat ini telah mendapatkan PID. Media ini dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh guru. Kita manfaatkan PID sebagai alat bantu belajar kita juga sebagai media pembelajaran. Guru dapat menggunakan media seperti lagu anak berbahasa Inggris atau aplikasi edukasi lainnya sebagai inspirasi dalam menyusun bahan ajar.

Selain itu, guru dapat membentuk komunitas belajar yang berisikan guru-guru yang berminat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Kolaborasi sebetulnya menjadi paradigma baru guna meraih kesuksesan dalam pendidikan. Kompetisi dalam taraf tertentu memang penting, tetapi kolaborasi memiliki nafas untuk maju bersama dan sukses bersama itu jauh lebih penting.

Maka, salah satu tradisi dalam pembelajaran mendalam adalah pembelajaran yang kolaboratif, termasuk dalam pembelajaran bahasa Inggris ini. Semua aspek di sekolah dapat menjadi sumber belajar bahasa Inggris bagi murid. Sudah saatnya guru rajin untuk berkolaborasi antarguru dalam peningkatan kompetensi. Jangan sampai kita seolah berjalan sendiri-sendiri agar tujuan pendidikan dapat kita capai semua.

Penutup

Melihat begitu kuatnya pengaruh bahasa Inggris dalam pergaulan global, memang sudah saatnya murid-murid Indonesia mendapatkan materi tentang bahasa tersebut semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Tahun ajaran 2027/2028 mendatang mulai diberlakukan di kelas 3 atau fase B. Saat ini ada ribuan guru yang tengah atau sudah mendapatkan bekal dalam program PKGSD-MBI. Program ini adalah kawah candradimuka bagi guru untuk melesatkan kemampuan bahasa Inggris mereka.

Sebagai guru kita terus memegang prinsip longlife learner atau pembelajar sepanjang hayat. Mari kita apresiasi, kita dukung, dan yang paling penting ialah kita mempersiapkan diri meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kita. Jangan hanya berhenti di zona nyaman dengan merasa cukup bekal ilmu yang dipunya dan enggan untuk me-upgrade diri.

Pada akhirnya dengan program pemerintah bernama PKGSD-MBI ini kita mendambakan murid-murid kita kelak, yang nantinya akan menjadi generasi Indonesia emas 2045 ini dapat “berbicara” lebih jauh di kancah global, memiliki pengaruh yang kuat dalam percaturan dunia yang makin kompleks dan penuh tuntutan. Mari kita bersiap sejak sekarang. Semangat.

Penulis merupakan guru di SD Negeri Banyurip 2 Jenar Sragen

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image