Ujian Sekolah
Sastra | 2026-09-20 18:26:55
Ujian Sekolah
Oleh : Jibran
Diakhir semester, guru kelas kami memberikan informasi bahwa akan ada ujian akhir semester. Pada hari itulah kami harus belajar sampai hari ujian tiba. Saat ujian akan dilaksanakan kepintaran kami diuji, “tetapi saya sangat ragu,” ucap teman saya Digo, “tidak apa-apa, ayo semangat,” ucap saya kepadanya. Lalu saya melanjutkan memberikan semangat lagi, “yang penting kamu sudah berusaha semaksimal mungkin.”
Di hari kedua, rasa takut juga masih ada walaupun pelajarannya sudah bebrbeda, “meskipun saya kurang yakin dengan jawaban saya sendiri tetapi insya allah saya bisa.” Karena guru belum masuk, jadinya sebagian dari kami ada yang bermain game.
Dan bunyilah bell, “ting ting,” tanda kegiatan kelas akan segera dimulai. Setelah seluruh mata pelajaran diujiankan. Maka hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ternyata usaha saya tidak sia-sia. Hasil nilai saya bagus karena setiap malam saya belajar.
Besok Ujian!!!
Oleh: Aufal
Pagi itu, Jandel melihat kalander. Saat melihat ia kaget ternyata .
“Apaaaa aku telat niii,” teriaknya.
“Allahuakbar.. Jandel,” teriak mama sambil melotot.
“Aduh ma ternyata besok ujian.’
“Ya kalau mau ujian kok gitu suaramu.”
“Iya ma maaf.”
“Yaudah belajar sana. Jangan sibuk main kamu,” Jandel pun mengangguk menuruti perintah ibunya.
Pada malam harinya, Jandel belajar dengan giat. Tetapi adek Jandel terus menerus menganggunya bahkan sudah diperingati tetapi tetap saja menganggu. Jandel pun belajar dengan tidak tenang. Esoknya saat ujian, terdapat beberapa soal sulit iapun kecewa karena nilai cuma 80.
Ya mau gimana lagi Jandel tidak fokus belajar tadi.
Ujian Sekolah
Oleh: Inayah Alvitri
Saat di malam hari aku belajar untuk persiapan besok. Ibu terlihat lelah membuat sarapan untukku, akupun membantunya mengangkat piring dan tidak lupa mengucapkan terima kasih. Lalu akupun segera bersiap-siap untuk sekolah. Beberapa menit kemudian ibu guru datang dan langsung memberikan kertas atau soal ujian. Saat ibu guru memberikan lembar soal tersebut hatiku mulai bergetar kencang. Aku terasa panik. Bagaimana jika soal yang keluar bukanlah yang aku pelajari. Saat aku amati, ternyata hampir semua soal ada dibahas dalam buku yang aku baca tadi malam. Akhirnya hatiku tidak bergetar lagi.
“Akhirnya selesai juga,” aku bisa menjawabnya dengan gampang dan dengan tergesa-gesa aku bercerita kepada ibu.
“Ibu, aku tadi bisa menjawab soalnya dengan mudah.”
“Wah hebat banget kamu.”
“Hehe iya buk. Makasih ya.”
Jawabku senang.
Dilarang Menyontek
Oleh: Anna Dewi Humaira
Senin minggu ini, adalah hari untuk lanjut ujian semester 2. Jack sudah siap dengan rapi. Ia juga telah belajar dari kemarin, “mama papa Jack pamit ke sekolah dulu ya!” Jack pun pergi menaiki sepedanya menuju sekolah. Sesampainya di sekolah, jack langsung menuju ke kelasnya dan duduk dibangku miliknya. Ada Sean duduk di samping Jack. Mereka berdua langsung mengeluarkan buku dari tasnya.
“Sean, tak belajar ya tadi malam?”
“Tidak, kenapa memangnya? Kamu mau menyontek?”
Jack langsung menggeleng dengan wajah pucat akibat dituduh. Setelahnya, guru pun masuk dan langsung membagikan kertas ujian pada murid-murid. Semuanya sedang menulis jawaban. Suasana kelas hening. Sean memanfaatkan waktu yang ada dengan baik. Namun, tanpa disadari Jack ternyata ia menyontek. Jack melihat Sean menyontek pada lembar jawabannya.
“Sean jangan menyontek.”
Guru pengawas juga melihat kelakuan Sean dan langsung menegurnya.
“Sean di dalam ruangan ini dilarang menyontek,” akhirnya Sean dipindahkan ke kursi belakang.
Lala Si Juara 1
Oleh: Azaba Khaliku Dzakira
Pada saat malam, Lala belajar MTK dan IPAS. Lala selalu belajar setelah subuh atau malam. Ia adalah gadis pintar dan tidak pernah libur sekolah. Pada hari senin guru mengumumkan bahwa besok ujian sekolah. Lala sangat gembira karena ujian itu adalah IPAS dan MTK dan ia telah mempelajarinya. Dengan sungguh-sungguh ia belajar lagi namun tetap tidur siang untuk menjaga kesehatan tubuhnya agar dapat belajar nanti malam. Selepas tidur siang ia langsung ke dapur untuk makan.
Sehabis makan Lala membaca buku, lalu ia sedikit mengantuk namun tetap membaca dan belajar. Tanpa ia sadari ternyata ia tertidur di atas meja belajar dan saat terbangun tiba-tiba sudah jam 7 pagi. Lala terkejut dan ia segera bersiap-siap karena takut terlambat. Lala langsung duduk dengan cepat lalu bel pun berbunyi sebagai tanda bahwa ujian akan dimulai. Lala khawatir jika ia banyak salah menjawab. Tetapi, semua itu tidaklah benar, saat guru mengumumkan ternyata Lala mendapatkan nilai seratus.
Ujian Semester di Sekolah
Oleh: Khaira Naifa
Selamat pagi! Ucap Viona. Pagi ini ia akan berangkat sekolah. Dia akan belajar bersama teman-temannya. Ia segera bersiap-siap dan memakai baju rapi. Tiba-tiba di kelas Viona, ibu guru memberitahu bahwa tanggal delapan belas Juli akan dilaksanakan simulasi TKA. Kata guru harus rajin belajar di rumah agar mendapat nilai bagus.
“Oke bu,” jawab kami bersama-sama.
Viona merasa masih kelas 5 sedangkan ia tengah duduk di kelas 6. Waktu memang berjalan begitu cepat.
“Saat pulang Viona tidak ingin menghabiskan waktu dengan bermain saja, dia ingin belajar agar dia mendapat nilai bagus. Viona bersungguh-sungguh belajar Matematika dan Bahasa Indonesia. Saat hari ujian tiba Viona sangat gugup karena takut dapat nilai merah. Namun, saat guru memeriksa jawabannya, nilai Viona bagus sehingga membuatnya sangat senang. Lalu dengan riang gembira ia bilang kepada ibunya bahwa ia berhasil dengan nilai yang baik.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
