Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Ahmad Dahlan

Belajar Hidup Sehat dari Al-Qur'an dan Hadis

Agama | 2026-07-24 11:54:19
Kajian Ahad Pagi Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan pemateri Ustaz Muhammad Hasnan Nahar (Foto. Mawar)

Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menggelar Kajian Ahad Pagi pada Minggu, 5 Juli 2026. Kajian kali ini mengangkat tema "Olahraga dalam Tinjauan Al-Qur'an dan Hadis" dengan menghadirkan Ustaz H. Muhammad Hasnan Nahar, S.Th.I., M.Ag., dosen Program Studi Ilmu Hadis UAD. Kajian tersebut mengajak jemaah memahami pentingnya menjaga kesehatan jasmani sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam.

Dalam pemaparannya, Ustaz Muhammad Hasnan Nahar menegaskan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kesehatan spiritual, tetapi juga mendorong umatnya menjaga kesehatan fisik. Menurutnya, tubuh yang sehat akan mendukung pelaksanaan ibadah dan aktivitas sehari-hari secara optimal.

Beliau mengawali kajian dengan mengisahkan ketegasan Umar bin Khattab terhadap gaya hidup yang berlebihan. Diceritakan bahwa Umar pernah menegur seseorang yang memiliki perut buncit karena dianggap sebagai simbol kemalasan dan terlalu mencintai dunia. "Pada masa itu, perut buncit dipandang sebagai simbol hidup bermalas-malasan, berfoya-foya, dan terlalu mendahulukan kenikmatan dunia sehingga melalaikan ibadah," jelasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa kondisi fisik seseorang tidak bisa langsung dijadikan ukuran. Obesitas yang disebabkan oleh faktor biologis atau keturunan tentu berbeda dengan kondisi yang muncul akibat pola hidup tidak sehat.

Selain menjelaskan pandangan para sahabat, beliau juga memaparkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia saat ini. Berdasarkan data World Obesity Atlas 2025, Indonesia menempati peringkat kelima dengan sekitar 13 persen penduduk dewasa mengalami obesitas. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu lebih memperhatikan pola makan dan aktivitas fisik.

Untuk mengetahui status berat badan, beliau memperkenalkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), yaitu berat badan dibagi tinggi badan dalam satuan meter kuadrat. Hasil perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai acuan apakah seseorang berada pada kategori berat badan ideal, kelebihan berat badan, atau obesitas.

Mengacu pada ajaran Islam, beliau menjelaskan bahwa konsep diet sehat telah diajarkan dalam Al-Qur'an. Prinsip tersebut meliputi tidak makan dan minum secara berlebihan, mengonsumsi makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban), menjaga keseimbangan gizi, serta menghindari makanan yang diharamkan.

"Yang pertama jangan makan dan minum berlebihan. Badan kita sebenarnya memiliki sistem yang sudah diatur Allah. Yang sering kali berlebihan justru keinginan mata dan lidah kita," ungkapnya.

Beliau juga mengingatkan pentingnya mengatur jadwal makan secara teratur. Salah satu pola yang disarankan adalah konsep 3+2, yaitu tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat agar tubuh memperoleh asupan energi secara seimbang tanpa memicu makan berlebihan.

Selain pola makan, olahraga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Dalam kajian tersebut, beliau menjelaskan perbedaan antara aktivitas fisik dan olahraga. Aktivitas sehari-hari seperti menyapu, mencuci, atau naik tangga memang membuat tubuh bergerak, tetapi belum tentu termasuk olahraga karena tidak dilakukan secara terstruktur dan sistematis.

"Olahraga memiliki gerakan yang terukur, sistematis, dan dilakukan secara terencana. Berbeda dengan aktivitas fisik sehari-hari yang sifatnya spontan," jelasnya.

Menurutnya, olahraga memberikan manfaat berbeda pada setiap kelompok usia. Bagi anak-anak, olahraga membantu perkembangan motorik dan kemampuan bersosialisasi. Pada usia dewasa, olahraga berfungsi membakar kalori, menjaga tekanan darah, mengontrol kolesterol, serta mencegah berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit jantung. Sementara bagi lansia, olahraga membantu menjaga keseimbangan tubuh, mempertahankan massa otot, serta mengurangi risiko osteoporosis dan jatuh.

Dalam perspektif Al-Qur'an, beliau mengutip kisah Nabi Talut dalam Surah Al-Baqarah ayat 247 sebagai gambaran pentingnya memiliki fisik yang kuat. Menurutnya, kekuatan Talut dan pasukannya bukan diperoleh secara instan, melainkan melalui latihan dan kedisiplinan.

Beliau juga mengutip hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai keutamaan seorang mukmin yang kuat. "Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, meskipun pada keduanya terdapat kebaikan," tuturnya.

Di akhir kajian, beliau mengingatkan bahwa olahraga bukan sekadar menjaga penampilan, tetapi merupakan bentuk ikhtiar untuk merawat amanah berupa tubuh yang telah diberikan Allah Swt. "Jangan menunggu sakit untuk mulai hidup sehat. Ketika hasil Indeks Massa Tubuh sudah menunjukkan overweight atau bahkan obesitas, mulailah mengatur pola makan dan berolahraga. Ikhtiar adalah tugas manusia, sedangkan hasilnya Allah yang menentukan," pesannya. (Mawar)

uad.ac.id

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image