Hibah Buku di Taman Nasional Siberut untuk Perkuat Literasi
Eduaksi | 2026-09-09 10:14:58
Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyerahkan hibah ratusan buku bacaan kepada Rumah Belajar Anak Suku Mentawai yang berada di kawasan Taman Nasional Siberut, Kepulauan Mentawai, pada 3 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya tim dalam mendukung peningkatan akses pendidikan dan literasi bagi anak-anak di wilayah tersebut.
Rumah Belajar Anak Suku Mentawai selama ini menjadi ruang alternatif pendidikan bagi anak-anak di kawasan Taman Nasional Siberut. Kondisi geografis yang cukup terisolasi serta keterbatasan akses terhadap fasilitas pendidikan formal membuat ketersediaan bahan bacaan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pengajar dan relawan.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda menginisiasi penggalangan buku sebelum keberangkatan ke lokasi KKN. Penggalangan melibatkan jaringan kampus, komunitas literasi, dan donatur individu. Buku yang terkumpul terdiri atas berbagai jenis bacaan, seperti cerita bergambar, pengetahuan umum, serta buku keterampilan dasar membaca dan berhitung yang disesuaikan dengan usia anak-anak.
Penyerahan buku berlangsung sederhana dan mendapat sambutan antusias dari anak-anak. Saat kardus berisi buku dibuka, sejumlah anak langsung memilih buku bergambar dan membacanya di tempat. Momen tersebut menunjukkan antusiasme anak-anak terhadap bahan bacaan yang tersedia.
Zulfikar, yang turut berperan sebagai tim observer dalam ekspedisi tersebut, mengatakan hibah buku merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah pedalaman Mentawai.
“Buku itu jendela dunia, dan anak-anak di sini berhak punya jendela itu juga meskipun tinggal di kawasan yang cukup terpencil. Kami berharap hibah ini bisa menumbuhkan minat baca sejak dini, sekaligus menjadi pemantik semangat belajar mereka,” ujar Zulfikar.
Ia menambahkan, hasil observasi tim selama berada di lapangan menunjukkan bahwa minat belajar anak-anak Suku Mentawai cukup tinggi. Namun, semangat tersebut masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan prasarana pendukung pendidikan.
“Dari hasil pengamatan kami, semangat anak-anak untuk belajar itu luar biasa. Yang kurang hanya fasilitasnya. Maka dari itu kami coba hadir mengisi salah satu kekurangan itu lewat hibah buku ini,” tambahnya.
Pengelola Rumah Belajar Anak Suku Mentawai, Muhammad Rais, S.Pd., mengapresiasi kepedulian Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda. Ia menyebut bantuan tersebut hadir di tengah keterbatasan koleksi buku di rumah belajar yang sebagian telah usang.
“Kami sangat berterima kasih. Buku-buku ini akan sangat membantu proses belajar anak-anak di sini, apalagi jumlah dan variasinya cukup banyak. Semoga ke depan makin banyak pihak yang peduli dengan pendidikan anak-anak di kawasan Taman Nasional Siberut,” kata Rais.
Perwakilan Balai Taman Nasional Siberut, Lily Nur Hayanti, juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pendidikan bagi anak-anak di sekitar kawasan taman nasional sejalan dengan upaya pemberdayaan masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan kawasan konservasi.
“Pendidikan anak-anak di sekitar kawasan taman nasional adalah bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan maupun sumber daya manusianya. Kami mengapresiasi mahasiswa KKN yang mau turun langsung memberi kontribusi nyata seperti ini,” ujarnya.
Kegiatan hibah buku tersebut menjadi bagian dari kontribusi Tim KKN Ekspedisi Dahlan Muda dalam mendukung pendidikan dan literasi anak-anak Suku Mentawai. Buku-buku yang telah diserahkan diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber pengetahuan sekaligus mendukung semangat belajar generasi muda Suku Mentawai tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal mereka.
uad.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
