Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dhea Wirahmawati Pratiwi

Pelajaran dari 'Teach You a Lesson' untuk Dunia Pendidikan Indonesia

Edukasi | 2026-06-30 11:18:52

Drama Korea tidak selalu hadir sebagai hiburan semata. Beberapa di antaranya justru mengajak penonton melihat kembali berbagai persoalan yang terjadi di sekitar kita. Salah satunya adalah Teach You a Lesson, drama yang belakangan ramai diperbincangkan karena mengangkat isu perundungan (bullying), kekerasan di sekolah, penyalahgunaan kekuasaan, hingga lemahnya perlindungan terhadap korban.

Meski berlatar di Korea Selatan, tema yang diangkat terasa begitu dekat dengan realitas di Indonesia. Berbagai kasus perundungan yang pernah mencuat di media menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan masih menghadapi tantangan besar dalam menciptakan ruang yang aman bagi peserta didik.

Salah satu hal yang paling menyentuh dari drama ini adalah bagaimana korban perundungan sering kali memilih diam. Rasa takut, malu, dan kekhawatiran tidak akan dipercaya membuat mereka menyimpan luka sendirian. Di sisi lain, tindakan perundungan terkadang dianggap sebagai kenakalan biasa atau sekadar candaan, padahal dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, kepercayaan diri, bahkan masa depan korban.

Poster drakor Teach You A Lesson. (dok. soompi)

Drama ini juga menyoroti sikap lingkungan sekitar yang memilih untuk tidak ikut campur ketika melihat ketidakadilan. Dalam kehidupan nyata, sikap diam semacam ini tidak jarang membuat tindakan perundungan terus berlanjut. Padahal, dukungan dari teman, guru, dan keluarga dapat menjadi langkah awal untuk menghentikan kekerasan dan membantu korban bangkit dari pengalaman yang menyakitkan.

Melalui cerita yang disajikan, Teach You a Lesson mengingatkan bahwa pendidikan tidak seharusnya hanya berfokus pada nilai akademik dan prestasi. Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk karakter, menumbuhkan empati, dan menciptakan lingkungan yang membuat setiap siswa merasa dihargai serta terlindungi.

Sebagai penonton, saya melihat drama ini bukan sekadar tontonan yang menegangkan, melainkan sebuah ajakan untuk lebih peka terhadap persoalan di sekitar kita. Bullying bukan masalah kecil yang akan selesai dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian dan keberanian dari semua pihak untuk mencegahnya.

Pada akhirnya, pelajaran terbesar yang dapat dipetik dari drama ini adalah pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman dan manusiawi. Sebab, tujuan pendidikan bukan hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki empati, kepedulian, dan keberanian untuk membela sesama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image