Derita Sunyi Anak Gaza: Saat Trauma Merenggut Suara Mereka
Politik | 2026-06-16 22:09:45
Oleh Susianti
Aktivis Muslimah
Serangan pasukan Zionis Israel yang terus berlangsung di Gaza, Palestina tidak hanya menimbulkan penderitaan fisik, tetapi juga trauma psikologis yang mendalam bagi rakyat Palestina, terutama anak-anak. Di usia yang seharusnya diwarnai keceriaan, permainan, dan harapan akan masa depan, mereka justru dipaksa menghadapi kenyataan pahit yang meninggalkan luka mendalam.
Laporan media internasional mengungkap kenyataan yang menyayat hati tentang kondisi anak-anak di Gaza. Psikoterapis anak asal Norwegia, Katrin Glatz Brubakk, menyampaikan bahwa kondisi sebagian besar anak sampai kehilangan kemampuan berbicara karena tekanan psikologis yang sangat berat (BBC.com). Trauma yang dialami bukanlah peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba. Mereka hidup di tengah ancaman serangan, kehilangan anggota keluarga, kehancuran rumah, serta ketidakpastian yang berlangsung terus-menerus.
Di tengah penderitaan tersebut, upaya dunia internasional masih belum mampu menghentikan genosida yang terus berlangsung. Bantuan kemanusiaan yang diberikan belum cukup untuk menghilangkan akar masalah yang menyebabkan serangan terus berulang. Adapun penguasa di negeri-negeri Muslim saat ini belum menunjukkan langkah politik yang tegas dan efektif untuk membebaskan rakyat Palestina dari genosida Zionis Israel. Berulangnya penderitaan yang menimpa rakyat Palestina ini menunjukkan tidak adanya kepemimpinan islam yang kuat dan mampu melindungi dan membela kaum Muslim.
Derita sunyi yang dialami anak-anak Gaza yang kehilangan kemampuan berbicara akibat trauma menunjukkan betapa dalam luka yang mereka tanggung. Karena itu, penderitaan rakyat Palestina harus segera diakhiri melalui upaya nyata yang mampu menghentikan penjajahan Zionis Israel dan mengembalikan kemerdekaan Palestina.
Di sisi lain, umat Islam perlu terus meningkatkan kesadaran terhadap persoalan Palestina. Dengan persatuan umat dan hadirnya kepemimpinan Islam sebagai perisai yang melindungi kaum Muslimin, akan dapat menghentikan penjajahan Israel melalui jihad fii sabilillah dan mengembalikan kemerdekaan Palestina. Dengan demikian, perjuangan untuk membela Palestina tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan kemanusiaan, tetapi juga melalui upaya membangun kesadaran, persatuan, dan kepedulian umat terhadap berbagai persoalan yang mereka hadapi. Wallahu’alam bi shawwab.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
