Opini Tentang Teknologi Sederhana, Dampak Besar bagi Budidaya Ikan Koi
Teknologi | 2026-07-15 15:07:41Oleh: Faza Hafiyyan Ahmad
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin
Program Pemberdayaan Masyarakat
R-14 Desa Sukowati Sub Kelompok 1
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Di era perkembangan teknologi saat ini, masih banyak pelaku usaha kecil yang belum merasakan manfaat teknologi secara langsung. Salah satunya adalah pelaku budidaya ikan koi yang masih mengandalkan pengalaman dan pengamatan visual dalam menjaga kualitas air kolam. Padahal, kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya ikan koi. Tanpa pemantauan yang tepat, perubahan kondisi air sering kali baru disadari ketika ikan mulai menunjukkan tanda-tanda stres atau bahkan mengalami kematian.
Pengalaman tersebut saya temui secara langsung ketika mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukowati, Kabupaten Gresik. Melalui observasi di Riski Koi Farm, saya melihat bagaimana pemilik usaha telah memiliki pengalaman yang baik dalam membudidayakan ikan koi, tetapi belum didukung oleh alat sederhana yang dapat membantu memantau kualitas air, khususnya derajat keasaman atau pH. Kondisi ini membuat proses pengambilan keputusan masih bergantung pada perkiraan, bukan berdasarkan data yang dapat diukur. Fakta tersebut juga menjadi dasar program pengabdian yang dilaksanakan tim KKN.
Sebagai mahasiswa Teknik Mesin, saya memandang bahwa sebuah permasalahan tidak selalu harus diselesaikan dengan teknologi yang mahal atau sistem yang rumit. Justru teknologi yang paling bermanfaat adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, mudah dioperasikan, serta mampu memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang dihadapi. Prinsip inilah yang dikenal sebagai Teknologi Tepat Guna, yaitu teknologi yang dirancang agar sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui program KKN, kami mengembangkan alat pengukur pH air berbasis Arduino sebagai salah satu bentuk penerapan Teknologi Tepat Guna. Alat ini dirancang menggunakan komponen yang relatif mudah diperoleh dan mampu menampilkan nilai pH air secara langsung melalui layar LCD. Dengan adanya alat tersebut, pemilik usaha tidak lagi hanya mengandalkan pengamatan terhadap perilaku ikan, tetapi dapat mengetahui kondisi air berdasarkan hasil pengukuran yang lebih objektif.
Bagi sebagian orang, alat ini mungkin terlihat sederhana. Namun menurut saya, nilai sebuah inovasi bukan ditentukan oleh seberapa canggih teknologinya, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan oleh penggunanya. Ketika teknologi mampu membantu masyarakat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan tepat, maka teknologi tersebut telah menjalankan fungsi utamanya.
Pengalaman selama pelaksanaan program juga memberikan pelajaran bahwa proses transfer teknologi tidak berhenti pada tahap pembuatan alat. Pengguna juga perlu memahami cara mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkan alat tersebut secara berkelanjutan. Oleh karena itu, selain menyerahkan alat kepada mitra, kami juga memberikan pelatihan mengenai penggunaan, kalibrasi, dan perawatan alat agar dapat dimanfaatkan secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.
Menurut saya, tantangan terbesar dalam penerapan teknologi di masyarakat bukanlah keterbatasan alat, melainkan bagaimana teknologi tersebut dapat diterima dan benar-benar digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Banyak inovasi yang berhenti hanya sebagai proyek karena tidak mempertimbangkan kebutuhan pengguna. Sebaliknya, teknologi yang sederhana namun sesuai dengan kondisi lapangan justru memiliki peluang lebih besar untuk memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sebagai mahasiswa Teknik Mesin, saya percaya bahwa peran mahasiswa bukan hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan KKN ini, saya belajar bahwa ilmu teknik dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk mendukung sektor perikanan melalui inovasi sederhana yang memberikan dampak nyata. Pengalaman ini semakin meyakinkan saya bahwa teknologi seharusnya tidak hanya menjadi simbol kemajuan, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.
Ke depan, saya berharap semakin banyak inovasi Teknologi Tepat Guna yang lahir dari perguruan tinggi dan dapat diterapkan secara langsung di tengah masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan pelaku usaha menjadi langkah penting untuk menciptakan solusi yang relevan terhadap kebutuhan di lapangan. Dengan demikian, teknologi tidak hanya berkembang di laboratorium, tetapi juga hadir sebagai jawaban atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
