Tempat Ibadah tak Lagi Sepenuhnya Aman
Agama | 2026-07-15 21:52:25Tempat ibadah seharusnya menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan dan rasa aman bagi setiap orang. Namun, harapan itu kembali terusik ketika aksi pencurian sepeda motor terjadi di Masjid Silaturrahmi Marelan saat waktu Magrib. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tindak kriminal dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, bahkan saat masyarakat sedang menjalankan ibadah.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga menyamar sebagai pengemudi ojek online. Setelah mengamati situasi dan memastikan kondisi aman, pelaku membawa kabur sepeda motor milik seorang jemaah yang sedang menunaikan salat. Ironisnya, korban merupakan seorang pengemudi ojek online sehingga kehilangan kendaraan berarti kehilangan sarana utama untuk mencari nafah bagi dirinya dan keluarganya.
Kasus ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin adaptif dalam menjalankan aksinya. Mereka memanfaatkan kelengahan korban dan lemahnya pengawasan untuk melancarkan kejahatan. Karena itu, penyelesaian persoalan ini tidak cukup hanya mengandalkan patroli atau penindakan setelah kejadian. Diperlukan solusi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus mencegah terulangnya tindak kriminal serupa.
Islam memandang bahwa menjaga keamanan masyarakat merupakan kewajiban negara. Negara harus menjamin setiap warga dapat beribadah dan beraktivitas tanpa rasa takut melalui sistem keamanan yang efektif, pengawasan yang konsisten, serta pembinaan akhlak masyarakat. Di samping itu, kebutuhan dasar masyarakat juga harus dipenuhi agar tidak ada dorongan untuk melakukan kejahatan, disertai penegakan hukum yang adil dan tegas sehingga memberikan efek jera.
Dengan penerapan sistem yang menyeluruh, keamanan tidak hanya diwujudkan melalui penindakan terhadap pelaku, tetapi juga melalui pencegahan sejak dini. Ketika kesejahteraan masyarakat terjamin, pengawasan berjalan optimal, dan hukum ditegakkan secara adil, maka lingkungan yang aman, termasuk tempat ibadah, dapat benar-benar terwujud sehingga masyarakat dapat beribadah dengan tenang tanpa dihantui rasa khawatir.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
