Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image

Akhiri Permasalahan Sosial Ekonomi dan Kemiskinan

Agama | 2026-06-15 13:08:27

Abdul Rohman, Mahasiswa Institut Agama Islam Al-Ghurabaa Jakarta

Demonstrasi mahasiswa dan masyarakat sipil bermunculan selama dua hari terakhir. Setelah demo di Jakarta dan kota-kota lain pada Jumat (12/06), ratusan massa yang tergabung dalam gerakan Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi di pertigaan Jalan Gejayan, Yogyakarta, pada Sabtu (13/06), sore. Dalam aksi tersebut, massa mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Presiden Prabowo Subianto atas sejumlah kebijakan dan kondisi yang dialami rakyat Indonesia, termasuk ketimpangan ekonomi, korupsi, pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan harga Bahan bakar Minyak (BBM), hingga persoalan pajak yang membebani pelaku Usaha Mikro dan Menengah (UMKM), Sabtu (13/06/2026), bbc.com.

panitia kurban di Masjid Al Muhajirin

Timbul pertanyaan apakah demonstrasi itu bermanfaat luapan masyarakat lewat wakil dari para mahasiswa. Adapun pertanyaan kedua lalu solusi apa guna mengakhiri permasalahan kebijakan dan solusi atas kondisi sosial ekonomi saat ini.

Teriakan masyarakat terdengar lewat demonstrasi yang diwakilkan oleh mahasiswa, pada tataran masyarakat kecil lewat obrolan via whatapps, ada yang emosi tertuang di media sosial, umpatan pedas pun ada di media sosial, inilah kondisi perihal kebijakan dan kondisi yang dialami masyarakat saat ini. Harga-harga barang pun beranjak naik mengikuti kenaikan harga bahan bakar dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kebijakan terbaru pun soal kenaikan pajak UMKM yang dirasa makin memberatkan beban keuangan pelaku usaha, setelah efek kenaikan harga bahan bakar dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Jika pemerintah tak mampu mengatasi reaksi masyarakat terhadap sejumlah kebijakan dan kondisi yang dipertanyakan masyarakat khawatir akan dapat menjadi permasalah besar dikemudian hari. Walau begitu kita perlu pahami dan pemerintah mesti bersiap akan terjadinya kenaikan kemiskinan yang signifikan karena kenaikan bahan bakar, kenaikan pajak serta kenaikan bahan pokok sehari-hari. Kita telah pernah pelajari dalam Undang-undang dasar 1945, dalam Pasal 34 ayat 1 yang berbunyi, bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Serta menjadi sewajarnya sebagai tanggung jawab negara jika permasalahan ekonomi dan sosial menjadi sebuah kewajiban agar dipenuhi kebutuhan hak dasar masyarakatnya, permasalahan sosial pada tataran warga, dan kesejahteraan dalam ekonomi masyarakat agar merata bukan yang terjadi saat ini terdapat penyimpangan.

Kita tahu bahwa efek domino dari kenaikan harga, kenaikan pajak dan pelemahan nilai tukar rupiah akan berakibat naiknya harga kebutuhan pokok, naiknya beban keuangan masyarakat dan usaha kecil maupun besar karena naiknya harga bahan bakar, kenaikan nilai tukar rupiah maka bahan-bahan yang dibeli import akan menjadi mahal saat dijual ke pengguna, pengusaha industri kecil menengah dan besar, dan produk rumahan dengan bahan baku import.

Serta jika pajak naik maka margin pengusaha akan mengecil dan pengeluaran uang di badan usaha akan naik. Jika terus-menerus berlangsung maka berakibat fatal pada dunia usaha, beban transfortasi membeli bahan bakar akan naik, efesiensi uang dalam perusahaan akan jadi kebijakan utama, mengurangi pengeluaran karena bahan kebutuhan pokok yang lebih mahal, pengusaha akan berpikir mengurangi beban pengeluaran termasuk mengurangi karyawan, pengusaha mulai mengurangi produksi karena bahan kebutuhan produksi dari impor, lebih mahal efek nilai tukar rupiah yang lemah terhadap dolar.

Solusi permasalahan sosial ekonomi dan kemiskinan

Tentu kita dalam hidup akan selalu mengalami ujian dalam hal apapun namun begitu kita perlu juga mempersiapkan diri menerima ujian tersebut dengan mempelajari ilmu agama, nasehat-nasehat agama serta mendengar pengalaman orang yang telah melewati ujian tersebut.

Pedoman hidup kita sebagai umat islam jelas yaitu Al-Quran dan Sunnah Rasulullah, tetapi mempelajari ilmu umum juga wajib guna mempagari diri dari kebodohan, kekurang pahaman ilmu ekonomi sosial dan budaya, ilmu umum yang menjadi bekal dalam menjalani hidup sebagai pekerja dan pengusaha, sebagai benteng utama tentu ilmu agama. Godaan krisis ekonomi sosial dan kemiskinan membuat manusia menjadi ancaman bagi negara, keluarga dan dalam diri manusia itu sendiri. Manusia menjadi tak terkendali, brutal, bahkan jahat, untuk itu beberapa solusi atas permasalah sosial ekonomi dan budaya semoga jadi bahan pelajaran yang mesti kita pahami:

1. Manusia sebagai mahkuk sosial mesti dapat menjadi bagian dari sehatnya hubungan komunikasi dalam masyarakat kecil keluarga dan masyarakat luas yaitu lingkungan. Lingkungan yang aktif berinteraksi dalam keseharian itulah masyarakat manusia terbaik, saling sapa, saling senyum, saling bantu, gotong royong, saling asih, saling asuh, menjadi kedamaian antar sesama, saling menghargai, saling menghormati, saling berbagi makan dan minum, kesemua ini adalah obat atau solusi atau permasalahan sosial dan ekonomi atas kondisi Indonesia saat ini. Dolar naik berakibat mahalnya harga karena dari impor, bahan bakar naik mulailah memilih bahan bakar murah atau alternatif, pajak yang naik ini agak memberatkan usaha hanya dapat berpikir bahwa ini kebijakan kurang tepat pada momentum saat ini. Untuk itu jadilah manusia baik bukan menjadi manusia jahat karena manusia adalah mahluk yang baik atau mahluk yang senang bersosialisasi bukan manusia yang rendah karena kondisi ekonomi yang sedang turun lalu manusia menjadi penjahat.

Ruh manusia telah mempunyai wujud sebelum badan ada, dan masuk dalam badan karena jatuh ke alam materi. Ruh menjadi terpisah dari ruh lainnya dan karena terkurung dalam materi bisa menjadi jahat. Kalau menjadi jahat, ruh harus terlebih dahulu membersihkan dirinya agar dapat terlepas kembali dari penjara yang berupa badan itu. Yang membawa pada kejahatan ialah bagian rendah dari ruh, yaitu bagian yang menunjukkan perhatiannya pada dunia materi ini, (Prof. DR. Harun Nasution, Filsafat Agama, 1987, hal 80-81.

2. Prinsip Humanisme dalam diri manusia mesti dibangkitkan kembali saling kepedulian sesama maka beban hidup saat ini karena kebutuhan pokok yang naik, harga barang import yang melonjak dikhawatirkan akan menyebabkan beban pengusaha menjadi lebih berat bahkan menyebabkan pemutusan hugungan kerja, serta pajak tinggi makin memberatkan pengusaha kecil dan besar.

Tasammuh istilah dalam kontek sosial dan beragama, yaitu sikap saling menghargai, menghormati dan toleransi terhadap perbedaan yang ada ditengah masyarakat baik dari segi agama, suku, maupun budaya diharapkan menjadi obat penawar jangan kita menjadi manusia tinggi hati padahal masyarakat sedang dalam keadaan berat menghadapi situasi sosial ekonomi.

Al-Mu'awwanah yang berarti pertolongan, bantuan atau saling gotong royong, inilah momen terbaik guna kita saling bantu didalam keadaan sosial ekonomi seperti ini bukan saling egoism, merasa paling kaya namun tak memikirkan yang miskin berada dalam cekikan harga yang mahal serta membantu permodalan jika memungkinkan bagi usaha yang ingin tetap bertahan bahkan berkembang.

Tasammuh dan al-mu'wwanah menjadi kunci untuk menolong derita atau kesulitan sesamanya. Watak kepedulian yang tinggi dari aghniya dibutuhkan, agar mereka yang masuk kubanganan inferiorisme dan teraniaya (mustadh'afin) merasa benar-benar memperoleh perhatian dan dimanusiakan oleh saudaranya sendiri. WS Rendra mengingatkan lewat sajaknya: orang-orang miskin, orang-orang di jalanan, yang tinggal didalam selokan, yang kalah di dalam pergulatan, yang diledek oleh impian, janganlah mereka ditinggalkan, (Abd, Wahid, Islam di Tengah Pergulatan Sosial, 1993, 120).

3. Ukhuwah atau persaudaraan, inilah saat kita semua saling berkasih sayang bukan menjadi bagian tembok yang susah ditembus oleh manusia dalam di minta pertolongan, menjadi benalu dalam masyarakat, menjadi bang jago dalam lingkungan, menjadi manusia keras kepala dalam pendirian sosial ekonomi, egoisme sektoral, fanatisme kesukuan, sementara tetangga, saudara, sebangsa setanah air susah makan minum, susah berdagang, susah berbisnis, susah mau berkembang, menutup pintu silaturahmi, dan tak memberi ajaran cara berbisnis dengan baik, serta berbisnis tak fair atau jujur.

Mereka atau kita mesti berusaha sekuat mungkin untuk memelihara persaudaraan mereka yang sebenarnya merupakan darah kehidupan kesatuan mereka, dan mengingat setan akan berusaha sekuat mungkin untuk merusak kesatuan yang oleh Al-Quran sebut nazgh dan yakin bahwa pertengkaran dan perselisihan tidak membawa apa-apa kecuali frustasi dan perpecahan, (Ja'far S. Idris, Islam dan Perubahan Sosial, 1995, hal 62).

Semoga dengan kita memahami poin-poin diatas bahwa kita adalah manusia biasa dengan memahami posisi hidup kita masing-masing, menghargai orang lain serta saling menegakkan kehidupan sosial kita maka tantangan kedepan soal kondisi sosial ekonomi serta keadaaan apapun akan mampu kita lalui bersama. Ayo saling dukung, saling bantu dan berkomunikasi dengan baik dari pemerintah serta masyarakat makan Indonesia Jaya akan tercapai bukan saling hujat serta saling menjatuhkan satu sama lain. Indonesia harus maju, adil dan makmur karena itulah cita-cita kita bersama bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image