Memahami Perintah Menjaga Amanah
Agama | 2026-06-14 06:14:47Dalam pandangan Islam, ilmu memiliki kedudukan yang tinggi. Sebagai ikhtiar untuk belajar ilmu agama secara berkesinambungan, takmir Mushola Al-Ikhlas Griya Kebonagung Sukodono Sidoarjo mengadakan kajian pekanan untuk jama'ah tercintanya. Pada Ahad bakda subuh, 14 Juni 2026 yang bertindak sebagai penceramah adalah ustadz H.Shokibu,SS.SH,MM.
Tema yang disampaikan adalah "Berusaha Menjaga Amanah."
Al- Qur'an surat Al-Ahzab ayat 72 artinya:
"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh."
Untuk memperkaya wawasan, ustadz Shokibu juga menambahkan sebuah hadits qudsi yang memiliki relevansi dengan ayat itu. Bahwa pada intinya dahulu Allah SWT telah menawarkan kepada Adam sesungguhnya Aku (Allah) telah menawarkan amanah kepada langit dan bumi namun mereka tidak mampu, apakah engkau sanggup memikul segala akibatnya? Adam bertanya aku mendapat apa. Jika engkau sanggup memikulnya engkau akan mendapat pahala, namun jika ingkar maka akan mendapat dosa. Dan Adam pun sanggup.
Pertanyaannya, apa itu amanah? Amanah adalah hukum Allah.
Langit yang begitu luasnya ketika ditawari pun tidak sanggup. Langit cukup tunduk bertasbih.
Bumi dengan lapisan-lapisannya juga tak sanggup. Ikut perintah Allah SWT saja.
Malaikat pemikul Arsy juga tidak sanggup. Setelah semua berkata tidak sanggup, Nabi Adam a.s sanggup.
Namun ada bekalnya bagi manusia, manusia memiliki fitur yang lengkap. Tidak kosong tanpa modal.
Otomatis sebagai keturunan Adam, kita semua juga mendapatkan perintah menjaga amanah.
Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa amanah ini adalah hal-hal wajib yang ditawarkan Allah SWT kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Jika mereka menunaikannya, maka Allah akan memberi mereka pahala, dan jika mereka menyia-nyiakannya, maka Allah akan mengazab mereka. Maka mereka terpaksa dan merasa takut memikulnya tanpa adanya pelanggaran. Tetapi demi menghormati agama Allah, maka sebaiknya mereka tidak menerimanya. Kemudian Allah menawarkannya kepada Nabi Adam, dan Nabi Adam mau menerimanya dan apa yang terkandung di dalamnya.
Dalam keseharian, yang melekat dalam diri kita adalah menjaga amanah. Apapun pekerjaan kita baik karyawan, manajer, direktur, pedagang, maupun warga biasa, semua ada amanah yang dipikulnya.
Demikian juga dengan harta yang kita miliki. Pada harta atau rezeki yang kita terima itu mengandung amanah bahwa ada sebagian hak orang lain yang harus kita keluarkan berupa zakat atau shodaqoh sebagai pembersih harta yang kita peroleh.
Sebagai anak keturunan Adam, kita berusaha sekuat mungkin untuk menjaganya sebagai khalifah fil ardi. Bila ada sedikit penyimpangan maka segeralah istighfar dan bertaubat karena manusia secara fitrah tidak terlepas dari salah dan khilaf.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
