Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Universitas Pamulang

Survei Etika Digital: Apakah Kita Sudah Cukup Aman dan Sopan di Era Informasi?

Bisnis | 2026-06-11 13:57:45

Oleh: Dimas Panca Atmojo, Hasbi Azizi, Inggrid Margaretha Tahapary, Marcellina Songkara (Universitas Pamulang)

Sumber: Pixabay

Internet kini bukan lagi sekedar alat komunikasi, melainkan telah menjadi ruang hidup kedua bagi masyarakat modern. Aktivitas bekerja, belajar, berbelanja, hingga bersosialisasi semuanya berlangsung secara digital. Namun, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, muncul pertanyaan penting: apakah perkembangan moral dan kesadaran etika kita mampu mengimbanginya?

Sebuah survei etika digital yang melibatkan mahasiswa Sistem Informasi, karyawan swasta, dan praktisi IT berusia produktif 18–25 tahun mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat mulai menyadari berbagai ancaman di dunia digital, mulai dari privasi data hingga dampak kecerdasan buatan terhadap kehidupan manusia.

Mayoritas Pengguna Internet Aktif,Tetapi Khawatir Soal Privasi

Hasil survei menunjukkan bahwa sebagian besar responden menghabiskan waktu lebih dari enam jam per hari di internet. Intensitas penggunaan yang tinggi ternyata berbanding lurus dengan peningkatan kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi.

Masyarakat semakin sadar bahwa aktivitas mereka di dunia maya dapat dilacak untuk kepentingan iklan maupun kepentingan bisnis lainnya. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Kemajuan teknologi telah membuat pengumpulan dan penyimpanan data menjadi semakin murah sehingga berbagai platform dapat memadukan perilaku pengguna dengan lebih mudah.

Fenomena tersebut sejalan dengan konsep Quality of Life yang dikemukakan Kenneth C. Laudon. Menurutnya, perkembangan teknologi yang tidak diimbangi etika berpotensi menurunkan kualitas kehidupan manusia dan bahkan mengancam keberlangsungan lapangan pekerjaan.

Otomatisasi Membawa Manfaat Sekaligus Kecemasan

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan memang mampu meningkatkan efisiensi kerja. Namun sebagian responden juga berdampak terhadap energi kerja manusia.

Otomatisasi yang terlalu agresif akan menggeser peran pekerja dan memperlebar kesenjangan sosial. Oleh karena itu, perusahaan dinilai perlu menerapkan teknologi secara bertahap serta memberikan pelatihan ulang (reskilling) agar karyawan mampu beradaptasi dengan perubahan.

Dengan kata lain, transformasi digital tidak boleh hanya mengejar produktivitas, tetapi juga harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan.

AI Masih Menyisakan Pertanyaan Soal Tanggung Jawab

Salah satu temuan menarik dalam survei ini adalah adanya perbedaan pendapat mengenai siapa yang harus bertanggung jawab apabila keputusan AI menimbulkan kerugian.

Sebagian responden menilai tanggung jawab berada pada organisasi pemilik sistem, sedangkan sebagian lainnya menganggap pengguna akhir juga harus ikut bertanggung jawab.

Pandangan ini berkaitan dengan konsep Alignment Problem yang pernah dibahas oleh filosofi teknologi Nick Bostrom. Masalah muncul ketika sistem AI tidak sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai manusia sehingga tanggung jawab atas keputusan yang dihasilkan menjadi sulit ditentukan.

Meski demikian, masyarakat memiliki pandangan yang cukup tegas terkait privasi. Mayoritas responden sepakat bahwa pengumpulan data pengguna harus dilakukan secara transparan dan hanya dengan persetujuan yang jelas dari pemilik data.

Kesadaran Hukum Digital Masih Rendah

Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi, pemahaman masyarakat mengenai hukum digital ternyata masih belum memadai. Hampir sebagian responden menilai masyarakat Indonesia belum memahami hak dan kewajiban mereka di ruang siber.

Meski demikian, terdapat kabar positif. Seluruh responden sepakat bahwa karyawan memiliki kewajiban moral untuk melaporkan pelanggaran etika yang dilakukan perusahaan melalui mekanisme whistleblowing.

Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran moral individu sebenarnya cukup baik, hanya saja belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman hukum yang memadai.

Penegakan Hukum Siber Masih Dinilai Belum Optimal

Mayoritas responden juga menilai penegakan hukum digital di Indonesia masih belum cukup cepat dan tegas. Banyak kasus pelanggaran data maupun kejahatan siber yang dianggap belum mendapatkan penanganan secara maksimal.

Oleh karena itu, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih kuat, audit keamanan secara berkala, serta transparansi yang lebih besar dari perusahaan pengelola platform digital.

Menjadi Pintar Teknologi Saja Tidak Cukup

Pada akhirnya, masalah utama di era digital bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada manusia yang mengendalikan teknologi tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan peran bersama dari berbagai pihak:

1. Korporasi

Perusahaan perlu menerapkan kebijakan privasi yang mudah dipahami, melakukan audit keamanan secara rutin, dan tetap memprioritaskan kesejahteraan karyawan di tengah arus otomatis.

2. Pemerintah

Penegakan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi harus dilakukan secara konsisten disertai peningkatan literasi digital bagi masyarakat.

3. Generasi Muda

Kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi dengan integritas moral. Budaya "saring sebelum berbagi" menjadi langkah sederhana tetapi sangat penting dalam menjaga ruang digital yang sehat.

Teknologi pada dasarnya bersifat netral. Baik atau buruknya dampak yang dihasilkan sangat bergantung pada nilai-nilai manusia yang menggunakannya. Menjadi melek teknologi memang penting, namun menjadi bijak dalam memanfaatkan teknologi jauh lebih penting.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image