Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rosi Risalah

Menjadi Apatis tidak Menguntungkan

Lain-Lain | 2026-06-02 22:07:06
sumber gambar: tara winstead/pexels.com

Aku dulu pernah mendengar kalau politik itu seperti Dewa Janus (dewa Romawi bermuka dua) karena sifatnya yang ambivalen dan berwajah ganda. Ada kemunafikan di dalamnya karena menyatukan kepentingan dengan kepalsuan.

Satu sisi politik bisa sangat membantu dengan pengaturan terhadap kepentingan masyarakat, tetapi di sisi lain politik juga dicap kotor karena melanggengkan berbagai cara untuk mendapatkan kekuasaan. Namun, apakah kita harus buta terhadap politik? Apakah kita harus menghindar?

Jawabannya tidak. Sebab semua hal yang kita rasakan adalah produk dari keputusan politik yang dibuat. Politik hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Bahkan dulu ada celetukkan ringan bahwa "harga cilok tuh juga diatur sama politik!"

Jika kita melihat satu keputusan politik yang salah dan kita hanya diam, bukankah itu hanya akan merugikan kita?

Kita mungkin bukan orang-orang yang punya kuasa untuk memutuskan satu kebijakan. Tetapi suara kita sama-sama berharga. Menjadi apatis tidak akan menguntungkan. Setidaknya, jangan membiarkan suaramu membusuk dalam pikiran.

Aku pernah mendapat kata-kata yang menarik saat menggulir timeline instagramku, setidaknya ada yang berani bilang"speaking out against government corruption won't ruin your aesthethic btw." dari akun @/dannxtt1

Pernyataan itu seperti mengungkapkan bahwa bersuara, mengkritik kerusakan yang terjadi dari keputusan-keputusan politik yang salah tidak akan menghancurkan keestetikan yang kamu bangun.

Bersuara dan kritis itu tidak buruk. Justru ini sesuatu yang bisa memperbaiki hidup dari keputusan-keputusan gila yang dibuat sewenang-wenang. Kita harus sadar. Harus peka terhadap berbagai hal yang terjadi di sekitar kita.

Partisipasi politik memang memiliki tingkatan yang berbeda. Kita perlu melibatkan diri walaupun tidak semua akan aktif dalam politik praktis. Menyuarakan opini, aktif mencari informasi politik, menjadi kritis saat memberikan suara dalam kontestasi juga sudah berpolitik.

Jadi, jangan bilang bahwa dengan aktif berpolitik membuatmu menjadi pribadi yang buruk. Tidak, justru, dalam politik ada hal-hal baik yang akan memberikan pengaruh-pengaruh yang baik. Politik bukanlah sesuatu yang harus dihindari. Politik adalah sarana yang membantu setiap orang untuk mendapatkan hak-haknya dengan adil.

 

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image