Pendidikan Tanggung Jawab Siapa?
Agama | 2026-06-02 07:33:46Pendidikan Tanggung Jawab Siapa?
Subsidi pendidikan semakin berkurang setiap tahunnya. Di 2026 ini bahkan sekitar 30 persen dari anggaran pendidikan diperuntukkan untuk MBG (Makan Bergizi Gratis). Hal ini juga turut menyumbang kekurangan subsidi bagi anak yang tidak mampu untuk mengenyam pendidikan termasuk pendidikan tinggi. Seperti disampaikan oleh Tiyo, ketua BEM UGM, mahasiswa di UGM yang mendapat bidik misi tahun ini berkurang drastis. Sehingga banyak mahasiswa yang mengeluhkan permintaan KIP nya tidak disetujui oleh kampus. Ini tentu menyedihkan , sementara kita tahu bahwa pendidikan sangat penting bagi generasi kita, terutama pendidikan tinggi. Setelah lulus kuliah harapan masa depan bangsa ini ada di pundak mereka. Lalu apa jadinya jika kemudian banyak dari generasi kita tak mampu kuliah?
Negara kita telah lama mengingkari bunyi pasal-pasal dalam UUD 1945. Pendidikan harusnya menjadi tanggung jawab negara untuk memberikan kepada seluruh rakyatnya. Hari ini pendidikan tinggi hanya mampu dijangkau oleh masyarakat yang berpenghasilan besar. Sementara rakyat jelata hanya bisa ternganga melihat biaya yang semakin menggila. Semakin banyak anak bangsa ini yang dirundung nestapa akibat tak berpunya.
Sudah seharusnya negara ini menata ulang paradigma pengaturan negara. Jika saat ini dengan pengaturan yang ada tambah menjadi bencana apakah kita tak berfikir untuk merubah paradigma kita? Negara harusnya menjadi pengayom bagi siapapun yang menjadi warga negaranya. Tak peduli ia miskin atau kaya. Apalagi mayoritas negeri kita adalah muslim. Kenapa kita tak kembali ke Islam saja?
Sungguh Islam telah menjelaskan dengan sangat gamblang. Dalam kitab Nidhamul Iqtishad karya ustadz Taqiyudin an Nabhani, menjelaskan bahwa anggaran pendidikan sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara. Baitul Mal akan menjamin semua kebutuhan pendidikan dengan cuma-cuma. Bukan hanya membiayai yang tak mampu saja. Tetapi semua biaya infrastruktur, gaji guru, penyediaan prasarana semuanya menjadi tanggung jawab negara. Pembiayaan oleh negara tak akan pernah dikurangi atas nama efisiensi. Bahkan mungkin saja akan bertambah tiap tahun karena kebutuhan pembiayaan yang terus bertambah. Negara akan mencukupi semuanya tanpa hitung-hitungan kepada rakyatnya. Itulah negara yang memang ada untuk mengatur, mengurusi urusan semua warganya.
Sebagaimana dahulu ketika Khilafah masih ada. Negeri khilafah terbukti mampu membiayai pendidikan seluruh anak bangsa. Banyak Perguruan Tinggi didirikan untuk menampung mahasiswa yang ingin kuliah. Di Mesir, bahkan hingga saat ini pendidikan masih merupakan warisan dari zaman kekhilafahan. Negara juga mendukung riset yang dilakukan oleh para ahli untuk mengembangkan pendidikan. Semua dibiayai negara. Bahkan jika ada penulis buku maka ia akan dibayar dengan seberat emas, dari buku yang dihasilkan. Inilah negeri yang memang menjadi dambaan setiap muslim. Negeri yang mampu mengurusi warganya dengan sejahtera. Semoga kita mampu untuk mewujudkannya.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
