Abdullah, Pemuda Bangladesh yang Setia Melayani Jemaah Indonesia di Tanah Suci
Agama | 2026-05-17 22:29:10
Di balik padatnya aktivitas jemaah haji di Kota Suci Makkah, ada sosok-sosok sederhana yang bekerja tanpa banyak sorotan. Salah satunya adalah Abdullah, pemuda asal Bangladesh berusia 22 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai cleaning service di lantai 10 Hotel 713 Marjan Al-Mashaer, tempat menginap jemaah Indonesia.
Wajahnya selalu ramah. Senyumnya tak pernah lepas saat menyapa para tamu hotel. Dengan sapu, alat pel, dan troli kebersihan yang setia menemaninya, Abdullah menjalankan pekerjaannya dengan penuh ketekunan. Sudah tiga tahun ia bekerja di Makkah, meninggalkan kampung halaman demi membantu keluarganya di Bangladesh.
Meski pekerjaannya identik dengan kebersihan, bagi banyak jemaah Indonesia, Abdullah lebih dari sekadar petugas kebersihan. Ia dikenal ringan tangan membantu para lansia, membantu membawakan barang, hingga sigap membersihkan lorong dan area kamar agar tetap nyaman ditempati para tamu Allah.
“Indonesia good people,” ucap Abdullah dengan logat khasnya sambil tersenyum. Sedikit demi sedikit ia belajar beberapa kata Bahasa Indonesia dari para jemaah yang setiap musim haji datang silih berganti. Kata-kata seperti “terima kasih”, “makan”, hingga “hati-hati” sudah akrab di telinganya.
Kesetiaannya bekerja terlihat dari kedisiplinannya. Sejak pagi hingga malam, Abdullah nyaris tak pernah terlihat bermalas-malasan. Di tengah padatnya aktivitas hotel saat musim haji, ia tetap bekerja dengan sabar dan telaten. Bahkan ketika banyak jemaah lalu-lalang dengan jadwal ibadah yang padat, ia tetap memastikan lantai 10 selalu bersih dan nyaman.
Bagi Abdullah, bekerja di Makkah bukan hanya soal mencari nafkah. Ada kebanggaan tersendiri karena bisa ikut melayani tamu-tamu Allah dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang menurutnya terkenal ramah dan sopan.
Kisah Abdullah menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan hanya tentang jutaan jemaah yang datang memenuhi panggilan Allah, tetapi juga tentang orang-orang sederhana di balik layar yang turut membantu kelancaran perjalanan spiritual tersebut. Dari petugas hotel, sopir bus, hingga cleaning service seperti Abdullah, semuanya menjadi bagian dari denyut kehidupan di Tanah Suci.
Di usia mudanya, Abdullah telah mengajarkan makna kerja keras, kesabaran, dan ketulusan pelayanan. Sosok sederhana yang mungkin jarang diperhatikan, namun jasanya begitu dirasakan oleh banyak jemaah Indonesia di Makkah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
