Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dr Drg Laelia Dwi Anggraini SpKGA

Di Balik Ketegasan Askar Masjidil Haram, Tersimpan Jiwa yang Lembut dan Tunduk pada Allah

Agama | 2026-05-17 21:44:37

 

Di tengah lautan manusia yang memadati Masjidil Haram, sosok para askar sering terlihat tegas, sigap, bahkan terkesan garang. Dengan seragam loreng, tatapan tajam, dan suara lantang saat mengatur arus jamaah, mereka menjadi garda terdepan menjaga ketertiban rumah suci umat Islam itu.

Tak sedikit jamaah yang merasa segan ketika berhadapan dengan mereka. Terlebih saat musim haji, ketika jutaan manusia dari berbagai bangsa bergerak dalam satu ruang yang sama. Para askar harus memastikan thawaf tetap lancar, jalur ibadah aman, dan jamaah tidak saling berdesakan

Namun, di balik ketegasan itu, tersimpan sisi lain yang begitu menyentuh.

Ketika azan berkumandang dan imam besar Masjidil Haram mulai mengumandangkan takbiratul ihram, para askar yang sebelumnya tampak gagah dan penuh wibawa itu mendadak berubah menjadi hamba-hamba Allah yang khusyuk. Mereka segera merapatkan saf, menundukkan kepala, lalu mengikuti gerakan imam dengan penuh ketertiban.

Pemandangan itu menghadirkan kesan mendalam bagi jamaah haji.

Tak ada lagi suara keras pengatur kerumunan. Tak ada lagi gestur tegas menghalau jamaah. Yang tampak hanyalah manusia-manusia yang tunduk, berserah diri, dan larut dalam kekhusyukan salat berjamaah.

Sebagian askar bahkan terlihat menitikkan air mata saat doa-doa dipanjatkan di depan Ka’bah. Ada pula yang selepas salat kembali membantu jamaah lansia, menunjukkan arah, hingga mengangkat kursi roda tanpa banyak bicara.

Mereka memang ditugaskan menjaga keamanan dan ketertiban. Tetapi sesungguhnya, mereka juga para penjaga kehormatan rumah Allah.

Ketegasan mereka bukan lahir dari amarah, melainkan tanggung jawab besar agar jutaan tamu Allah dapat beribadah dengan aman dan nyaman. Di balik wajah serius dan disiplin tinggi itu, tersimpan hati yang lembut, penuh hormat kepada ibadah, dan sangat memuliakan salat.

Gambar 1. Kepadatan Masjidil Haram dengan Askar yang mengikuti jamaah shalat ashar

Momen ketika para askar berdiri rapi mengikuti imam besar Masjidil Haram menjadi pengingat bahwa di hadapan Allah, semua manusia sama. Tak ada pangkat, tak ada jabatan, tak ada kekuasaan. Semua bersujud dalam ketundukan yang sama.

Dan mungkin, justru di situlah letak keindahan Masjidil Haram: ketegasan dan kelembutan berjalan berdampingan dalam satu hati yang menjaga rumah suci umat Islam.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image