Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Dr Drg Laelia Dwi Anggraini SpKGA

Kajian Magrib di Tanah Suci: Haji Bukan Sekadar Ritual, tetapi Menjadi Sahabat bagi Sesama

Agama | 2026-05-17 21:32:03

 

MAKKAH — Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa dalam Kajian Magrib bersama Ustadz Mustafid yang mendampingi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi perjalanan hati untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

Menurutnya, haji harus dilaksanakan secara sah sesuai tuntunan Baginda Rasulullah SAW. Karena itu, setiap jamaah perlu memahami syarat dan rukun haji dengan benar agar ibadahnya diterima Allah SWT.

Beliau menjelaskan rukun haji yang dikenal dengan akronim IWTSTT, yaitu:

 

  • Ihram
  • Wukuf di Arafah
  • Thawaf
  • Sa’i antara Shafa dan Marwah
  • Tahalul
  • Tertib

“Jangan sampai hanya hadir di Tanah Suci, tetapi tidak memahami inti dan tuntunan hajinya,” ujarnya dalam kajian tersebut.

Namun lebih dari sekadar memenuhi rukun, beliau mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati selama berhaji. Haji adalah momentum melatih kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

“Hati harus bersih dan nyaman. Jamaah haji harus menjadi orang yang membawa manfaat bagi sesama. Semua saling berbagi dan saling menolong,” pesannya.

Nilai persaudaraan itu tampak nyata di tengah perjalanan ibadah haji. Di Arafah maupun Muzdalifah, jamaah Indonesia terlihat tetap berkomitmen membantu sesama jamaah yang membutuhkan pertolongan, mulai dari berbagi air minum, membantu lansia, hingga mendampingi jamaah yang kelelahan.

Gambar 1. Ustadz Mustafid dalam Kajian Magrib

Semangat menjadi “sahabat” bagi orang lain inilah yang menjadi inti pesan dalam kajian Magrib tersebut. Bahwa kemabruran haji tidak hanya diukur dari kesempurnaan ritual, tetapi juga dari perubahan akhlak dan kepedulian sosial setelah menjalankan ibadah suci.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image