Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Melia Senita

Merajut Kembali Benang Pernikahan: Ikhtiar Menghadapi Badai Cerai di Anambas

Agama | 2026-05-11 00:20:47

Merajut Kembali Benang Pernikahan: Ikhtiar Menghadapi Badai Cerai di Anambas

Tingginya angka perceraian di Anambas adalah alarm keras bagi kita semua,angka yang menunjukkan dari sebuah kehancuran sebuah rumah tangga yang dihantaman oleh judi online dan jeratan lubang tutup lubang pinjaman online. Perceraian merupakan salah satu ujian dalam kehidupan berumah tangga. Hal ini dapat dialami oleh siapa saja tanpa kecuali. Perceraian kebanyakan diawali dengan faktor keuangan dimana kekurangan uang akan meningkatkan hormon stres yang membuat seseorang lebih mudah marah, jelek, dan sulit diajak berkomunikasi dengan kepala dingin. Tak jarang berakhir dengan pertengkaran,saling menyalahkan satu sama lain,sikap meremehkan bahkan penghinaan terhadap harga diri pasangan,bahkan hal yang sangat mengerikan dalam rumahtangga adalah kekerasan psikologis dengan awalnya membahas tagihan sampai memenuhi kebutuhan pokok. Hal ini menjadi pemicu utama banyak istri yang merasa tidak lagi memiliki keamanan finansial dan mental. Ketika rumah sudah tidak lagi menjadi tempat yang tenang karena teror penagih utang, perceraian dianggap sebagai jalan terakhir untuk menyelamatkan diri dan anak-anak.

Data terbaru menunjukkan tren peningkatan angka perceraian di Anambas yang cukup signifikan. Ironisnya, pemicu utamanya bukan lagi sekedar ketidakcocokan karakter, melainkan "duet maut" era digital: Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol) .

Dan sering dilakukan dengan abainya tanggung jawab penuh dalam finasial yang mana sering kali uang keluarga dijadikan untuk judi online tanpa sepengetahuannya pasangan,hal ini bukan masalah keuangan tapi juga kepercayaan yang menjadi kuat atau rapuhnya sebuah pernikahan. Dalam perspektif kritis, sistem kapitalisme memang sering dilihat sebagai mesin yang mengubah segalanya menjadi komoditas, termasuk nilai-nilai sosial dan hubungan antarmanusia, yang pada akhirnya menciptakan efek domino.

Dalam sistem kapitalis, budaya konsumerisme dan liberalisme sering kali berjalan beriringan. Kebebasan individu dijunjung tinggi karena individu yang “bebas” adalah konsumen yang potensial.

Faktor lain yang mendasari hilangnya aset keluarga semisal emas, motor hingga rumah seringkali menjadi jaminan atau dijual untuk melunasi hutang, meninggalkan anggota keluarga dalam kemiskinan.

Kapitalisme adalah besarnya segalanya dalam kehancuran dan menciptakan batas yang lebar antara ekspektasi hidup dan realitas pendapatan. Seringkali ketika kebutuhan hidup meningkat namun daya beli menurun, judi online muncul sebagai janji palsu untuk mendapatkan kekayaan instan, inilah yang dikelilingi lingkaran setan utang. Kekalahan di judi online biasanya diselesaikan dengan pinjaman online dianggap sebagai solusi melepaskan hutang karena aksesnya yang sangat mudah dan tidak memerlukan jaminan fisik. Sifat kapitalistik dari penyedia pinjol (bunga tinggi dan denda akumulatif) sering kali membuat pinjaman terjebak dalam utang yang tidak mungkin dilunasi.

Perceraian Dalam Pandangan Islam

Dalam Islam pernikahan adalah suatu keinginan yang terjalin kekal antara suami isteri kecuali karena adanya suatu sebab yang tidak dapat dihindari. Salah satunya yakni karena meninggalnya salah satu pihak dan atau yang lainnya. Dalam suatu pernikahan ada tuntutan yang akan diraih dalam membangun rumahtangga yakni meraih ridho Allah SWT. Hanya saja jika di dalam rumah tangga ada hal-hal yang tidak bisa dipertahankan lagi maka solusi terakhir adalah perceraian.

Perceraian dalam Islam adalah jalan keluar terakhir disaat pernikahan sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Meskipun halal, talak adalah perkara yang paling dibenci Allah SWT. Perceraian diperbolehkan terutama untuk menghindari kezaliman dan melindungi jiwa, kehormatan, atau agama salah satu pihak. Dimana sudah tidak lagi membawa maslahat, menimbulkan madarat (bahaya), atau tidak bisa berkelanjutan meskipun upaya mediasi telah dilakukan.

Karena itu pula hukum Islam (syara') tidak mengikat mati pernikahan dan tidak pula mempermudah perceraian. Syara' sendiri telah mengizinkan dan mengizinkan perceraian kalau itu lebih dapat memperbaiki kehidupan dari pada tetap mempertahankan ikatan pernikahan. Dalam bingkai yang menghantarkan kepada keharaman dalam sebuah pernikahan itu sendiri. Dengan berbagai faktor yang terjadi seperti menafkahkan dengan hasil judi, pasangan mendapatkan tekanan dari pemberi pinjaman dan abai tanggungjawab dalam mengasuh anak. Dan biasanya suami sudah tidak bisa berpikir jernih untuk mencari nafkah yang halal bahkan menimbul Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Islam Mengatasi Kemiskinan dan Judi Online.

Islam adalah agama yang sempurna dalam Islam, ada hal pengaturan yang sangat menyeluruh,dibangun dengan sistem yang mudah untuk diterima oleh akal,didalamnya ada ketentaraman jiwa ketika seseorang menghadirkan sang pencipta (Allah SWT) dalam konsep berfikirnya. Akalnya harus terpuaskan agar ia mudah menerima kesempurnaan Islam. Termasuk dalam membangun rumahtangga islam memberikan tuntutan dan pembelajaran yang sangat mudah. baik berpikir,perasaan dan aturannya siap diatur hukum Islam (Hukum syara').

Islam untuk mengatasi perceraian yang dipicu oleh kemiskinan dan perjudian online, dengan fokus pada landasan yang kuat yaitu aqidah, melalui perbaikan ekonomi, dan penegakan hukum syariah dalam keluarga, masyarakat dan negara. Dengan ada kesepakatan menyatakan bahwa Islam memandang peradilan sebagai perbuatan haram yang merusak, sebagaimana dalam firman Allah SWT di dalamnya

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنَّمَا الۡخَمۡرُ وَالۡمَيۡسِرُ Perlindungan Pelanggan yang Dapat Diterima فَاجۡتَنِبُوۡهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ ٩٠

اِنَّمَا يُرِيۡدُ الشَّيۡطٰنُ اَنۡ يُّوۡقِعَ بَيۡنَكُمُ الۡعَدَاوَةَ Perlindungan Hutang وَيَصُدَّكُمۡ عَنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ ۚ فَهَلۡ اَنۡـتُمۡ مُّنۡتَهُوۡنَ ٩١

Artinya

Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti? (QS : Al-Ma'idah : 90-91)

Sementara kemiskinan diatasi dengan kewajiban bekerja, zakat, dan qanaah. Artinya ada pemikiran mendasari bahwa judi online harus diselesaikan dan dihilangkan sampai keakar-akarnya. Yakni dengan merubah sistem sekuler kapitalistik dengan sistim yang sempurna yakni sistem Islam dengan dorongan keimanan yang mampu mendorong individu masyarakat dan negara menuju ketakwaan yang tinggi serta mendakwahkannya upaya mengedukasi kepada masyarakat menuntaskan judi online itu dengan mengingatkan penguasa untuk menutup rapat-rapat pintu kemaksiatan dengan memberikan saksi yang tegas bagi pelanggaran aturan yang telah ditetapkan,yang membuat efek jera bagi penyedia, penyelenggara dan pelaku judi itu sendiri. Hal ini tidak bisa dilaksanakan kecuali dengan ketakwaan yang tinggi. Wallahu’alam bish Shawab

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image