Piramida Giza Ternyata Hanya Sebagian Kecil dari Kota Kematian Mesir Kuno
Sejarah | 2026-05-10 23:55:41Oleh S. Wani Maler
Dosen Prodi Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas
Ketika orang membicarakan Mesir kuno, perhatian hampir selalu tertuju pada Piramida Giza. Padahal piramida itu sebenarnya hanya sebagian kecil dari kompleks besar bernama Memphis dan Necropolis-nya. Kawasan ini membentang dari Giza hingga Dahshur dan pernah menjadi pusat politik, agama, serta pemakaman kerajaan Mesir kuno selama ribuan tahun.
Memphis sendiri dipercaya didirikan sekitar 3000 SM sebagai ibu kota pertama Mesir yang telah bersatu. Posisinya yang menguasai jalur perdagangan dan pintu masuk Delta Nil membuat kota ini hampir tidak mungkin tergantikan oleh penguasa mana pun yang ingin mengendalikan Mesir Hulu dan Hilir. Di sekeliling ibu kota inilah berkembang kawasan nekropolis raksasa yang menyimpan lebih dari tiga puluh delapan piramida, ribuan makam batu, kuil, mastaba, serta kompleks pemakaman yang menunjukkan evolusi arsitektur makam Mesir dari bentuk sederhana hingga piramida monumental (Habashi, 2015).
UNESCO menyebut kawasan ini sebagai tempat lahir salah satu monumen paling penting dalam sejarah manusia yaitu Piramida Agung Khufu, satu-satunya keajaiban dunia kuno yang masih bertahan hingga hari ini. Namun kawasan ini juga menyimpan Step Pyramid Djoser di Saqqara yang dianggap sebagai bangunan batu monumental pertama dalam sejarah Mesir.
Seluruh lanskap ini memperlihatkan bahwa kematian dalam peradaban Mesir tidak dipahami sebagai akhir tetapi bagian dari sistem kosmologi dan kekuasaan yang sangat terorganisir. Makam raja dibangun bersama kuil, jalur ritual, patung monumental, hingga area pemujaan dewa seperti Ptah dan Apis. Sementara di sekitarnya terdapat bengkel pengrajin, pelabuhan, permukiman, dan pusat administrasi yang menopang kehidupan kota.
Lebih dari sembilan ribu makam dari berbagai periode juga ditemukan di kawasan ini. Sehingga, Memphis bukan sekadar lokasi piramida tetapi arsip besar tentang bagaimana sebuah peradaban mengelola kekuasaan, agama, teknologi, dan kematian selama lebih dari tiga milenium (Alexanian et.al, 2008).
Referensi
Habashi, F. (2015). The pyramids of Egypt. De re metallica (Madrid): revista de la Sociedad Española para la Defensa del Patrimonio Geológico y Minero, (24), 81-89.
Alexanian, N., Arnold, F., & Herbich, T. (2008). The Necropolis of Dahshur. Fifth Excavation Report Spring.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
