Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ismail Suardi Wekke

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan SEAAM Laksanakan Forum Riset dan Inovasi

Teknologi | 2026-05-05 16:36:47
Bupati Maros bersama OC Sultan Hasanuddin Forum (ISW)

MAKASSAR – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menjadi saksi kolaborasi strategis antara sektor transportasi udara dan akademisi dalam gelaran Sultan Hasanuddin Forum on Research and Innovation (SHFRI). Kegiatan yang diinisiasi bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, media, dan komunitas (Rabu, 29 April 2026).

General Manager Angkasa Pura pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Rully Artha, menyatakan bahwa bandara bukan sekadar tempat perlintasan penumpang, melainkan simpul penting bagi pertukaran gagasan dan inovasi. Rully Artha mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kolaborasi ini karena forum ini menjadi wadah konkret dalam mendekatkan dunia industri dengan riset-riset aplikatif yang dihasilkan oleh para akademisi.

Ia juga menegaskan komitmen Angkasa Pura I untuk terus mendukung inisiatif yang mampu mendorong peningkatan literasi dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. "Kami memandang bahwa bandara memiliki peran strategis sebagai etalase kemajuan sebuah daerah, termasuk dalam memfasilitasi forum-forum intelektual seperti ini," ujar Rully Artha saat memberikan sambutannya.

Ia menambahkan, "Sinergi antara pengelola bandara dan lembaga riset seperti SEAAM diharapkan mampu melahirkan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan nasional di masa depan." Dalam kesempatan tersebut, Rully juga menekankan pentingnya keterbukaan industri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dengan mengatakan, "Kehadiran para pakar dan peneliti di lingkungan operasional kami memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi pengembangan layanan berbasis riset."

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, yang juga Komite Saintifik SEAAM menekankan bahwa forum ini merupakan langkah progresif dalam mendemokratisasikan akses terhadap hasil penelitian. Ismail Suardi Wekke menjelaskan bahwa integrasi antara infrastruktur publik dan kegiatan ilmiah akan mempercepat diseminasi ilmu pengetahuan ke masyarakat luas.

Ia juga berpendapat bahwa keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam satu meja merupakan kunci untuk membangun ketahanan ekosistem pendidikan di era digital. Lebih lanjut, Ismail menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor ini diharapkan menjadi model baru bagi pengembangan pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan berdampak nyata.

Ismail Suardi Wekke dalam pernyataannya menyampaikan, "Kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya kita bersama untuk menuntaskan janji demokratisasi ilmu melalui kolaborasi yang tidak lagi tersekat oleh dinding kampus." Ia melanjutkan bahwa pemilihan lokasi di bandara internasional memiliki filosofi tersendiri terkait mobilitas dan kemajuan dengan menyebutkan, "Bandara adalah simbol mobilitas, dan melalui forum ini, kita ingin memastikan bahwa mobilitas intelektual juga terjadi secara masif dan berkelanjutan."

Menutup pernyataannya, Ismail menegaskan urgensi adaptasi teknologi dengan mengatakan, "Kita harus memastikan bahwa setiap riset dan inovasi yang lahir mampu memperkuat pilar-pilar pendidikan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan kecerdasan buatan dan transformasi global."

Forum ini dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan dan praktisi industri yang berdiskusi mengenai strategi penguatan riset di luar lingkungan tradisional laboratorium dan kelas. Dengan adanya sinergi antara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan SEAAM, diharapkan tercipta keberlanjutan program yang dapat mendukung visi Indonesia dalam mencetak generasi unggul berbasis data dan inovasi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image