Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image rabiatul adawiyah

Kehadiran Ayah, Fondasi Rasa Aman dan Keberanian Anak

Parenting | 2026-05-04 14:25:44

Siapa bilang ayah cuma berperan sebagai pencari nafkah?

Sebagai kepala keluarga, Ayah tidak hanya bertanggung jawab mencari nafkah, tetapi juga perlu terlibat dalam pengasuhan anak. Pandangan yang menempatkan Ayah semata-mata sebagai pencari nafkah, tanpa peran penting dalam proses perkembangan anak, merupakan pemahaman yang keliru. Faktanya, kehadiran Ayah menjadi bagian penting dan sangat berpengaruh dalam proses tumbuh kembang anak. Keterlibatan Ayah mencakup tanggung jawab dalam pengasuhan, pemberian dukungan emosional, serta keikutsertaan dalam setiap fase pertumbuhan anak. Adanya kehadiran dan perhatian Ayah dapat membantu anak berkembang menjadi pribadi yang lebih matang secara sosial dan membawa manfaat besar bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, anak juga cenderung akan lebih puas dengan kehidupannya, memiliki emosi yang stabil, serta menunjukkan empati yang baik terhadap orang lain, dan ketika remaja anak memiliki kemampuan penyelesaian masalah yang baik.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Arifah (2024) menunjukkan bahwa adanya keterlibatan Ayah dalam pengasuhan berpengaruh langsung terhadap peningkatan kecerdasan anak, khususnya dalam kemampuan berpikir analitis, kritis, dan menyelesaikan masalah. Adapun sebaliknya, ketika anak tidak mendapatkan peran dari seorang Ayah, seorang anak akan lebih rentan mengalami kesepian, kecemburuan, kesedihan, dan rasa kehilangan. Mereka juga cenderung memiliki kontrol diri dan inisiatif yang rendah, kurang berani mengambil resiko, serta menunjukkan tingkat kesejahteraan psikologis yang lebih rendah. Kondisi ini disebut dengan istilah fatherless, yaitu Ayah hanya hadir secara fisik, tetapi tidak berperan aktif dalam proses pengasuhan anak.

Salah satu penyebab munculnya fenomena fatherless adalah paradigma pengasuhan yang masih dipengaruhi budaya patriarki, di mana pengasuhan dianggap sepenuhnya tugas Ibu dan Ayah tidak dipandang perlu terlibat secara aktif. Selain itu, perceraian dan kematian juga dapat mempengaruhi seorang anak mengalami fatherless.

Lalu bagaimana cara menyikapi dampak fatherless?

Menghadapi dampak fatherless bukan berarti berfokus pada kekurangan, tetapi pada bagaimana menciptakan lingkungan yang tetap suportif, seperti tetap memastikan anak mendapatkan dukungan emosional yang konsisten, dengan tetap merasa dicintai, didengarkan, dan diterima. selanjutnya, mengoptimalkan dukungan lingkungan terdekat anak, seperti nenek, mentor, ataupun teman. Sehingga membantu anak mengelola perasaan kehilangan dan menumbuhkan kepercayaan diri yang lebih baik. Serta manfaatkan intervensi yang tepat, seperti konseling atau pelatihan keterampilan sosial. Pendampingan profesional membantu anak memahami emosinya, meningkatkan kepercayaan diri, dan belajar membangun hubungan yang sehat.

Dengan demikian, penting adanya peran dan dukungan Ayah dalam pengasuhan pada anak. Dukungan emosional dari Ayah membantu anak merasa aman dan nyaman, yang kemudian menjadi dasar terbentuknya kepercayaan diri. Sebaliknya, ketidakhadiran Ayah dalam kehidupan anak dapat menimbulkan berbagai dampak terhadap perkembangan emosional, sosial, maupun psikologis anak. Namun, peran Ayah dalam mendukung pengasuhan dan perkembangan individu seringkali belum mendapat perhatian yang semestinya dalam keluarga. Padahal, baik peran Ibu maupun Ayah sama pentingnya dalam mendukung perkembangan kognitif dan emosi seorang anak, serta memberi rasa aman dan kasing sayang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image