Attitude dan Skill: Mana yang Lebih Dilihat Perusahaan?
Info Terkini | 2026-05-15 16:27:14Di dunia kerja, ada satu kalimat yang sering banget kita dengar “skill bisa diajarin, attitude susah dibenerin”. Kalimat ini mungkin terdengar klise, tapi nyatanya masih sangat relevan sampai sekarang.
Banyak orang fokus mengasah kemampuan teknis supaya terlihat unggul saat melamar kerja. Ikut kursus, ambil sertifikasi, belajar software baru, semuanya memang penting. Tapi di sisi lain banyak perusahaan justru lebih memperhatikan bagaimana sikap seseorang dibanding kemampuan teknisnya.
Kenapa Attitude Sering Dianggap Lebih Penting?
Skill memang penting, tetapi skill pada dasarnya bisa dipelajari. Seseorang yang belum terlalu mahir masih bisa dilatih lewat pengalaman, pelatihan, atau pendampingan kerja.
Berbeda dengan attitude. Sikap seperti disiplin, tanggung jawab, kejujuran, cara menghargai orang lain, sampai etika kerja biasanya lebih sulit dibentuk dalam waktu singkat. Itulah kenapa banyak perekrut lebih berhati-hati melihat karakter dibanding sebatas kemampuan teknis.
Bahkan dalam banyak kasus, orang yang kemampuan teknisnya biasa saja bisa berkembang cepat karena punya kemauan belajar dan sikap kerja yang baik. Sebaliknya, ada juga orang yang sangat pintar secara teknis, tapi justru sulit dipertahankan karena attitude-nya bermasalah.
Skill Bagus Tidak Selalu Membuat Tim Nyaman
Di dunia kerja, kemampuan individu memang penting, tetapi pekerjaan jarang dilakukan sendirian. Hampir semua pekerjaan melibatkan komunikasi, kerja sama, dan interaksi dengan orang lain.
Di titik ini, attitude punya pengaruh besar. Bayangin ada seseorang yang sangat jago bekerja, tapi sulit menerima kritik, merasa paling benar, sering meremehkan rekan kerja, tidak bisa diajak kerja sama, dan embuat suasana tim jadi tidak nyaman. Lama-lama, keberadaan orang seperti ini justru bisa menurunkan produktivitas tim secara keseluruhan.
Karena itu, banyak perusahaan mulai sadar bahwa kemampuan teknis bagus tidak selalu sebanding dengan dampak positif yang diberikan ke lingkungan kerja.
Attitude Menentukan Cara Seseorang Berkembang
Orang yang punya attitude baik biasanya lebih mudah berkembang. Kenapa? Karena mereka terbuka untuk belajar. Mereka tidak gengsi bertanya, mau menerima masukan, dan lebih mudah beradaptasi saat masuk lingkungan baru.
Sikap seperti ini penting banget, apalagi di dunia kerja sekarang yang perubahannya cepat. Sementara itu, orang yang merasa “sudah paling bisa” biasanya justru lebih sulit berkembang karena menutup diri terhadap proses belajar.
Dalam buku Mindset dijelaskan bahwa orang dengan pola pikir berkembang (growth mindset) cenderung lebih mudah belajar dari kesalahan dan berkembang dibanding mereka yang merasa kemampuan adalah sesuatu yang tetap. Artinya, sikap terhadap proses belajar sering kali lebih menentukan dibanding kemampuan awal seseorang.
Bukan Berarti Skill Tidak Penting
Meski attitude sering dianggap lebih penting, bukan berarti skill bisa diabaikan. Dunia kerja tetap membutuhkan kemampuan nyata. Attitude yang baik tanpa kemampuan juga akan sulit membawa seseorang berkembang dalam jangka panjang.
Idealnya, attitude dan skill berjalan seimbang, karena skill membuat seseorang mampu mengerjakan pekerjaan dan attitude membuat seseorang bisa dipercaya dalam pekerjaan itu. Keduanya saling melengkapi.
Kalau hanya punya skill tanpa attitude, hubungan kerja bisa bermasalah. Tapi kalau hanya punya attitude tanpa kemampuan, pekerjaan juga tidak akan berjalan optimal.
Kenapa Banyak Perusahaan Mengutamakan Attitude?
Ada alasan kenapa banyak HR atau perekrut lebih fokus melihat sikap kandidat.
Beberapa hal yang biasanya jadi pertimbangan:
- Skill teknis masih bisa diajarkan.
- Attitude memengaruhi budaya kerja.
- Orang dengan sikap baik biasanya lebih mudah dibina.
- Lingkungan kerja lebih sehat jika diisi orang yang bisa menghargai sesama.
- Attitude sering menjadi penentu apakah seseorang bisa bertahan lama atau tidak.
Karena itu, saat interview kerja, pertanyaan yang muncul adalah soal cara berpikir, cara menghadapi masalah, dan cara berinteraksi dengan orang lain.
Kesimpulannya, attitude memang sering dianggap lebih penting daripada skill karena sikap memengaruhi cara seseorang bekerja, belajar, dan berhubungan dengan orang lain. Skill bisa dilatih seiring waktu, tetapi attitude yang buruk sering kali lebih sulit diperbaiki. Meski begitu, kombinasi terbaik tetaplah kemampuan yang baik dan sikap yang sehat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
