Adam, Peternakan dan Pertanian
Agama | 2026-05-03 12:17:03
Kalau ditanya apakah manusia -dengan definisi Homo Sapiens- berasal dari leluhur yang satu, maka jawabnya, ya. Karena dua spesies yang jarak genetiknya terlalu jauh tidak dapat berkembang-biak; jika manusia berasal dari leluhur yang berbeda, seharusnya ada lebih dari satu spesies manusia di dunia ini yang tidak dapat menghasilkan anak seperti antara domba dan kambing. Bahkan jika dirunut, selain Homo Sapiens banyak juga manusia-manusia purba yang dapat berkembang-biak dengan manusia; menunjukkan bahwa mereka memiliki leluhur yang sama.
Akan tetapi apabila pertanyaan itu adalah "Apakah leluhur yang satu itu Nabi Adam"? Maka jawabannya tergantung apakah anda percaya adanya Tuhan atau tidak; adanya Tuhan adalah hal logis yang tidak terbantahkan secara logis, akan tetapi "kepercayaan" bukan masalah logis atau tidak logis, seseorang bisa percaya dirinya titisan Tuhan atau mendapat Ilham dari Tuhan. Jika anda tidak percaya adanya tuhan, maka adanya suatu karakter dengan jalan cerita "Nabi Adam" dan diceritakan dalam "Kitab Suci" yang berasal dari "Tuhan"; hanyalah sebuah dongeng. Valid. Tetapi jika anda percaya adanya Tuhan, karakter dan cerita "Nabi Adam" dapat diperdebatkan dengan mereka yang sama-sama percaya adanya Tuhan.
Kemudian, terkait apakah mungkin leluhur pertama manusia memiliki kemampuan untuk bercocok tanam dan beternak, sesungguhnya pertanyaan seperti ini lebih banyak datang dari orang-orang yang tidak pernah benar-benar bercocok tanam dan beternak. Mereka tidak tahu bahwa yang menghalangi suatu makhluk untuk melakukan sesuatu adalah keterbatasan materi, kondisi yang tepat.
Bagi seekor monyet, yang menghalangi mereka membuat alat-alat yang mirip buatan manusia purba adalah tangan mereka. Sedangkan beberapa spesies monyet diketahui memiliki kemampuan tersebut (membuat alat).
Saya juga pernah punya pandangan semacam itu (merendahkan inteligensia orang jaman dulu), mengapa toilet leher angsa diciptakan baru-baru ini? Apakah orang jaman dulu kurang kreatif atau memiliki keterbatasan dalam kemampuan otak? Ternyata tidak, yang menghalangi mereka adalah beberapa diantaranya; keterbatasan materi, gangguan dalam distribusi dan sebaran informasi, teknologi manufaktur presisi, dan keperluan yang mendorong. Bukan mereka tidak kreatif, akan tetapi hal-hal seperti populasi, struktur sosial dan sistem pendidikan, serta teknologi dan materi menghalangi praktek dari teori / ide.
Kembali ke bercocok tanam dan beternak, sebenarnya sangat mudah bagi manusia tanpa teknologi untuk memilih benih dan menanamnya di tempat strategis, atau membatasi gerak kawanan hewan pemakan rumput. Yang menghalangi mereka hanyalah kondisi seperti ketersediaan tanaman dan hewan tersebut. Misalnya suku Amerika asli tidak dapat mendomestikasi Bison, berbeda dengan mereka di benua lainnya, karena karakteristik Bison yang berbeda dengan leluhur Sapi dan Domba. Akan tetapi, suku Amerika asli dapat mengatur wilayah gembala, membagi wilayah tersebut dengan entitas politik / suku lain, menunjukkan bahwa mereka dapat memanfaatkan lingkungan tanpa teknologi.
Misalnya pula, Tiongkok purba dapat membudidaya teh dan Suku Maya dapat membudidaya coklat, karena memang teh dan coklat purba ada tanamannya di lingkungan mereka. Tanpa adanya tanaman itu, orang-orang selain Tiongkok dan Maya tidak dapat membudidayakannya kecuali telah terbangun jalur perdagangan dan kemiripan lingkungan dan tanah.
Sering kita lihat dalam gambar manusia purba adalah "Hunter Gatherer", pemburu (makanan hewani) dan pengumpul (makanan nabati), jika Pemburu tidak dapat membatasi habitat hewan buruan, dan tidak dapat mengatur habitat tanaman makanan; mereka tidak dapat tinggal lama dalam gua-gua tinggal mereka.
Tanpa "peternakan" purba, dan tanpa "pertanian" purba, hewan buruan akan cepat meninggalkan tempat aman karena adanya bau darah, dan manusia harus menunggu bertahun-tahun agar tanaman tumbuh secara alami. Padahal mereka harus tinggal di musim dingin, dan tinggal di musim panas; balita-balita manusia sangat rentan perjalanan.
Maka mereka harus mengatur bahwa tempat sembelihan buruan jauh dari tempat hidup hewan, dan mengatur tanaman mana yang dipetik dan mana yang dibiarkan pada tangkainya, untuk panen berikutnya. Mereka harus mengatur tempat potong yang membatasi gerak hewan, mereka harus menjaga aliran air yang mengirigasi tanaman-tanaman, dan memotong gulma-gulma. Kalau ini bukan peternakan dan pertanian, apa lagi?
CMIIW
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
