Jejak-Jejak Peradaban: Membaca Pancasila sebagai Palimpsest Sejarah Indonesia
Pendidikan | 2026-04-29 15:52:23Dr. Catur Galuh Ratnagung S.H.,M.H,M.Pd.
Muhammad Farhan
Artikel ini menganalogikan Pancasila sebagai sebuah palimpsest naskah kuno di mana tulisan baru ditorehkan di atas lapisan tulisan lama yang tidak sepenuhnya terhapus. Dengan pendekatan ini, kita dapat mengais lapisan-lapisan makna yang membentuknya.
Lapisan Pertama: Warisan Kearifan Lokal: Prinsip Ketuhanan dan Kemanusiaan beresonansi dengan nilai-nilai religiusitas dan gotong royong yang telah mengakar dalam berbagai komunitas adat di Nusantara berabad-abad lamanya.
Lapisan Kedua: Pengaruh Pemikiran Global: Gagasan tentang Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial menyerap semangat Pencerahan, nasionalisme, serta sosial-demokrasi yang mengalir deras pada awal abad ke-20.Lapisan Terkini: Proyeksi Masa Depan: Sebagai dokumen hidup, lapisan interpretasi terus bertambah. Pancasila hari ini tidak hanya membaca masa lalu, tetapi juga menjadi kanvas tempat bangsa memproyeksikan harapannya menghadapi tantangan global seperti ekologi, kesenjangan digital, dan multikulturalisme.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
