Keterbatasan Kebaya, Mahasiswi Semester 6 STAIDI Al-Hikmah Pilih Batik di Hari Kartini
Culture | 2026-04-23 17:10:39
Jakarta, 21 April 2026—Dalam rangka memperingati Hari Kartini, suasana kampus STAIDI Al-Hikmah kini sedikit berbeda. Sejumah akhwat semester enam kompak mengenakan batik saat perkuliahan, bukan pakaian santai dan kasual seperti biasanya.
Pilihan memakai batik ini bukan tanpa alasan, ide tersebut muncul saat kebanyakan mahasiswi tidak memiliki kebaya yang biasanya dijadikan simbol yang identik dengan perayaan Hari Kartini. Namun, hal itu tidak menyurutkan antusiasme mahasiswi untuk tetap merayakan momen yang hanya ada sekali dalam satu tahun tersebut.
Salah seorang mahasiswi mengungkapkan bahwa ide menggunakan batik tersebut muncul saat H-1, yaitu tanggal 20 April 2026 di tengah percakapan ringan di kelas bersama teman-teman saat jam istirahat.
Di Hari Kartini suasana kelas tampak lebih berwarna dari biasanya, berbagai motif batik yang khas, juga keceriaan dan antusias mahasiswi yang membuat hari itu lebih hidup serta dipenuhi nuansa kebersamaan. Tak lupa sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk mengambil foto bersama dan mengambil konten video untuk diposting di instagram kelas.
Tak sampai di situ, rupanya kegiatan sederhana ini disambut baik oleh pihak kampus, salah satu admin sosial media kampus STAI DI Al-Hikmah mengontak salah satu mahasiswi untuk meminta kesediaan mereka untuk konten Hari Kartini tersebut diposting diposting di akun instagram resmi milik kampus.
“Awalnya cuma iseng karena kebanyakan dari mahasiswi belum ada kebaya, akhirnya kita sepakat buat pakai batik untuk tetap ikut ngerayain,” tutur Savira, mahasiswi semester enam yang pertama kali mengajak teman-temannya memakai batik.
Menurut para mahasiswi, esensi peringatan Hari Kartini tidak hanya terletak pada penggunaan kebaya atau semacamnya, tetapi pada semangat dan menghargai perjuangan perempuan dari dahulu hingga kini.
Dan pada akhirnya, Hari Kartini bukan tentang seberapa lengkap atribut yang dipakai, tetapi pada semangat dan antusias yang tetap terasa—meskipun lewat hal-hal sederhana seperti selembar batik.
Terakhir, untuk para peempun di luar sana, Selamat Hari Kartini!
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
