Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rizka Dian Nafila

Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Remaja

Info Terkini | 2026-04-23 15:27:37
Sumber: Pinterest.com

Tanpa disadari, kehidupan remaja hari ini banyak berlangsung di balik layar media sosial. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, media sosial tidak lagi hanya sekedar aplikasi di ponsel. Bagi sebagian besar remaja, dunia maya sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan telah menjadi "dunia kedua" tempat mereka mengekspresikan diri, berinteraksi, atau mencari validasi.

Namun, pernahkah kita coba menyadari, bagaimana dampak media sosial terhadap kesehatan mental mereka?
Tidak sedikit remaja yang tanpa mereka sadari terus menerus membandingkan diri mereka dengan apa yang mereka lihat di layar. Tampilan fisik yang sempurna, pencapaian di usia muda, foto liburan, produk baru dari brand terkenal, makanan viral, semuanya tampak menjadi standar baru yang jika tidak diikuti, membuat kita menjadi orang paling kuno yang tinggal di bumi, yang dalam istilah sekarang disebut kudet (kurang update).

Hingga akibatnya, muncul perasaan cemas, minder, merasa tidak cukup, dan semacamnya yang membuat mereka merasa 'tertinggal', yang kemudian mengikis kepercayaan diri mereka hari demi hari. Hal ini mungkin terlihat sepele bagi beberapa orang, namun percaya atau tidak, dampaknya bisa jadi jadi serius bagi kondisi mental para remaja jika dibiarkan terus-menerus terjadi.

Belum lagi fenomena konten dan komentar negatif, perundungan daring (cyber bullying), serta hal-hal tidak baik lainnya yang orang tua tidak tahu. Tidak banyak remaja yang memiliki kesiapan dan mental yang kuat untuk menghadapi hal-hal semacam itu.

Namun di sisi lain, media sosial tidak sepenuhnya buruk. Ia bisa menjadi ruang untuk berbagi informasi, inspirasi, memperluas hubungan, bahkan mendapatkan dukungan emosional. Dan di sinilah letak tantangannya, bagaimana cara menggunakan media sosial tanpa kehilangan kendali atas diri.

Para remaja perlu menyadari bahwa dunia kita tidak berpusat pada media, tidak semua yang mereka lihat di layar adalah realita. Pintar memilih konten, membatasi waktu penggunaan, menghindari postingan negatif, adalah langkah-langkah kecil yang bisa membawa dampak besar.

Dan pada akhirnya, media sosial hanyalah alat. Ia seperti pisau yang memiliki dua sisi, yang menentukan dampaknya bukan aplikasi, tapi orang yang menggunakannya. Jika digunakan dengan bijak bisa menjadi teman, dan sebaliknya jika tidak, justru akan membunuh kesehatan mental secara perlahan, sadar atau tidak.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image